Pengembangan Ekonomi Desa melalui Kampung Garam (Studi Kasus Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Madura)

Endang Tri Wahyurini(1*), Emmy Hamidah(2),

(1) Fakultas Pertanian - Universitas Islam Madura
(2) Fakultas Pertanian - Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
(*) Corresponding Author

Abstract


The purpose of this research was to obtain an overview and analyze the patterns of economic development in the village of Bunder, Pademawu Pamekasan District. The research employed descriptive analytical-qualitative methods. The research illustrated that the village of Bunder was a village on the coast with considerable salt potential. The majority of the people earned their living as salt farmers. Based on the Pamekasan Regent program to facilitate the management and economic development in the village, a thematic village was formed, the formation of these thematic villages based on the local potential of the region. Therefore, the village of Bunder was designated as "Village of Salt". The wealth and beautiful panorama of salt in this village motivated the community to build a "Salt Edu-tourism", a tourist destination besides conducting salt recrystallization efforts with a boiled salt system. The conclusion of the research was that the economic development of the village through the salt village was a form of competitive economic development.

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis pola pengembangan ekonomi desa di Desa Bunder Kecamatan Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis kualitatif. Penelitian ini menggambarkan bahwa Desa Bunder merupakan   desa di pesisir dengan potensi garam yang cukup besar. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani garam. Berdasarkan program Bupati Pamekasan untuk memudahkan dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi di desa perlu dibentuk desa tematik, pembentukan desa tematik ini berbasis potensi lokal wilayah tersebut. Oleh karena maka Desa Bunder ditetapkan sebagai “Kampung Garam”. Kekayaan dan panorama garam yang indah di desa ini memberikan motivasi kepada masyarakat untuk membangun sebuah destinasi “Eduwisata Garam” selain itu juga dilakukan usaha rekristalisasi garam dengan sistem garam rebus. Simpulan penelitian bahwa pengembangan ekonomi desa melalui kampung garam adalah sebagai bentuk pembangunan ekonomi yang berdaya saing.


Keywords


Economic development; rural; thematic village

Full Text:

PDF

References


Akbar, T. (2018). Kampung Tematik Sebagai Bentuk Partisipasi Masyarakat Dalam Permasalahan Permukiman Kumuh Di Kota Malang. Wahana, 70(2), 37–48. https://doi.org/10.36456/wahana.v70i2.1741

Assadiqie, J. G. (2019). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAMPUNG TEMATIK BAMBU MEWEK KELURAHAN TUNJUNGSEKAR KOTA MALANG. Universitas Muhammadiyah Malang.

Bagus, I., Farhan, W., Farha, I., Hardiyanti, E., & Andra, N. (2020). Implementasi Konsep Kampung Tematik Permukiman Kumuh di Kauman Jember 1 sebagai Solusi Implementation of the Jodipan Village Concept as a Solution of Slums in Kauman Jember. Jurnal Matrapolis, 1(1), 31–45.

Budiharsono, S. (2010). Pengembangan Ekonomi Lokal Wilayah Cirebon, The Hidden Paradise Behind The Mask. In Workshop and Action Pembangunan Ekonomi Kota Cirebon Berwawasan Lingkungan (Issue Feburari).

Charolin, O. (2020). Upaya peningkatan perekonomian keluarga melalui implementasi kampung tematik di kelurahan padang nangka kecamatan singaran pati kota bengkulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia, 3(2), 385–392.

Dima, C. C. (2017). Konsep kampung tematik kavling agrowisata syariah kota semarang. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Dan Call For Papers Unisbank Ke-3, 207, 763–765.

Endriana, W. A., Yulianto, & Prihatmaji. (2019). Pemetaan Pengembangan Desa Tematik Di Kabupaten Pacitan. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Balitbang Tahun 2019: Percepatan Pengembangan Desa Mandiri.

Gaonkar, N., Gneyaa, B., Puwar, T., & Vasishtha, S. (2014). Introducing Concept of Thematic Village Health and Nutrition Day in Gujarat State- An Experience towards a Step Forward. Healthline, 5(1), 62–66.

Idziak, W., Majewski, J., & Zmyślony, P. (2015). Community participation in sustainable rural tourism experience creation: a long-term appraisal and lessons from a thematic villages project in Poland. Journal of Sustainable Tourism, 23(8).

