Analisis Failure Mode And Effect Analysis Proyek X Di Kota Madiun

Aan Zainal Muttaqin(1*), Yudha Adi Kusuma(2),

(1) Jurusan Teknik Industri, Universitas PGRI Madiun
(2) Jurusan Teknik Industri, Universitas PGRI Madiun
(*) Corresponding Author

Abstract


Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah suatu prosedur terstruktur untuk mengidentifikasi dan mencegah sebanyak mungkin mode kegagalan. Suatu mode kegagalan adalah apa saja yang termasuk dalam kecacatan, kondisi diluar spesifikasi yang ditetapkan, atau perubahan dalam produk yang menyebabkan terganggunya fungsi dari produk (Gasperz, 2002). Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif dimana pengumpulan data didapatkan dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang berupa wawancara dan pengamatan langsung. Hasil yang didapat berupa 3 indikator risiko kritis tertinggi di proyek X yaitu perencanaan, kegiatan di workshop dan kegiatan pasca proyek dengan nilai 179,65; 170,85 dan 157,25.


Kata kunci: FMEA, risiko kritis.


Full Text:

PDF

References


Gasperz, V. 2002. Total Quality Management. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Larson, Erik W. dan Gray, Clifford F. 2011. Project Management: The Managerial Process. Mc Graw-Hill. New York.

Mardalis. 1995. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Bumi Aksara. Jakarta.

Setyadi, Indra., 2013. Analisis Penyebab Kecacatan Celana Jeans dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di CV Fragile Din Co. Skripsi. Universitas Widyatama. Bandung.


Article Metrics

Abstract view : 64 times
PDF - 87 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Flag Counter