Pengaruh Penambahan Abu Kayu Dan Abu Bambu Terhadap Kepadatan Tanah Lempung

Vella Maulina Kris Putri(1), Agata Iwan Candra(2*), Ahmad Ridwan(3),

(1) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(2) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(3) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


The soil has an important role in construction, namely as the loading of soil on clay. It is necessary to improve the nature of the shrinkage. The authors conducted the study to increase the strength of clay by adding wood ashes and bamboo ashes. Wood ash and bamboo ash have pozzolan properties expected to add power to clay when weighted, would drop significantly.  Material compares in this study using a mix of wood ash and bamboo ash with a variation of 0%, 4%, 8%, and 12%. Meanwhile, the clay soil is taken directly from the ravaged area, from bulging villages, from the grid district. The results showed that the soil is categorized as montmorillonite soil with properties that can damage light structures and road surface runoff. After adding wood and bamboo ash, it showed optimum results of 12% of the dry fixed test items showing a liquid limit’s value at 41,00%, plastic limit at 28,43%, and the net value of plastic limit at 12,57%. When testing for solidification using native soil at a dry volume of 7,91, gr/cm rainfall can increase by 10,42 gr/cm additives after adding 12% of wood ash and bamboo ash.

Tanah memiliki peran penting dalam konstruksi yaitu sebagai pembebanan tanah pada tanah liat. Perlu untuk memperbaiki sifat penyusutan. Penulis melakukan penelitian untuk meningkatkan kekuatan tanah liat dengan cara menambahkan abu kayu dan abu bambu. Abu kayu dan abu bambu memiliki sifat pozzolan yang diharapkan dapat menambah kekuatan pada tanah liat saat tertimbang, akan turun secara signifikan. Perbandingan material dalam penelitian ini menggunakan campuran abu kayu dan abu bambu dengan variasi 0%, 4%, 8%, dan 12%. Sementara itu, tanah lempung diambil langsung dari area yang rusak, dari desa-desa yang menggembung, dari grid distrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tersebut dikategorikan sebagai tanah montmorillonite dengan sifat yang dapat merusak struktur ringan dan aliran permukaan jalan. Setelah dilakukan penambahan abu kayu dan bambu didapatkan hasil optimum dari 12% benda uji tetap kering yang menunjukkan nilai batas cair 41,00%, batas plastis  28,43%,   dan   nilai   bersih   batas  plastis  12,57%.   Pada pengujian solidifikasi menggunakan tanah asli pada volume kering 7,91 gr / cm curah hujan dapat meningkat sebesar 10,42 gr / cm aditif setelah penambahan 12% abu kayu dan abu bambu.


Keywords


Bamboo Ash; Clay Soil; Soil Density; Wood Ash

Full Text:

PDF

References


B. M. Das, N. Endah, and I. B. Mochtar, MEKANIKA TANAH(Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik). 1995.

A. T. Putri, S. Winarto, and A. Ridwan, “Pengaruh penambahan abu ampas tebu & arang batok kelapa terhadap stabilisasi daya dukung tanah,” Jurmateks, vol. 3, no. 1, pp. 119–129, 2020.

M. S. Deepak, S. Rohini, B. S. Harini, and G. B. G. Ananthi, “Influence of fly-ash on the engineering characteristics of stabilised clay soil,” Mater. Today Proc., no. xxxx, 2020, doi: 10.1016/j.matpr.2020.07.497.

L. Afriani and I. Herman, “Study Analisis Penurunan Tanah Lempung Lunak dan Lempung Organik Menggunakan Pemodelan Matras Beton Bambu dengan Tiang.”

A. Behnood, “Soil and clay stabilization with calcium- and non-calcium-based additives: A state-of-the-art review of challenges, approaches and techniques,” Transp. Geotech., vol. 17, no. July, pp. 14–32, 2018, doi: 10.1016/j.trgeo.2018.08.002.

C. Makki, “Pengaruh Kejenuhan Air Tanah Lempung Organik dengan Kuat Geser Tanah Menggunakan Alat Vane Shear dan Direct Shear Tanah Organik adalah merupakan tanah yang mengandung banyak komponen organik , ketebalannya dari beberapa meter hingga puluhan meter di bawah,” J. Unila, vol. 6, no. 1, 2018.

D. S. Vijayan and D. Parthiban, “Effect of Solid waste based stabilizing material for strengthening of Expansive soil- A review,” Environ. Technol. Innov., vol. 20, p. 101108, 2020, doi: 10.1016/j.eti.2020.101108.

L. Bruno, “PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI BOJONEGORO,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2019, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

A. Gunarso and R. Nuprayogi, “Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif dengan Campuran Larutan NaOH 7,5%,” J. Karya Tek. Sipil, vol. 6, no. 2, pp. 238–245, 2017.

R. Indera K, E. Mina, and T. Rahman, “STABILISASI TANAH DENGAN MENGGUNAKAN FLY ASH DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS (Studi Kasus Jalan Raya Bojonegara, Kab. Serang),” J. Fondasi, vol. 5, no. 1, 2016.

A. Prabowo, “PENGARUH STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN KAPUR DAN MATOS TERHADAP KUAT GESER DAN KONSOLIDASI TANAH GAMBUT,” Dsp. UII, 2018.

G. MAULANA and I. N. HAMDHAN, “Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Campuran Renolith dan Kapur,” Reka Racana J. Online Inst. Teknol. Nas., vol. 2, no. 4, pp. 11–21, 2016.

