PENGARUH AIR JAHE TERHADAP LOW BACK PAIN PADA PEKERJA SAWIT

Berta Oresye(1*), Sri Haryuni(2), Indah Jayani(3),

(1) Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kadiri
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


RINGKASAN

 

 

Low Back Pain adalah gangguan musculoskeletal yang ada pada daerah punggung bawah yang disebabkan oleh berbagai penyakit dan aktivitas tubuh yang kurang baik.. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi keluhan low back pain ini adalah pemberian  air jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian  air jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita low back pain. Penelitian ini bersifat pre-experimental dengan rancangan pre-test and post-test one group design. Subjek penelitian ini adalah 30 pekerja panen sawit, yang diambil dengan menggunakan purpossive sampling dengan kriteria inklusi berusia 20- 45 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan pre dan post pada kelompok perlakuan. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji T berpasangan (paired t test) jika tidak memenuhi syarat menggunakkan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p value adalah 0,000 yang berarti nilai p <0,05. Artinya terdapat pengaruh air jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita low back pain pada pekerja sawit di Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Disarankan pada pekerja sawit di kecamatan Bulik kabupaten Lamandau dapat  menggunakan air jahe sebagai salah satu alternatif pengobatan untuk mengurangi low back pain.

 

Kata Kunci: Air jahe, Low Back Pain.

 

ABSTRACT

 

 

Low Back Pain is a musculoskeletal disorder which located at the lower-back, is caused by several of diseases and many of bad activities of the body. One of the non-pharmacological therapies that can be used in reducing the low back pain’s suffer of the patients is ginger  water. This research aim is to find out the effect of ginger  water to decrease pain intensity in the low back pain patient. This research is pre-experimental with the design of the pre-test and post-test one group design. The subjects of this research are 30 palm oil harvest workers, which are taken using purposive sampling with inclusion criteria 20-45 years of age. The data is taken by pre and post in the treatment group. Furthermore, the data will be analyzed by using paired T test, if this test is not required, using Wilcoxon test. The results of this research indicates that the p value is 0,000, it means that the value of p <0.05, so that there is an effect of ginger water towards decreasing of pain intensity for low back pain patient in oil palm workers, in Bulik Sub-district of Lamandau Regency. Therefore, it is recommended that the oil palm workers in Bulik, be able to use ginger  water as an alternative treatment in reducing low back pain.

 Key Words: Ginger  water, Low Back Pain.

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S., 2011. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Asmadi, 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC.

Azis, 2009. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.

Gusetoiu, R., 2011. Muskuloskeletal Disorder In Agriculture. Jurnal Of Occupational Medicine.

Hani & Riwidikdo, 2007. Fisika Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendikia.

Harsono, 2007. Kapita Selekta Neurologi hal 268. 2 penyunt. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hidayat & Uliyah, 2006. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.

Hartono,dkk, 2013. Hukum ketenagakerjaan bidang hubungan kerja. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Hal 39

Kaur, K., 2015.. Prevalensi Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Petani, Volume ISM, VOL. 5 NO.1, Januari-April, pp. HAL 49-59.

Kismiati, Y., 2009. Perawatan Ibu Hamil (Asuhan Ibu Hamil). Yogyakarta: Fitramaya.

Kusyati, E., 2006. Ketrampilan dan Prosedur Laboratorium. Jakarta: EGC.

Noor, Z., 2011. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. 2 penyunt. Jakarta: Salemba Medika.

P.J.M, S., 2007. Ilmu Keperawatan. Jakarta: EGC.

Patrjaningrum, M., Oktaliansah, E. & Surahman, E., 2015. Prevalensi dan Faktor Resiko Nyeri Punggung Bawah di Lingkungan Kerja Anestesiologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Anestesi Perioperatif, Volume 3, pp. 47-56.

Payuk, D. &. W., 2011. Hubungan Faktor Ergonomis Dengan Beban Kerja Pada Petani Padi Tradisional Di Desa Cogo Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jurnal Unhas, Volume Vol 1

Perry, P., 2008. Buku Ajar Fundamental Keprawatan. Jakarta: Nuha Medika.

Perry, P., 2009. Fundamental Of Nursing. 7 penyunt. Jakarta: Salemba Medika.

Pratiwi, S. K. &. M., 2009. Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Penjual Jamu Gendong. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, Volume Vol.4, no.1.

Risyanto, 2008. Pengaruh Lamanya Posisi Kerja Terhadap Keluhan Subyektif Low Back Pain Pada Pengemudi Bus Kota di Terminal Giwangan.

Silviyani, V., Susanto, T. & Asmaningrum, N., 2014. Hubungan posisi Bekerja Petani Lansia dengan Resiko Terjadinya Nyeri Punggung Bawah di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe Kabupaten Jember. Hubungan Posisi Bekerja Petani Lansia Dengan Terjadinya.

Widyastuti, R., 2009. Analisa Pengaruh Aktifitas Kerja Dan Beban Angkat Terhadap Kelelahan Muskuloskeletal. Gema Teknik, Volume 2, pp. 28-29.

Zakiyah, A., 2015. Nyeri Konsep dan Penatalaksanaan dalam Praktik Keperawatan Berbasis Bukti. Jakarta: Salemba Medika.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jumakes.v1i2.758

Article Metrics

Abstract view : 54 times
PDF - 142 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.