Analisa Keuntungan UKM Tenun Bandar Kecamatan Mojoroto Kota Kediri

Wiwiek Andajani(1*), Widi Artini(2),

(1) Faculty of Agriculture, Kadiri University
(2) Faculty of Agriculture, Kadiri University
(*) Corresponding Author

Abstract


SMEs or MSMEs have an important role for the Indonesian economy, this can be seen and proven when the Indonesian monetary crisis occurred in 1997, when one by one large companies collapsed, the SME or MSME business did not waver, even became the backbone of the economy at that time, because more dynamic than large companies. Based on BPS data in 2014, the number of MSMEs in Indonesia was 57.89 million units and provided 96.99% job opportunities. According to the World Bank, Indonesia's livelihoods depend heavily on the SME sector. Seeing this, the Kediri City Government really cares about and encourages the development of industrial potential, one of which is the bandar ikat industry, as well as preserving the culture of ikat weaving. This is interesting to do research. The objectives of this study are (1) to determine the advantages of the bandar ikat producer and (2) to determine whether the bandar ikat producer business is worthy of obtaining venture capital. The method of determining the area is purposive, namely Bandar Kidul Village, Mojoroto District, Kediri City, because it is a centre for weaving production, while the sampling is purposive sampling and saturated sampling, namely 10 (ten) weavers who are members of the Joint Venture. The results and the discussion show that the profit per day for the bandar ikat producer; cotton material IDR819,846.19; silk material IDR775,690.97 and rayon material IDR384,771.48 and are eligible for capital or additional capital.

UKM atau UMKM mempunyai peran penting bagi perekonomian Indonesia, ini bisa dilihat dan terbukti ketika terjadi krisis moneter yang Indonesia di tahun 1997, di saat satu persatu perusahaan besar tumbang, bisnis UKM atau UMKM tidak goyah, bahkan menjadi tulang punggung perekonomian saat itu, karena lebih dinamis daripada perusahaan besar. Berdasarkan data BPS tahun 2014 jumlah UKM di Indonesia 57,89 juta unit dan memberikan kesempatan kerja 96,99 %. Menurut World Bank, Indonesia sumber penghidupannya sangat bergantung pada sektor UKM. Melihat ini Pemerintah Kota Kediri sangat peduli dan mendorong perkembangan potensi industri, salah satunya industri tenun ikat bandar, sekaligus melestarikan budaya tenun ikat. Ini yang menarik untuk dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keuntungan produsen tenun ikat bandar dan (2) untuk mengetahui apakah usaha produsen tenun ikat bandar tersebut layak memperoleh modal usaha. Metode penentuan daerahnya secara purposive, yaitu Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, karena merupakan sentra produksi tenun ikat, sedang pengambilan sampelnya secara purposive sampling dan sampling jenuh, yaitu sebanyak 10 (sepuluh) penenun yang tergabung dalam Usaha Bersama. Hasil dan pembahasan diperoleh bahwa keuntungan per harinya untuk produsen tenun ikat bandar; bahan katun Rp819.846,19; bahan sutra Rp775.690,97 dan bahan rayon Rp384.771,48 serta layak untuk mendapatkan modal atau tambahan modal.

 


Keywords


benefit; micro small medium enterprises; weaving

Full Text:

PDF

References


Andriani, N., & Fahminannsih, F. (2013). Branding Sentra Kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul. Jurnal CREATEVITAS, 181–194.

Badan Pusat Statistik. (2015). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Usaha Besar (Ub) Tahun 2012 – 2017. http://www.depkop.go.id/uploads/tx_rtgfiles/SANDINGAN_DATA_UMKM_2012-2017_.pdf

Budiarto, R., Putero, S. H., Suyatna, H., Astuti, P., Saptoadi, H., Ridwan, M. M., & Susilo, B. D. (2015). Pengembangan UMKM Antara Konseptual dan Pengalaman Praktis. Gadjah Mada University Press.

Condro, N., Bedjo, B. T., & Banindro, B. (2014). Perancangan Buku Tenun Ikat Bandar Kidul Kediri. DKV Adiwarna.

Edie, T. M. (2011). Tenun Ikat dan Songket. Pelita Hati.

