MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA KOMBINASI PERLAKUAN BHOKASHI DAN PUPUK NPK

Saptorini Saptorini(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


RINGKASAN

Kombinasi Bokashi dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, sehingga dalam pemupukan perlu dicari kombinasi Bokashi dan pupuk NPK  yang tepat untuk tanaman mentimun agar dapat tumbuh baik dan berproduksi tinggi. Rancangan perlakuan dalam penelitian ini adalah faktorial dan rancangan lingkungan Acak Kelompok. Faktor Pertama: dosis bokashi terdiri dari 3 level dan faktor ke dua pupuk NPK, terdiri dari 3 level, masing-masing perlakuan kombinasi diulang tiga kali.   Faktor pertama dosis Bokashi (B), terdiri dari  B1: Dosis Bokashi 0 ton per hektar; B2 : Dosis Bokashi 5 ton / hektar. B3 : Dosis Bokashi 10 ton / hektar.   Faktor kedua dosis pupuk NPK (N), terdiri dari: N1: Dosis pupuk NPK  200 kg / hektar; N2 : Dosis pupuk NPK 300 kg / hektar; N3 : Dosis pupuk NPK 400 kg / hektar. Pengamatan dilakukan mulai tanaman umur 10 hst meliputi: 1. Jumlah daun;  2. Panjang tanaman (cm); 3. Berat buah  per tanaman; 4.Jumlah buah per tanaman, dan  5. Berat buah per petak. Hasil analisis statistik terjadi interaksi nyata dari perlakuan Bokashi dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Harmony pada semua parameter pengamatan. Kombinasi Bokashi 10 ton  dan pupuk NPK 300 kg per hektar (N2B3) menghasilkan rata-rata jumlah daun, panjang tanaman, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman maupun berat buah per petak yang paling tinggi. Rerata berat buah per petak yaitu 49,80 kg atau 88,93 ton buah segar per hektar, dan tidak berbeda nyata dengan N3B2 ­ ­(47,12 kg)  ­dan ­ N3B3  ­(45,98 kg).

Kata Kunci: Bokashi, NPK


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1994. Hasil-hasil Pengujian Efective Mikroorganisme 4 pada Tanaman Bawang Merah, Bawang Putih dan Semangka. Songgolangit Persada. Jakarta.

Arief Prahasta Soedarya. 2009. Agribisnis Mentimun. (Budidaya-usaha pengelolaan). CV Pustaka Grafika. Bandung.

Benson 1996, Pengaruh Pemberian Pupuk dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Generatif, UNIBRAW, Malang.

Buckman, HD and Brady, N.C. 1982. Ilmu Tanah (Terjemahan Sugiman). Bharata Karya Aksara. Jakarta. P 786.

Chiu Chien Chung dkk. 1993, Tanah dan Pupuk, Agricultural Tecnical Mission Republik Of China (ATM-ROC).Chung Hsin University, Taiwan.

Dwijo Seputro 1983. Anilisis Pertumbuhan Tanaman. Simplex. Jakarta.

Hadijaya D., 1994. Hasil Analisa EM¬4. Laboratorium Terpadu Divisi Mikrobiologi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.¬

Nutika, 1992. Pengaruh Pupuk NPK dan Sumber Pupuk Organik Terhadap Populasi dan Hasil Tomat. Buletin Panel Hortikultura. Jakarta.

Rukmana R. 2001. Budidaya Ketimun, Cetakan ke 5. Kanisius, Yogyakarta.

Setyomidjoyo 1986. Pupuk dan Pemupukan Tanah Pertanian, Implex, Jakarta.

Soemarno 1986, Dasar - Dasar Ilmu Tanah dan Pemupukan, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Unibraw, Malang.

Surianta 1988, Pupuk dan Pemupukan, Aksara, Bandung.

Sutedja 1988, Gejala Kekurangan Unsur Hara pada Tanaman Kacang Tanah, Simplex, Jakarta.

Umpel, G.J., 1997. Pengalaman Penerapan Teknologi EM. Seminar Nasional Pertanian Organik. Jakarta. 17 hal.

Wididana. 1994. Penerapan Teknologi EM dalam Bidang Pertanian di Indonesia. Songgolangit Persada. Jakarta.


Article Metrics

Abstract view : 52 times
PDF - 32 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.