Metode Pengeringan Terhadap Proses Produksi Simplisia Akar Murbei (Morus Alba Radix) dan Akar Kuning (Arcangelisia Flava Radix)

Authors

  • Cica Riyani Politeknik Muara Teweh
  • Nura Purnamasari Politeknik Muara Teweh
  • Elisabeth Dhiu Politeknik Muara Teweh

DOI:

https://doi.org/10.30737/jintan.v2i1.2194

Keywords:

Drying, Mulberry Roots, Simplicia, Yellow Roots

Abstract

The drying of mulberry roots and yellow roots is part of the stages of making simplicia. This drying aims to reduce the water content of the plant roots. The purpose of this study was to determine the effect of natural and artificial drying on simplicia processing mulberry and yellow roots. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatment was drying in an oven at a temperature of 40oC, 50oC, 60oC and heat from the sun. Each type of plant was tested separately. The results of the mulberry root research: the highest weight loss was in the T60 treatment (36%) and the lowest was in the TM solar heat treatment (31%), the lowest moisture content was in the T50 (2%) and TM (9%) treatment and the lowest ash content was the T40 treatment (2 %) and the highest is TM (3%). The results of the yellow root research: the highest weight loss was in the treatment T60 (51%) and the lowest was TM (24%), the lowest water content was T50 (4%) and the highest was TM (7%), the highest ash content was TM (3.8%) and lowest T50 (2.1 %).

 

Pengeringan akar murbei dan akar kuning adalah  bagian dari tahapan pembuatan simplisia. Pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dari akar tanaman tersebut.  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  pengeringan alami dan buatan terhadap pengolahan simplisa akar murbei dan akar kuning. Metode yang digunanakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan adalah pengeringan dengan oven pada suhu  40oC, 50oC, 60oC dan panas dari matahari. Masing-masing jenis tanaman diuji secara terpisah. Hasil penelitian akar murbei : susut bobot tertinggi pada perlakuan T60 (36%) dan terendah pada perlakuan panas matahari TM (31%), Kadar air terendah perlakuan T50 (2%) dan TM (9%) dan kadar abu terendah perlakuan T40 (2%) dan tertinggi TM (3%). Hasil penelitian akar kuning : susut bobot tertinggi pada perlakuan T60 (51%) dan terendah TM (24%), kadar air terendah T50 (4%) dan tertinggi TM(7%), kadar abu tertinggi TM (3,8%) dan terendah T50 (2,1 %).

References

Dharma, M. A., Nocianitri, K. A., dan Yusasrini, N. L. A. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia Terhadap Kapasitas Antioksidan Wedang Uwuh. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA).https://doi.org/10.24843/itepa.2020.v09.i01.p11

Fahmi, N., Herdiana, I., dan Rubiyanti, R. (2020). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Mutu Simplisia Daun Pulutan (Urena Lobata L.). Media Informasi. https://doi.org/10.37160/bmi.v15i2.433

Henjani, N., Fathurrahman, dan Hadi, Z. (2018). Efektivitas Ekstrak Temu Mangga (Curcuma mangga) Sebagai Senyawa Sitotoksik Dalam Kemopreventif Dan Strategi Kemoterapi. Dinamika Kesehatan.

Isnan, W., dan Muin, N. (2015). Tanaman Murbei : Sumber Hutan MultiManfaat. Info Teknis Eboni.

Lestari, R. F., Suhaimi, dan Wildaniah, W. (2018). Penetapan Parameter Standar Simplisia Dan Eekstrak Etanol Daun Kratom ( Mitragyna speciosa Korth) Yang Tumbuh Di Kabupaten Kapuas Hulu Dan Kabupaten Melawi. Jurnal Insan Farmasi Indonesia.

Manalu, L. P., dan Adinegoro, H. (2018). Kondisi Proses Pengeringan Untuk Menghasilkan Simplisia Temuputih Standar. Jurnal Standardisasi. https://doi.org/10.31153/js.v18i1.698

Maryani, M., Bungas, K., dan Anwar, H. (2020). Penggunaan Kombinasi Ekstrak Akar Saluang Belum (Lavanga sarmentosa) dengan Akar Kuning (Arcangelisia flava Merr) terhadap Daya Hambat Bakteri Aeromonas hydrophila Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi. https://doi.org/10.33087/jiubj.v20i3.1015

Naemah, D., dan Pudjawati, E. D. (2021). Keragaman Tanaman Berkhasiat Obat Di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rantau. Jurnal Hutan Tropis. https://doi.org/10.20527/jht.v9i1.10490

Qamariah, N., Handayani, R., dan Friskila, A. (2018). Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Batang Tumbuhan Saluang Belum Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Surya Medika. https://doi.org/10.33084/jsm.v4i1.168

Rusmawati, L., Rahmawan Sjahid, L., dan Fatmawati, S. (2021). Pengaruh Cara Pengeringan Simplisia Terhadap Kadar Fenolik Dan Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol 70% Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers.). Media Farmasi Indonesia. https://doi.org/10.53359/mfi.v16i1.171

Supomo, S., Sa`adah, H., Syamsul, E. S., dan Kintoko, K. (2020). Karakterisasi Parameter Spesifik Dan Parameter Non Spesifik Akar Kuning (Fibraurea tinctoria). Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS) Ilmu Farmasi Dan Kesehatan. https://doi.org/10.36387/jiis.v5i2.592

Utami, Y. P., Umar, A. H., Syahruni, R., dan Kadullah, I. (2017). Standardisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Leilem ( Clerodendrum. Journal of Pharmaceutical and Medicinal Sciences.

Waryono, T. (2019). RINGKASAN Puding merah (Gruptophyllum pictum L Griff). Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal).

Downloads

PlumX Metrics

Published

28-01-2022

How to Cite

Riyani, C., Purnamasari, N., & Dhiu, E. (2022). Metode Pengeringan Terhadap Proses Produksi Simplisia Akar Murbei (Morus Alba Radix) dan Akar Kuning (Arcangelisia Flava Radix). JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional, 2(1), 95–102. https://doi.org/10.30737/jintan.v2i1.2194

Issue

Section

Articles