Perlakuan Berbagai Dosis Pupuk ZA Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam Merah (Amaranthus gangeticus)

Edy Kustiani(1*), Mariyono Mariyono(2), Bela Citra Ayuningtyas(3),

(1) Kadiri University, Kediri
(2) Kadiri University, Kediri
(3) Kadiri University, Kediri
(*) Corresponding Author

Abstract


Red spinach (Amaranthus gangeticus) is one of the most popular vegetables because of its high nutritional value and easy cultivation. Efforts to increase the production of red spinach are to fertilize to meet the needs of both macro and micronutrients. This study aimed to determine the effect of ZA fertilizer dose on the growth and yield of red spinach. The environmental design used was a non-factorial, completely randomized design with four replications. The factors tested were the dose of ZA fertilizer which consisted of 6 levels, namely: without ZA fertilizer (D0); 0.4 gr/polybag (D1); 0.8 gr/polybag (D2); 1.2 gr/polybag (D3); 1.6 gr/polybag (D4); 2 gr/polybag (D5). The data obtained were analyzed using analysis of variance, and if the results were significantly different, the BNT test was continued at a 5% level. The growth and yield of red spinach showed significant differences due to the ZA fertilizer dose treatment. The ZA fertilizer dose treatment of 1.2 g/polybag (D3) resulted in the highest plant height, the number of leaves, and leaf area of red spinach at 14, 21, and 28 days after planting. The ZA fertilizer dose treatment of 1.2 g/polybag (D3) resulted in the highest wet and dry weight plants of 49.15 and 4.38 grams, respectively. The ZA 1.2 gr/polybag dose is the ideal dose to increase the productivity of red spinach.

Bayam merah (Amaranthus gangeticus) termasuk sayuran penting yang disukai masyarakat karena bernilai gizi tinggi dan mudah pembudidayaannya. Upaya peningkatan hasil bayam merah salah satunya dengan pemupukan untuk menambah nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari respon pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah pada perlakuan dosis pupuk ZA. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor yang diujikan adalah dosis pupuk ZA, terdiri 6 taraf, yaitu: tanpa pupuk ZA (D0); 0.4 gr/polybag (D1); 0.8 gr/polybag (D2); 1.2 gr/polybag (D3); 1.6 gr/polybag (D4); 2 gr /polybag (D5). Percobaan dilakukan dengan ulangan sebanyak 4 kali. Analisis data menggunakan analysis of variance (ANOVA), apabila berbeda nyata dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Perlakuan dosis pupuk ZA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Perlakuan dosis pupuk ZA 1.2 gr/polybag (D3) menghasilkan tinggi, jumlah dan luas daun tanaman bayam merah tertinggi pada pengamatan umur 14, 21, dan 28 HST. Dosis pupuk ZA 1.2 gr/polybag (D3) juga menunjukkan berat basah dan berat kering tanaman tertinggi sebesar 49.15 dan 4.38 gram. Dosis ZA 1.2 gr/polybag merupakan dosis ideal untuk meningkatkan produktivitas tanaman bayam merah.


Keywords


Dose; Growth; Production; Red spinach

Full Text:

PDF

References


Annisa, D., Darmawati, A., & Sumarsono. (2018). Pertumbuhan dan produksi bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dengan pemberian pupuk kandang dan giberelin. J. Agro Complex, 2(2), 102–108. https://doi.org/https://doi.org/10.147 10/joac.2.2.102-108

Elisabeth, D. W., Santoso, M., & Herlina, N. (2013). Pengaruh Pemberian berbagai Komposisi Bahan Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman.

Kesuma, P., & Salamah, Z. (2013). Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut (Amaranthus tricolor L.) Dengan Pemberian Kompos Berbahan Dasar Daun Krinyu (Chromolaena odorata L.). JURNAL BIOEDUKATIKA. https://doi.org/10.26555/bioedukati ka.v1i1.4080

Lingga, L. (2010). Cerdas Memilih Sayuran. PT. Agro Media Pustaka.

