Analisis Kepadatan Lalu Lintas Berdasarkan Pengaturan Traffic Light (Studi Kasus Perempatan Bandar Kidul Kota Kediri)

Mohammad Khoiruddin Fauzi(1*), Heribertus Budi Santoso(2), Sri Rahayuningsih(3),

(1) Jurusan Teknik Industri, Universitas Kadiri
(2) Jurusan Teknik Industri, Universitas Kadiri
(3) Jurusan Teknik Industri, Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


Pengaturan lampu lalu lintas di persimpangan jalan sangat dibutuhkan untuk mengatur kelancaran arus kendaraan dan juga mengakomodir setiap kepentingan pengguna jalan. Masalahnya pengaturan sistem lalu lintas menggunakan model fixed time, menyebabkan perubahan kepadatan arus lalu lintas tidak mampu diprediksi oleh traffic light. Padahal beban arus yang berbeda pada sitiap lajur jalan menyebabkan inefisiensi dalam penggunaan jalur di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan kendaraan di persimpangan Bandar Kidul Kota Kediri berdasarkan pengaturan traffic light.
Penelitian ini dilakukan di Simpang Empat Bandar Kidul Kota Kediri. Populasi penelitian adalah seluruh kendaraan yang melewati Simpang Empat Bandar Kidul. Sampel penelitian adalah kendaraan yang melewati persimpangan Bandar Kidul pada waktu pengamatan penelitian pada tanggal 2-3 Juli 2017 pengamatan pagi, siang dan sore masing-masing selama satu jam pengamatan. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis menggunakan metode Greenshield dan analisis metode Webster.
Berdasarkan hasil analisis karakteristik kendaraan dengan menggunakan model Greenshield, didapat bahwa hari Senin pagi arah masuk dari Jalan Bandar Ngalim merupakan volume maksimum yang terbesar terjadi yaitu Vmax sebesar 303,58 smp/jam/lajur menuju jalan KH Wachid Hasyim dan jalan KH Agus Salim sedangkan volume maksimum pada jalan Bandar Ngalim terjadi pada hari Minggu Sore yaitu Vmax sebesar 191,51Smp/Jam/lajur. Berdasarkan analisis menggunakan metode Webster, waktu-nyala lampu hijau pada jalur utara atau fase 1 sebesar 29,37 detik, waktu-nyala lampu hijau pada jalur selatan atau fase 2 sebesar 29,98 detik, waktu-nyala lampu hijau pada jalur timur atau fase 3 sebesar 31,56 detik dan waktu-nyala lampu hijau pada jalur barat atau fase 4 sebesar 31,33 detik. Sedangkan untuk waktu-nyala lampu merah pada jalur utara atau fase 1 sebesar 97,80 detik, waktu-nyala lampu merah pada jalur selatan atau fase 2 sebesar 97,20 detik, waktu-nyala lampu merah pada jalur timur atau fase 3 sebesar 95,69 detik, dan waktu-nyala lampu merah pada fase barat atau fase 4 sebesar 95,80 detik.


Kata Kunci: Kepadatan Lalu Lintas, Pengaturan Traffic Light


Full Text:

PDF

References


Ditjen Bina Marga. 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tamin, Ofyar, 2000. Perencanaa Pemodelan dan Transportasi, Bandung: JTS, Institut Teknologi Bandung.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Yogyakarta: Pustaka Yustisia.

Webster, FV dan Cobbe, BM. 1996. Traffic Signals. Road Research Paperno 56. London: HMSO.


Article Metrics

Abstract view : 7 times
PDF - 5 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Flag Counter