Pengaruh Kombinasi Renolith Terhadap Stabilitas Tanah Pada Jalan Demuk Pucanglaban Tulungagung

Hermawan Hermawan(1*), Agata Iwan Candra(2), Yosef Cahyo Setianto Poernomo(3),

(1) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(2) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(3) Fakultas Teknik, Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


The soil structure consists of several mineral composition elements, namely clay, sand, and other minerals, such as rocks. Montmorillonite soil structures are soil structures that are mostly clays inside their components. The nature of montmorillonite-type soils is prone to deflection when loading when there is a change in the level of water dehydration. In the preparation of the following final project, the author tries to correlate the effect of the Renolith combination on soil stability. Clay material is from the location of Jalan Demuk,Pucanglaban Village, Tulungagung Regency. The combination of additives used as a correlation of soil stability is Renolith, with 0% (original soil), 5%, 10%, 15%,and 20%. The test method used is the method of soil classification, soil consistency limits, and soil compaction. The test results show that the original soil structure has montmorillonite activity value. In testing specimens with variations in the maximum combination (20%) of soil structure material and Renolith, The original soil Proctor testing 6.72 gr/cm3 and after combined with 20% Renolith increased to 10.56 gr/cm3.

Struktur tanah terdiri dari beberapa unsur mineral penyusunannya, yaitu lempung, pasir dan mineral lain seperti batuan. struktur tanah bersifat monmorillonite adalah struktur tanah yang sebagian besar terdapat lempung didalam komponennya. Sifat dari tanah berjenis montmorillonite mudah mengalami lendutan ketika dilakukan pembebanan saat terjadi perubahan tingkat dehidrasi air. Pada penelitian ini diteliti korelasi pengaruh kombinasi renolith terhadap stabilitas tanah. Material tanah lempung diambil dari lokasi Jalan Demuk, Desa Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Kombinasi bahan aditif yang digunakan sebagai korelasi stabilitas tanah adalah renolith dengan persentasejumlah 0%(tanah asli),5%,10%, 15%dan 20%.Metode pengujian yang digunakan adalah metode   pemadatan tanah. Hasilpengujian benda uji menunjukkan bahwa struktur tanah asli dikategorikan memiliki nilai aktivitas montmorillonite. Pada pengujian benda dengan variasi kombinasi maksimal (20%) bahan struktur tanah dan renolith, nilai proctor tanah asli 6,72 gr/cm3 dan setelah dikombinasikan dengan 20% renolith meningkat 10,56 gr/cm3.


Keywords


Montmorillonite; Soil; Stability; Renolith

Full Text:

PDF

References


A. I. Candra, “STUDI KASUS STABILITAS STRUKTUR TANAH LEMPUNG PADA JALAN TOTOK KEROT KEDIRI MENGGUNAKAN LIMBAH KERTAS,” UKaRsT, vol. 2, no. 2, p. 11, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i2.255.

H. Wahyudiono, “PERENCANAAN PONDASI BORE PILE PADA PROYEK JEMBATAN NGUJANG II KAB.TULUNGAGUNG,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i1.356.

S. Schlecht-Pietsch, U. Wagner, and T. H. Anderson, “Changes in composition of soil polysaccharides and aggregate stability after carbon amendments to different textured soils,” Appl. Soil Ecol., vol. 1, no. 2, pp. 145–154, 1994, doi: 10.1016/0929-1393(94)90034-5.

A. I. Candra, “Pada Pembangunan Gedung Mini Hospital Universitas Kadiri,” Ukarst, vol. 1, no. 1, pp. 63–70, 2017.

H. Widhiarto, A. H. Andriawan, A. Matulessy, F. Teknik, and F. Psikologi, “STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN ABU-SEKAM DAN KAPUR,” J. Pengabdi. Masy., vol. 01, no. 02, pp. 135–140, 2015.

S. Son, T. Maeda, S. Ueda, F. Kanamaru, and M. Koizumi, “Synthesis of Cu(II)-TCNQ complex on the interlamella surfaces of montmorillonite,” J. Inorg. Nucl. Chem., vol. 42, no. 3, pp. 367–370, 1980, doi: 10.1016/0022-1902(80)80008-X.

A. Susanto, “PENGARUH STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN ASPAL EMULSI Klasifikasi tanah,” KoNTekS 3, 2009.

N. Kholis, A. S. Srie Gunarti, and R. Sylviana, “Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith,” BENTANG J. Teor. dan Terap. Bid. Rekayasa Sipil, vol. 6, no. 1, pp. 62–77, 2018, doi: 10.33558/bentang.v6i1.535.

Das Braja M, “Mekanika Tanah (Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 1,” Erlangga, 1985.

H. A ’la, B. Setiawan, and N. Djarwanti, “Penambahan Limbah Plastik Pada Tanah Ekspansif,” Matriks Tek. Sipil, 2017.

S. Gunarti and A. Setyowati, “Daya Dukung Tanah Lempung Yang Distabilisasi Dengan Spent Catalyst Rcc 15 Dan Kapur,” Bentang, vol. 2, no. 1, 2014.