Imran, D. S., & Mbulu, Y. P. (2020). Partisipasi Masyarakat dalam Kreativitas Pengembangan Wisata Kampung Tematik (Studi Kasus: Kampung Pulo Geulis, Kota Bogor, Jawa Barat). Journal of Tourism Destination and Attraction, 8(1), 11–22. http://journal.univpancasila.ac.id/index.php/jtda/article/view/1407/952

Irhandayaningsih, A. (2018). Kampung Tematik Sebagai Upaya Melestarikan Seni Dan Budaya Daerah di Jurang Blimbing Tembalang Semarang. Anuva, 2(4), 377. https://doi.org/10.14710/anuva.2.4.377-385

Karsidi, R., Kartono, D. T., & Herdaningrum, D. (2020). THE ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF THEMATIC VILLAGE COMMUNITY “KAMPUNG MANGOET” IN BANDARHARJO, NORTH SEMARANG. International Journal of Education and Science Research, 3(4), 102–111.

Kinanti, A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus Kampung Tahu Tempe Gumregah di Kelurahan Lamper Tengah, Kota Semarang). Journal of Politic and Government Studies, 8(2), 21–30. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Kristiana, E., & Kusumoarto, A. (2019). Penataan Kampung Babakan Siliwangi Sebagai Kampung Tematik Wisata. Simposium Nasional Ilmiah, November, 1146–1155. https://doi.org/10.30998/simponi.v0i0.445

Kusnadi, Sunarlan, & Sariono, A. (2019). Nelayan Osing di Blimbingsari: Sinergitas Antarsektor, Kemiskinan, dan Pengembangan Ekonomi Lokal. LaksBang PRESSindo. http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/65672/Ainul Latifah-101810401034.pdf?sequence=1

Martuti, N. K. T. (2019). Preferensi Masyarakat Terhadap Program Kampung Tematik Di Kota Semarang. Jurnal Riptek, 11(2), 11–22.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Ngabiyanto, M., Susanti, M. H., & Setiajid, M. (2019). Empowering and Developing The Local Potency Through Thematic Village in Semarang. Proceedings of the International Conference on Rural Studies in Asia (ICoRSIA 2018), 313(ICoRSIA 2018), 5–7. https://doi.org/10.2991/icorsia-18.2019.2

Pumita, S. D. P. (2019). Peran kampung tematik dalam peningkatan pendapatan keluarga : studi kasus Kampung Tani dan Kampung Kamsoli. UIN Walisongo.

Rejoni, R., & Kusumoarto, A. (2020). RENCANA KAMPUNG TEMATIK KELURAHAN CIKARET KOTA BOGOR BERBASIS KOMUNITAS. Lakar Jurnal Arsitektur, 03(01), 50–54.

Setiawan, A., Rustono, Wahyuni, S., & Astuti, F. D. (2018). Perwujudan Program Kampung Tematik Melalui Pengolahan Sampah dengan Teknologi Takakura Home Methode (THM) pada Penggerak PKK Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik. Jurnal DIANMAS, 7(1), 89–98.

Susanto, D. A., Widodo, S., Sudrajat, R., & Saputra, H. J. (2017). PENDAMPINGAN KAMPUNG TEMATIK GUMBREGAH MLATIHARJO KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG Universtas PGRI Semarang. SEMINAR NASIONAL HASIL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SNHPKM)-VII, 567–573.

Syarifa, N. H., & Wijaya, A. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pemberdayaan melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus di Kampung Batik Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang). Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 8(1), 515–531.

Tamara, A. P., & Rahdriawan, M. (2018). Kajian Pelaksanaan Konsep Kampung Tematik di Kampung Hidroponik Kelurahan Tanjung Mas Kota Semarang. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 6(1), 40. https://doi.org/10.14710/jwl.6.1.40-57

Triatmoko, W., & Esariti, L. (2019). Pengentasan Kemiskinan Berbasis Gender pada Program Kampung Tematik ( Studi Kasus : Kampung Jajanan Tradisional , Pudakapayung ). Jurnal Riptek, 13(1), 23–28.

Undang- Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v4i2.1064

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v4i2.1064.g1004

Article Metrics

Abstract view : 702 times
PDF - 810 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.