Studi Komparasi Usaha Budidaya Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Cening (Klon TK 386) dan Varietas PS 864 di Kabupaten Tuban Jawa Timur

Ni Dewi Ambal Ikka(1), Ika Purnamasari(2*), Moch. Setiawan(3),

(1) Universitas Mayjen Sungkono, Mojokerto, Indonesia
(2) Universitas Islam Lamongan
(3) Universitas Islam Lamongan
(*) Corresponding Author

Abstract


Currently, farmers cultivate several varieties of sugarcane. This causes difficulties for sugarcane farmers to determine which varieties are the best in achieving farming efficiency. This study was aimed to determine the income from sugarcane cultivation of cening variety (Clon TK 386) and PS 864 variety and to compare the efficiency of both varieties. Methods of data analysis was a quantitative analysis, namely the income analysis, R/C Ratio, and t-test. The results showed that the total costs incurred for sugarcane cultivation were IDR 32,845,000 from cening variety and IDR 32,310,000 from PS 864 variety. Revenue earned from the cening variety was IDR 63,864,400 with an income of IDR 31,019,400. Meanwhile, the revenue earned from PS 864 variety was IDR 59,187,800 with an income of IDR 26,877,800. In the cening variety sugarcane cultivation business, the R/C Ratio value was 1.94, while for the PS 864 variety, the R/C Ratio value was 1.83. A ratio greater than 1 indicated that both the cening variety and PA 864 sugarcane cultivation was profitable and feasible. The results of the t-test showed that the efficiency level of the cening variety sugarcane cultivation resulted in a higher business efficiency than the efficiency of the PS864 sugarcane cultivation. Based on the research results, it can be recommended that cening sugarcane cultivation (Clon TK 386) should be developed because it is more profitable and efficient.

 

Saat ini banyak varietas tebu yang dibudidayakan oleh petani. Banyaknya varietas tersebut akan menimbulkan kesulitan bagi petani tebu untuk menentukan varietas mana yang akan dikembangkan dan mencapai efisiensi usahatani yang tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha budidaya tebu varietas cening (Klon TK 386) dan varietas PS 864 serta untuk mengetahui perbandingan efisiensi usaha budidaya tebu varietas cening (Klon TK 386) dan varietas PS 864. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis pendapatan, analisis R/C ratio dan Uji T-Test. Hasil penelitian menunjukkan biaya total yang dikeluarkan untuk usaha budidaya tebu yaitu sebesar Rp 32.845.000,00 (varietas cening) dan Rp 32.310.000,00 (varietas PS 864). Penerimaan usaha budidaya tebu varietas cening sebesar Rp 63.864.400,00 dengan pendapatan sebesar Rp 31.019.400,00. Sedangkan penerimaan usaha budidaya tebu varietas PS 864 sebesar Rp 59.187.800,00 dengan pendapatan sebesar Rp 26.877.800,00. Pada usaha budidaya tebu varietas cening diperoleh nilai R/C Ratio 1,94, sedangkan untuk varietas PS 864 diperoleh nilai R/C Ratio 1,83. Besarnya Ratio lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa usaha budidaya tebu varietas cening dan varietas PA 864 menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hasil uji T-test menunjukkan tingkat efisiensi usaha budidaya tebu varietas cening menghasilkan efisiensi usaha yang lebih tinggi dibanding efisiensi usaha budidaya tebu varietas PS864. Berdasarkan hasil penelitian dapat direkomendasikan usaha budidaya tebu varietas Cenning (KLON TK 386) perlu dikembangkan karena lebih menguntungkan dan efisien.


Keywords


comparative study; income analysis; sugarcane; variety of Cening; variety of PS 864

Full Text:

PDF

References


Agustina, S. (2006). Ilmu Usaha Tani. Malang, Indonesia: UB Press.

Ardana, I. K., Soetopo, D., & Syafarudidin. (2016). Penataan Varietas Tebu, Salah Satu Strategi Penting dalam Peningkatan Produksi Gula Nasional. Perspektif, 15(2), 124–133.

BPS. (2020). Provinsi Jawa Timur dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Jawa Timur.

