EFEKTIVITAS PEMBERIAN JAHE DAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI ASRAMA ABIM KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI TAHUN 2016

Ria mei Anggraeni(1*), Dhita kris Prasetyanti(2), Siti aminah(3),

(1) Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
(2) Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
(3) Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


Dysmenorrhea is a pain during menstruation characterized by cramps in the lower abdomen. Based on the preliminary survey through interview on 10 female teenagers in Asrama Abim at October 28th , 2016, the result showed that 7 (70%) teenagers had dysmenorrhea and 3(30%) did not have dysmenorrhea. The objective of this research is to know the effectiveness of ginger and tamarind curcuma in reducing dysmenorrhea in Asrama Abim Mojoroto sub district Kediri City in 2016. The research design used Quasy Experiment. The population were 32 female teenagers in Asrama Abim taken through accedental sampling. The sampels divided into two group which group of 16 teenagers given ginger and two group of 16 given tamarind curcuma. The research instrument used Numerical Rating Scale (NRS) and obervation sheet. Research result analyzed by Wlcoxon Signed Rank and Mann-Whitney Signed Rank Tests. Based on the result (p=0,000<0,05) showed that there is effectiveness before and after given ginger on dysmenorrhea, and there is effectiveness before and after given tamarind curcuma on dysmenorrhea. The result of analysis showed that ginger is more effective in reducing there is dysmenorrhea of female teenagers in Asrama Abim Mojoroto Sub district Kediri City in 2016. It is expected for respondents to use ginger to relieve the pain of dysmenorrhea, which a non-pharmacologic is easy to use and effective in reducing the physical complaints of menstruation.

 

Keywords: Ginger, Tamarind Curcuma, Dysmenorrhea, and teenage girl.


Full Text:

PDF

References


Anurogo, D & Wulandari, A. (2011). Cara jitu mengatasi nyeri haid. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Ardinintyas, Lisa. (2012) Perjalanan Bidan (Internet) Mei, 16 (5), bersumber dari: (Diakses tanggal 26 September 2016)

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi 6: Jakarta: Rineka Cipta.

Astawan, M. (2009). Sehat dengan hidangan kacang dan biji-bijian.

Bogor: Penebar Swadaya.

Bobak, I.M. Lowdrmik, D.L.,&Jense, M.D. (2004). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC.

Harwati. (2010). T. Khasiat Jahe Bagi Kesehtan Tubuh Manusia. Retrieved from

(Diakses tanggal 26 september 2016)

Hermani & Winarti. (2011). C. Kandungan Bahan Aktif Jahedan Pemanfaatannya dalam Bidang Kesehatan: Balai Besar Penelitiandan Pengembangan Pasca Panen Pertanian.

Hariana, A. (2013). Tumbuhan obat dan khasiatnya. Jakarta: Penebar swadaya.

Hurlock, (2007). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan sepanjang rentang kehidupan, penerjemah: Istiwidayanti: Jakarta: Erlangga.

Kelly, Tracey. 2007. 50 Rahasia Alami Meringankan Sindrom Pramenstruasi.

Jakarta :Erlangga.

Lie, S. (2004). Terapi vegetarian untuk penyakit kewanitaan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya

Marlina, E. (2012). Pengaruh minuman kunyit terhadap tingkat nyeri disminore primer pada remaja putri di SMA N 1 Tanjung Mutiara Kab. Agam. (2015). Jurnal Penelitian Kunyit. Fakultas Kesehatan Gorontalo.

Manuaba, L.B.G., Dkk.(2009). Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: Buku Kedokteran: EGC.

Nikmah, A. N. (2018) ‘Pengaruh Abdominal Sretching Terhadap Perubah Nyeri DismenoreA PRIMER PADA REMAJA PUTRI’, Jurnal Kebidanan Malahayati, 4(3).

Ozgoli, G., Goli, M. Moattar F. (2009). Comparison of effects of ginger, mefanamic acid, and ibuprofen on pain in women with primary dysmenorrhea. Journal The Effect of Ginger.

Vol 3:3;396-404

Paimin F.B dan Murhananto. (2008). Seri Agribisnis Budidaya, Pengolahan,Perdagangan Jahe. CetakanXVII. Jakarta: Penebar Swadaya.

Potter, P.A., & Perry, A.G.(2009)Fundamental Keperawatan, Edisi 7:Jakarta:Salemba Medika.

Proverawati dan Misaroh. (2009). Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna.

Yogyakarta:Nuha Medika.

Restu. (2009). Kompoisis Kunyit. www. Anneahira.com (download : 5 Januari 2010).

Setyawan, Budi. (2015). Peluang Usaha Budidaya Jahe. Yogyakarta: Baru Press.

Simanjuntak, Pandapotan, (2008). Gangguan Haid dan Siklusnya. Dalam: Prawirohardjo, Sarwono, Winkjosastro, Hanifa, edisi 6. Ilmu Kandungan.Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 229-232.

Sina, M. Yusuf. (2012). Khasiat super minuman alami tradisional beras kencur & kunyit

asam menyehatkan dan menyegarkan tubuh tanpa efek samping. Yogyakarta : Diandra Pustaka Indonesia.

Sinclair, C. (2009). Buku Saku Kebidanan. Jakarta: EGC

Trubus. 2012. Herbal Indonesia Berkhasiat, Volume 10. Depok : PT Trubus Swadaya.

Widya. (2007). Ektraksi Oloresin Dari Jahe Academia. Edu.6

Widyastuti. (2009). Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitra Maya.

Wilson, L. M. & Price, S.A. (2006). Patofisologi: konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Wiknjosastro, H., dkk. (2009). Ilmu Kandungan. Edisi 9. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jumakes.v1i1.456

Article Metrics

Abstract view : 525 times
PDF - 872 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.