H. Santoso, Y. Cahyo, and A. Ridwan, “Penelitian stabilitas struktur tanah lempung bersifat monmorillonite menggunakan limbah ampas kopi,” Jurmateks, vol. 3, no. 1, pp. 108–118, 2020.

D. Fiantis, MORFOLOGI DAN KLASIFIKASI TANAH. 2015.

R. I. Kurniawan, A. Ridwan, S. Winarto, and A. I. Candra, “PERENCANAAN PONDASI TIANG ( Studi Kasus HOTEL MERDEKA TULUNGAGUNG ),” Jurmateks, vol. 2, no. 1, pp. 144–153, 2019.

N. Sembiring and M. Jafri, “Studi Perbandingan Uji Pemadatan Standar dan Uji Pemadatan Modified Terhadap Nilai Koefisien Permeabilitas Tanah Lempung Berpasir,” vol. 4, no. 3, pp. 371–380, 2016.

S. Andavan and V. K. Pagadala, “A study on soil stabilization by addition of fly ash and lime,” Mater. Today Proc., no. xxxx, 2020, doi: 10.1016/j.matpr.2019.11.323.

A. I. Candra, S. Anam, Z. B. Mahardana, and A. D. Cahyono, “STUDI KASUS STABILITAS STRUKTUR TANAH LEMPUNG PADA JALAN TOTOK KEROT KEDIRI MENGGUNAKAN LIMBAH KERTAS,” Ukarst J. Univ. Kadiri Ris. Tek. Sipil, vol. 2, no. 2, pp. 88–97, 2018.

M. I. Hermawan, L. Afriani, and Iswan, “Korelasi Kuat Tekan Bebas dengan Kuat Geser Langsung pad Tanah Lempung yang dicampur dengan Zeolit,” J. Unila, vol. 3, no. 1, pp. 103–116, 2015.

C. C. Ikeagwuani, I. N. Obeta, and J. C. Agunwamba, “Stabilization of black cotton soil subgrade using sawdust ash and lime,” Soils Found., vol. 59, no. 1, pp. 162–175, 2019, doi: 10.1016/j.sandf.2018.10.004.

L. D. Wesley, “Mekanika Tanah (untuk Tanah Endapan dan Residu),” Andi Bandung, p. 580, 2010.

G. P. Arianie and N. B. Puspitasari, “PERENCANAAN MANAJEMEN PROYEK DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN (Studi Kasus : Qiscus Pte Ltd),” J@ti Undip J. Tek. Ind., 2017, doi: 10.14710/jati.12.3.189-196.

A. R. Ekanugraha, “Evaluasi Pelaksanaan Proyek Dengan Metode CPM dan PERT (Studi Kasus Pembangunan Terminal Binuang Baru Kec. Binuang),” Dsp. Univ. Islam Indones., 2016.

F. N. W, E. A. S, Y. Zaika, A. Munawir, and A. Rachmansyah, “Perbaikan Tanah Ekspansif Dengan Penambahan Serbuk Gypsum dan Abu Sekam Padi untuk Mengurangi Kerusakan Struktur Perkerasan,” Rekayasa Sipil, 2015.

H. Cahyadi, “Pengertian Kayu Menurut Para Ahli,” 2017.

I. Al Hadi, “Identifikasi Jenis Bambu (Bambusa Sp) di Desa Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas,” MIPA Repos., 2017.

K. Widnyana, “Bambu Dengan Berbagai Manfaatnya,” Bumi Lestari, vol. 8, no. 1, pp. 1–10, 2008.

I. Santosa and E. Sulistiawati, “Ekstraksi Abu Kayu Dengan Pelarut Air Menggunakan Sistem Bertahap Banyak Beraliran Silang,” Chem. J. Tek. Kim., vol. 1, no. 1, p. 33, 2014, doi: 10.26555/chemica.v1i1.504.

D. Suheryanto, “Penelitian Pembuatan Arang Bambu (Bamboo Charcoal) pda Suhu Rendah untuk Produk Kerajinan,” Din. Kerajinan dan Batik Maj. Ilm., vol. 32, no. 2, pp. 33–48, 2016, doi: 10.22322/DKB.V32I2.1032.

R. I. Kusuma, E. Mina, and A. P. Utomo, “STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN FLY ASH TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS BERDASARKAN VARIASI KADAR AIR OPTIMUM (Studi Kasus Jalan Raya Bojonegara, Kab. Serang ),” J. Fondasi, vol. 6, no. 1, pp. 1–10, 2017.

A. Gunarti, “Dukung Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Spent Catalyst Rcc 15 Dan Kapur,” J. BENTANG, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2014.

A. D. Huri, K. Yulianto, S. P. R W, and S. Hardiyati, “Stabilisasi Tanah dengan Fly Ash dan Semen untuk Badan Jalan PLTU Asam-Asam,” J. Karya, vol. 2, no. 1, pp. 1–8, 2013.

D. Elisabeth Riska Anggraeni, “Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta),” J. Eng. Res. Appl., p. 605, 2017.

Nenny and H. Al Imran, “Uji Pemadatan Tanah Samaya Sebagai Bahan Timbunan Pada Bendungan Urugan,” Prosding SNTT FGDT, 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks.v3i2.1077

Article Metrics

Abstract view : 491 times
PDF - 328 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EMAIL : jurmateks@unik-kediri.ac.id


 

Lisensi Creative Commons
JURMATEKS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.