Farionita, I. M., Aji, J. M. M., & Supriono, A. (2018). Analisis Komparatif Usaha Budidaya Udang Vaname Tambak Tradisional dengan Tambak Intensif di Kabupaten Situbondo. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 2(4), 255–266. https://doi.org/https://doi.org/10.217 76/ub.jepa.2018.002.04.1

Hajar, I., Susanti, A., & Prasetjono, H. (2019). Analisis Pendapatan Usahatani Tebu ( Studi Kasus Di Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk JawaTimur ). Agrosaintifika : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 1(2), 51–57.

Harsanti, R. S., Hartatik, S., Syamsunihar, A., Soeparjono, S., & Avivi, S. (2015). Uji Toleransi Beberapa Varietas Tebu Pada Berbagai Tinggi Penggenangan. Berkala Ilmiah Pertanian, IX(10), 1– 3.

Kementan. (2010). Keputusan Menteri Pertanian Pelepasan Tebu Klon 386 dengan Nama Cening. Kementerian Pertanian.

Kho, D. (2017). Uji Hipotesis T-test dengan Menggunakan Microsoft Excel.

Kuspratomo, A. D., Burhan, & Fakhry, M. (2012). Pengaruh Varietas Tebu, Potongan, dan Penundaan Giling Terhadap Kualitas Nira Tebu. Agrointek, 6(2), 123–132. https://doi.org/https://doi.org/10.211 07/agrointek.v6i2.1984

Lestari, E. K. (2015). Efisiensi dan Kerangka Kelembagaan Tebu Rakyat dalam Mendukung Perekonomian Wilayah di Kabupaten Jember. Institut Pertanian Bogor.

Primyastanto, M. (2011). Feasibility Study Usaha Perikanan. Malang, Indonesia: UB Press.

Purnamasari, I., Hanani, N., & Suhartini, S. (2018). Technical Efficiency Analysisi of Sugar Cane Farming In East Java, Indonesia (Statistical Approach of Frontier Production Functions). Agricultural Social Economic Journal, 18(1), 23–29. https://doi.org/10.21776/ub.agrise.2 018.018.1.4

Saeri, M. (2011). Usahatani dan Analisisnya. Malang, Indonesia: Unidha Press.

Sari, E. I., Sutiarso, E., & Hadi, S. (2018). Analisis Keuntungan dan Efisiensi Penggunaan Biaya Usahatani Kopi Rakyat Robusta di Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso. Agribest, 02(01), 61–69. https://doi.org/https://doi.org/10.325 28/agribest.v2i1.1380

Soekartawi. (2016). Analisis Usahatani (Issue November). Jakarta, Indonesia: UI Press.

Suhesti, E. (2018). Analisis Efisiensi Dan Keuntungan Usaha Tani Tebu Metode Konvensional Dan Single Bud Planting (Studi Kasus Di Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo). CERMIN: Jurnal Penelitian, 2(2), 173. https://doi.org/10.36841/cermin_un ars.v2i2.238

Sumarno, J., Anasiru, R. H., & Retnawati, E. (2020). Efisiensi Usahatani Tebu di Provinsi Gorontalo / Farm Efficiency of Sugar Cane in Gorontalo Province. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 26(1), 11. https://doi.org/10.21082/jlittri.v26n1. 2020.11-22

Supartama, M., Antara, M., & Rauf, R. A. (2013). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Subak Baturiti Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Agrotekbis, 1(2), 166–172. https://media.neliti.com/media/publi cations/244847-analisispendapatan-dan-kelayakan-usahat6dc8b2f5.pdf

Susilowati, S. H., & Tinaprilla, N. (2020). Analisis Efisiensi Usaha Tani Tebu Di Jawa Timur. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 18(4), 162. https://doi.org/10.21082/jlittri.v18n4. 2012.162-172

Zahara, Mawardi, R., & Irawati, A. (2016). Analisis Biaya, Pendapatan dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pendapatan Usahatani Padi di Kabupaten Pringsewu. Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi Untuk Ketahanan Pangan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, 1, 553–560




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v5i1.1553

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v5i1.1553.g1426

Article Metrics

Abstract view : 569 times
PDF - 403 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.