Maillard, A., Diquélou, S., Billard, V., Laîné, P., Garnica, M., Prudent, M., Garcia-Mina, J. M., Yvin, J. C., & Ourry, A. (2015). Leaf mineral nutrient remobilization during leaf senescence and modulation by nutrient deficiency. Frontiers in Plant Science. https://doi.org/10.3389/fpls.2015.00 317

MARDHIANA, M., PRADANA, A. P., ADIWENA, M., KARTINA, K., SANTOSO, D., WIJAYA, R., & MALIKI, A. (2017). Effects of pruning on growth and yield of cucumber (Cucumis sativus) Mercy variety in The acid soil of North Kalimantan, Indonesia. Cell Biology and Development. https://doi.org/10.13057/cellbioldev/ v010103

Napitupulu, D., & Winarto, L. (2010). Pengaruh Pemberian Pupuk N Dan K Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah. Jurnal Hortikultura. https://doi.org/10.21082/jhort.v20n1.2010.p

Novizan. (2001). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. AgroMedia, Jakarta.

Pebrianti, C., Ainurrasyid, R. B., Purnamaningsih, L., Leaf, R., & Merah, B. (2015). Uji Kadar Antosianin Dan Hasil Enam Varietas Tanaman Bayam Merah ( Alternanthera Amoena Voss ) Pada Musim Hujan. Jurnal Produksi Tanaman.

Qibtiah, M., Pertanian, F., & Pertanian, D. F. (2016). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Daun ( Allium fistulosum L .) Pada Pemotongan Bibit Anakan dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur. Jurnal AGRIFOR.

Rukmana, R. (2008). Bayam, Bertanam dan Pengolahan Pascapanen. Kanisius, Yogyakarta. Salisbury, F. (1995). Fisiologi Tumbuhan. In Fisiologi Tumbuhan.

Santosa, S. L., Rai, I. N., & Diara, W. (2020). Pengaruh Pupuk Za Dan Kompos Terhadap Kandungan Pb, Zn, Cu dan N Tanah Serta Hasil Tanaman Pada Sistem Budidaya Bawang Merah Di Tepi Danau Batur, Kintamani, Bangli. ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science). https://doi.org/10.24843/ejes.2020. v14.i02.p03

Saptorini, Supandji, & Taufik. (2019). Pengujian pemberian pupuk za terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah varietas bauji. Agrinika, 3(2), 76– 81.

Senoaji, & Praptana, H. (2015). Interaksi Nitrogen dengan Insidensi Penyakit Tungro dan Pengedaliannya Secara Terpadu pada Tanaman Padi. Iptek Tanaman Pangan, 8(2), 80–89.

Setyanti, Y. H., Anwar, S., & Slamet, W. (2013). Karakteristik fotosintetik dan serapan fosfor hijauan alfalfa (Medicago sativa) pada tinggi pemotongan dan pemupukan nitrogen yang berbeda. Animal Agriculture Journal.

Sumbayak, E. R. M., Sunaryo, & Widaryanto, E. (2018). Pengaruh kombinasi dosis pupuk Urea dan ZA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var . Alboglabra). Jurnal Produksi Tanaman.

Suminar, R., Suwarto, ., & Purnamawati, H. (2017). Penentuan Dosis Optimum Pemupukan N, P, dan K pada Sorgum (Sorghum bicolor [L.] Moench). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.

Suwandi, S., Sopha, G. A., & Yufdy, M. P. (2016). Efektivitas Pengelolaan Pupuk Organik, NPK, dan Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah. Jurnal Hortikultura. https://doi.org/10.21082/jhort.v25n3 .2015.p208-221

Wasonowati, C. (2011). Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum) Dengan Sistem Budidaya Hidroponik. Agrovigor.

Wijaya, R., Hariono, B., & Saputra, T. W. (2020). Pengaruh Kadar Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Alternanthera amoena voss) Sistem Hidroponik. Jurnal Ilmiah Inovasi. https://doi.org/10.25047/jii.v20i1.1929




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v5i2.1946

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v5i2.1946.g1733

Article Metrics

Abstract view : 272 times
PDF - 246 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.