Integrasi Pasar Jagung di Indonesia

Authors

  • Maya Puspita Sari Ekonomi Pertanian/Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung
  • Yosini Deliana Ekonomi Pertanian/Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung
  • Dini Rochdiani Ekonomi Pertanian/Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung

DOI:

https://doi.org/10.30737/agrinika.v5i2.1967

Keywords:

Corn, Market integration, Price fluctuation, VECM

Abstract

Corn commodity has a strategic role whose demand continues to increase for industrial needs, especially the animal feed industry. The high fluctuations in corn prices occur because a balanced supply has not accompanied the increasing demand for corn. The study aimed to analyze the integration of the maize market at the feed mill level with the maize market at the farmer and global levels. The method used is quantitative with secondary data. Data analysis using Vector Error Correction Model (VECM). The results show that the corn market in the long term at the feed mill level is integrated with the corn market at the farmer and global levels. However, only corn markets at the farmer level are integrated with feed mills in the short term.

Komoditas jagung memiliki peranan strategis yang permintaannya terus meningkat untuk kebutuhan industri, khususnya industri pakan ternak. Fluktuasi harga jagung yang tinggi terjadi karena permintaan jagung yang meningkat belum diiringi dengan penawaran yang seimbang. Tujuan penelitian untuk menganalisis integrasi pasar jagung di tingkat pabrik pakan dengan pasar jagung di tingkat petani dan dunia. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder. Analisis data menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukan bahwa pasar jagung dalam jangka panjang di tingkat pabrik pakan terintegrasi dengan pasar jagung di tingkat petani dan dunia. Namun, dalam jangka pendek hanya pasar jagung di tingkat petani yag terintegrasi dengan pabrik pakan.

References

Adiyoga, W., Fuglie, Keith O., and Suherman, R. (2006). Integrasi Pasar Kentang Di Indonesia Analisis Korelasi Dan Kointegrasi. Informatika Pertanian Volume 15.

Ankamah-Yeboah, Isaac. (2012). Spatial Price Transmission in the Regional Maize Markets in Ghana. MPRA Paper No. 49720, posted 11 Sep 2013.

Arnade, Carlos. Hoffman, Linwood. (2019). Determination of the international maize price: What is the growing role of Brazil and Ukraine?. Agricultural Economics.2019;50:735– 747. DOI: 10.1111/agec.12521.

Asmarantaka RW. (2014). Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). Bogor

(ID): IPB

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. (2020). Statistik Perusahaan Peternakan Unggas tahun 2019. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik. BKP

Kementerian Pertanian. (2020). Laporan Tahunan Badan Ketahanan Pangan Tahun 2019. Jakarta (ID) : Badan Ketahanan Pangan.

Direktorat Pakan Kementerian Pertanian. (2020). Pemanfaatan jagung Lokal Oleh Industri Pakan Tahun 2019. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Erwidodo, Hermanto. & Pudjohastuti, Herena. (2003). Impor Jagung : Perlukah Tarif Impor Diberlakukan?Jawaban Analisis Simulasi. Jurnal Agro Ekonomi Volume 21 No. 2 Oktober 2003 : 175 -195.

Firdaus, M. (2020). Aplikasi Ekonometrika dengan E-Views, Stata dan R. Bogor (ID): IPB Press.

Gibson, P., J. Wainio, D. Whitley and M. Bohman. (2001). Profiles of Tariffs in Global Agricultural Markets. Market and Trade Economics Division, Economic Research Service, U.S. Department of Agriculture. Agricultural Economic Report No. 796.

Ilham, Nyak. Siregar, Hermanto. Priyarsono, D.S. (2006). Efektivitas Kebijakan Harga Pangan Terhadap Ketahanan Pangan. Jurnal Agro Ekonomi, Volume 24 No. 2, Oktober 2006 : 157-177.

Kariyasa, Ketut. & Sinaga, Bonar M. (2004). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pasar Jagung di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi, Volume 22 No.2, Oktober 2004 : 167 – 194.

Minot N. (2011). Transmission of world food price changes to markets in Sub-Saharan Africa. IFPRI Discussion Paper 01059 January 2011. Markets, Trade and Institutions Division International Food Policy Research Institute.

Pusdatin Kementan. (2016). Outlook Komoditas Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan : Jagung. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Jakarta.

Rachman, Benny. (2003). Dinamika Harga Dan Perdagangan Komoditas Jagung. Soca: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. Vol. 3, No. 1 Februari 2003.

Rapsomanikis G, Hallam D, Conforti P. (2003). Market Integration And Price Transmission In Selected Food And Cash Crop Markets Of Developing Countries: Review And Application. Rome, Italy : FAO Commodity Market Review [Internet]. [diunduh 28 Oktober 2020]. Tersedia pada : http://www.fao.org/3/y5117e/y5117e0 6.htm#bm06

Ravallion M. (1986). Testing Market Integration. American Journal of Agricultural.

Sari, IN., Winandi, R., Atmakusuma, J. (2012). Analisis Efisiensi Pemasaran Jagung Di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Forum Agribisnis Vol 2 No 2 September 2012.

Sulaiman, A. Kariyasa, I.Hoerudin. Subagyono,K. & Bahar, F. (2017). Cara Cepat Swasembada Jagung. Bogor : IAARD Press.

Vavra, P. Goodwin, BK. (2005). Analysis Of Price Transmission Along The Food Chain. Working Paper No. 3. France: OECD Publishing.

Vinuya FD. (2007). Testing for market integration and the law of one price in world shrimp markets. Aquaculture Economics and Management. 11(3): 243-65.

Winarno, Wing Wahyu. (2017). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews. Yogyakarta (ID): UPP STIM YKPN.

Downloads

PlumX Metrics

Published

29-09-2021

How to Cite

Sari, M. P., Deliana, Y., & Rochdiani, D. (2021). Integrasi Pasar Jagung di Indonesia. Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi Dan Agribisnis, 5(2), 147–160. https://doi.org/10.30737/agrinika.v5i2.1967

Issue

Section

Articles