Febriantoro, W. (2018). Kajian dan Strategi Pendukung Perkembangan E-Commerce bagi UMKM di Indonesia. Jurnal Manajerial, 184-207.

Humaira, I., & Sagoro, E. M. (2018). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, dan Kepribadian terhadap Perilaku Manajemen Keuangan pada Pelaku UMKM Sentra Kerajinan Batik Kabupaten Bantul. Jurnal Nominal, 96–110.

Indonesia, C. T. (2010). TENUN Handwoven Textiles Of Indonesia. (1sted ed.). BAB PUBLISHING INDONESIA.

Ismanto, H. (2016). Analisis Kinerja Keuangan UMKM Tenun Ikat Troso Jepara. Jurnal Economia, 159–166.

Ismanto, H., Tamrin, M. H., & Pebruary, S. (2018). Pendampingan Usaha Kecil dan Menengah Tenun Ikat Troso dalam Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Produk Kain. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 79–89.

Ivana, F. (2015). Perancangan Website Tenun ikat dari Desa Troso Jepara Jawa Tengah. Jurnal DKV Adiwarna.

Langi, Park, K. C., & Shinmi. (2016). Analysis on Characteristics of Ancient Indonesian Textiles (II) –Focus on the Techniques and the Patterns of the ‘Sacred Cloths.’ Journal of the Korean Society of Costume, 34–49.

Moniharapon, G., Dektisa, A. H., & Arini, B. D. M. (2018). Perancangan Fashion Kain tenun Ikat Kepulauan Tanimbar dan Media Pendukungnya. Jurnal DKV Adiwarna, 1–11.

Nadek, Y. F., & Lutfiati, D. (2018). Minat Konsumen pada Tenun Ikat NTT di Sentra Tenun Ikat Ina Ndao Kota Kupang. Jurnal Tata Busana, 100–105.

Pulungan, E. (2016). Pengembangan Tenun Ikat Komunitas Kaine’e Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Model Quadruple Helix. Jurnal Aspirasi, 7(2), 199–208.

Sadevi, L. W., & Singke, J. (2015). Perkembangan Ragam Hias, Motif, dan Warna Tenun Ikat Gringsing di Desa Tenganan Pegringsingan, Bali. Jurnal Tata Busana, 120–125.

Seran, W., & Hana, Y. W. (2018). Identifikasi Jenis Tanaman Pewarna Tenun Ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Agribisnis Perikanan, 1–8.

Siombo, M. R. (2019). Kearifan Lokal Dalam Proses Pembuatan Tenun Ikat Timor (Studi Pada Kelompok Penenun Di Atambua-Ntt). Bina Hukum Lingkungan, 4(1), 97–112.

Soekartawi. (2006). Agroindustri dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Raja Grafindo Persada.

Subandi. (2010). Ekonomi Koperasi Teori dan Praktek. Alfabeta.

Suci, Y. R. (2017). Perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 51–58.

Suroyah, I. A. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Produksi Industri Kecil Tenun Ikat di Kabupaten Jepara (Studi Kasus di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara). Jurnal Pendidikan Dan Ekonomi, 1–5.

Utami, N. S., & Adita, M. D. (2019). Pengenalan Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Bekal bagi Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan Dalam Menumbuhkan Jiwa wirausaha. Randang Tana : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 54–60.

Wardhani, F. T. Ratyaningrum, F. (2015). Tinjauan Kerajinan `Tenun Ikat di UD Al-Arif Desa Wedani Gresik. Jurnal Seni Rupa, 196–202.

Yasin, H., Nugraha, H. S., & Darwanto. (2015). Peningkatan Tata Kelola Ukm melalui Strategi Perbaikan Standar Mutu (Kasus UKM Tenun Ikat Troso Kabupaten Jepara). Prosiding Seminar Nasional Optimalisasi Peran Industri Kreatif Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Zeintatieni, A., & Nahari, I. (2014). Sarung Tenun Ikat Donggala Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Tata Busana, 46–58.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v3i1.632

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.30737/agrinika.v3i1.632.g1042

Article Metrics

Abstract view : 689 times
PDF - 620 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.