PENGARUH JARAK TANAM DAN TINGGI RENDAHNYA TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI TEMBAKAU KASTURI

TJATUR PRIJO RAHARDJO(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


RINGKASAN

Tujuan penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh jarak tanam dan tinggi pangkasan Terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Dalam percobaan ini varietas tembakau yang digunakan adalah varietas Kasturi GG, yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Dati II Jember. Percobaan dilakukan di Dusun Brumbun, Desa Lamongrejo, Kecamatan Alqimbang, Kabupaten Lamongan. Jenis tanah asosiasi regosol klabu dan latosol coklat, pH tanah netral (6,3). Rata-rata curah hujan selama berlangsungnya percobaan adalah 107 mm/bulan dan rata-rata hari hujan 8,3 hari. Percobaan dilaksanakan pada akhir april 2017 sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu jarak tanam dan tinggi pangkasan. Faktor jarak tanam terdiri dari tiga tingkat, yaitu J1 (Jarak tanam 90 x 40 cm), J2 (Jarak tanam 90 x 50 cm), J3 (Jarak tanam 90 x 60 cm). Sedangkan pemangkasan dari 4 tingkat F1  (hanya karangan bunga yang dipangkas), F2 (karangan bunga + dua daun dibawahnya dipangkas), F3 (karangan bunga + empat daun dibawahnya dipangkas), F4 (karangan bunga + enam daun dibawahnya dipangkas). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kecuali dalam hal warna krosok, baik jarak tanam maupun tinggi pangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap kuantitas dan kualitas produksi. Kecuali dalam hal tebal daun dan warna krosok, pada umumnya terdapat interaksi yang sangat nyata antara jarak tanam dan tinggi pangkasan.

Kata kunci: Tembakau Kasturi


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Anonim (1978). Hubungan Intensitas Curah Hujan Dengan Produk Tembakau Vorstenlands, Berita Lpp (4) ; 158-162.

_________ (1980). Jenis-Jenis Unggul Tembakau Rakyat, Warta Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2 (4) 1980 ; 5-6.

_________ (1981). Akibat Hujan Berrlebihan Produksi Tembakaku Rakyat Di Jatim Bakal Merosot, Harian Kompas 8 Agustus 1981; 5-9.

Abdullah Achmad (1973). Usaha-Usaha Peningkatan Mutu Tembakau Rakyat Melalui Penelitian. Pemberitaan Lpti. Bogor (14) ; 20-47.

Abdulrachman (1976). Beberapa Varietas Unggul Tembakau Virginia, Sajian Diskusi Tembakau I Sindikat Perkebunan Jateng Dan Diy, Yogyakarta ; 4p.

Adisewojo (1970). Bercocok Tanam Tembakau. Sumur Bandung, Bandung ; 54p.

Auzay Hamid (1970); Tinjauan Umum Mengenai Rajangan Kendal, Menara Perkebunan (39/1-2) ; 7 -13.

Auzay Hamid Dan Hobir (1979). Peranan Penelitian Dan Pengetrapan Hasilnya Dalam Rangka Pengembangan Tembakau Rakyat, Lpti Bogor ; 23p

Bleasdale, J.K.A. (1978). Plant Physiology In Relation To Horticulture, Mac.Millan Ltd.,London, Basingatroke. 144p.

Chudry, A.H ; Mushi, Z ; Soomro, A.A. (1969). Influence Of Plant Spacing On Growth And Yield Performance Of Biditobacco (Nicotiana Tabacum) Pak.J.Sci.Res.21 (1-2), 19-28, Abatr. Dalam Tobacco Abstract (Juni,1972) 4p

Elliot, J.M. (1975). The Effect Of Stage Of Topping Fluecured Tobacco On Certain Properties Of The Cured Leaves And Smoke Characteristies Of Cigarette. Tobacco Sci. 19 : 7-9.

__________ (1976). Effects Of Height Of Topping And Plant Spacing Of Flue-Cured Tobacco On Certain Properties Of The Cured Leaves And Smoke Characteristics Of Cigarette, Can.J.Plant Sci. 56 ; 161-167.

Garker, W.W. (1951). The Productions Of Tobacco, Mc. Graw Hill Book Co.Inc.,New York, Toronto, London, Revised First Edition ; 520p.

Hartaka, 1 (1976). Variabilitas Empat Sifat Agronomi Beberapa Jenis Tembakau Cerutu Besuki, Balai Penelitian Perkebunan Bogor, Sub Balai Budidaya Jember, Menara Perkebunan 44 (4) ; 173-177

__________ (1978). Budidaya Tembakau Cerutu I Masa Pra Panen. Balai Penelitian Perkebunan Bogor, Sub Balai Penelitian Budidaya Jember ; 107p

__________ (1980). Budidaya Tembakau Cerutu Ii Masa Lepas Panen. Balai Penelitian Perkebunan Bogor, Sub Balai Penelitian Budidaya Jember ; 113p

Kaslan Tohir (1951). Pedoman Bercocok Tanam. Balai Pustaka, Jakarta ; 276p.

Lamprecht ; A.H.Botha ; C.J.H Pretorius Dan P.J. Shawe (1976). The Effect Of Increased Plant Population And Leaf Numbere Per Hectare On Yield And Quality Of Flue-Cured Tobacco, Agroplantae 8 ; 29-34.

Lamprecht ; A.H.Botha ; C.J.H Pretorius Dan M.C.De Beer (1979). The Effect Of Apacing And Topping Of Plants On The Growth, Yield And Value Of Low Profile Flue-Cured Tobacco, Agroplantae 11; 29-33.

Sastrapradja (1978). Tanaman Industri, Lembaga Biologi Nasional, Lipi Bogor, 132p.

Seltmann, Heinz ; Harold Ross Dan Luther Shaw (1969). Time Of Topping And Methods Of Suckering On Yield Value And Alkaloid Content Of Burley Tobacco, Tobacco, Sci. 13; 6-9.

Sitanggang, J.M. (1976). Efek Kalium Pada Daya Bakar Tembakau Cerutu, Usu Kulture 11 (63/64) Agust/Sept ; 3-7.

Soeharsono Dan Djarir (1976). Pentingnya Pembakuan Tembakau Rajangan Untuk Meningkatkan Kualitas. Diskusi Tembakau I Sindikat Perkebunan Jateng, Diy Di Lpp. Yogyakarta, 17-18 Maret ; Paper 1, 4 Dan 9.

Sri Setyati Harjadi (1979). Pengantar Agronomi, Pt Oramedia, Jakarta ; 276p

Syukri (1976). Usaha-Usaha Pengembangan Tembakau Indonesia, Sajian Diskusi Tembakau I Sindikat Perkebunan Jateng, 17-18 Maret 1976, Yogyakarta ; 29p.

Weaver, J.E. Dan F.E.Cleambats (1978). Plant Ecology, Tata Mc.Publ.Co.Ltd.,New Delhi, 610p.


Article Metrics

Abstract view : 20 times
PDF - 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.