R. Syiko, “Analisis Resiko Bencana Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Kelud Tahun 2014 ( Studi kasus di Kecamatan Ngantang , Malang ) Disaster Risk Assessment of Kelud Vulcano , Before and After Eruption in 2014 ( Study case of Ngantang Subdistrict , Malang , Indone,” J-Pal, vol. 5, no. 2, pp. 22–29, 2014.

J. A. Coblinski, É. Giasson, J. A. M. Demattê, A. C. Dotto, J. J. F. Costa, and R. Vašát, “Prediction of soil texture classes through different wavelength regions of reflectance spectroscopy at various soil depths,” Catena, vol. 189, no. January, 2020, doi: 10.1016/j.catena.2020.104485.

Z. Mubarok, K. Murtilaksono, and E. D. Wahjunie, “Response of Landuse Change on Hydrological Characteristics of Way Betung Watershed - Lampung,” J. Penelit. Kehutan. Wallacea, vol. 4, no. 1, p. 1, 2015, doi: 10.18330/jwallacea.2015.vol4iss1pp1-10.

H. Palar, S. Monintja, A. . Turangan, and A. . Sarajar, “Pengaruh pencampuran tras dan kapur pada lempung ekspansif terhadap nilai daya dukung,” J. Sipil Statik, vol. 1, no. 6, pp. 390–399, 2013.

A. Kumar and P. Lingfa, “Sodium bentonite and kaolin clays: Comparative study on their FT-IR, XRF, and XRD,” Mater. Today Proc., vol. 22, no. xxxx, pp. 737–742, 2020, doi: 10.1016/j.matpr.2019.10.037.

Berty Sompie and T. Ilyas, “Pengaruh Proses Konsolidasi Terhadap Deformasi Dan Faktor Keamanan Lereng Embankment (Studi Kasus Bendungan Kosinggolan),” Stud. Magister Tek. Sipil, Univ. Udayana, Bali, Indones., 2015.

T. Karl and R. B. Peck, “Mekanika Tanah dalam Praktek Rekayasa,” Jakarta: Erlangga, 1987.

E. Gardjito, A. I. Candra, and Y. Cahyo, “Pengaruh Penambahan Batu Karang Sebagai Substitusi Agregat Halus Dalampembuatan Paving Block,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, p. 35, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i1.374.

C. Chomaedhi, M. Khoiri, and M. Machsus, “Kajian Tanah Ekspansif, Jalan Akses Jembatan Suramadu Sisi Madura,” J. Apl. Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, p. 11, 2007, doi: 10.12962/j12345678.v3i1.2563.

A. I. Candra, E. Gardjito, Y. Cahyo, and G. A. Prasetyo, “Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok Filter Sebagai Bahan Campuran Beton Ringan Berpori,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 82, 2019, doi: 10.30737/ukarst.v3i1.365.

Sutikno and B. Damianto, “Stabilisasi Tanah Ekspansif Dengan Penambahan Kapur (Lime): Aplikasi Pada Pekerjaan Timbunan,” J. Tek. Sipil dan Perenc., vol. 11, no. 2, pp. 101–108, 2009.

A. Prabowo and M. Fauziah, “PENGARUH STABILISASI TANAH MENGGUNAKAN KAPUR DAN MATOS TERHADAP KUAT GESER DAN KONSOLIDASI TANAH GAMBUT,” Dsp. UII, 2018.

M. S. Wahyu Setyaningsih, “Pemetaan daerah rawan bencana gerakan tanah di wilayah grabag kabupaten magelang propinsi jawa tengah,” Geogr. Inf. Syst., vol. 8, no. 1, pp. 1–8, 2010.

Y. Zhang, Q. Zhen, Y. Cui, P. Zhang, and X. Zhang, “Use of montmorillonite-enriched siltstone for improving water condition and plant growth in sandy soil,” Ecol. Eng., vol. 145, no. 26, p. 105740, 2020, doi: 10.1016/j.ecoleng.2020.105740.

G. MAULANA and I. N. HAMDHAN, “Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Campuran Renolith dan Kapur,” Reka Racana J. Online Inst. Teknol. Nas., vol. 2, no. 4, pp. 11–21, 2016.

O. O. Ojuri, A. A. Adavi, and O. E. Oluwatuyi, “Geotechnical and environmental evaluation of lime–cement stabilized soil–mine tailing mixtures for highway construction,” Transp. Geotech., vol. 10, pp. 1–12, 2017, doi: 10.1016/j.trgeo.2016.10.001.

F. yan Meng, R. peng Chen, and X. Kang, “Effects of tunneling-induced soil disturbance on the post-construction settlement in structured soft soils,” Tunn. Undergr. Sp. Technol., vol. 80, no. September 2017, pp. 53–63, 2018, doi: 10.1016/j.tust.2018.06.007.

Z. Ai-jun, M. Hai-hong, and Z. Zhen-de, “Theoretical Elastio-Plastic Solution for Piles Subject to Lateral Soil Movement,” Procedia Earth Planet. Sci., vol. 5, no. 2011, pp. 58–63, 2012, doi: 10.1016/j.proeps.2012.01.010.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks.v3i2.1151

Article Metrics

Abstract view : 502 times
PDF - 403 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EMAIL : jurmateks@unik-kediri.ac.id


 

Lisensi Creative Commons
JURMATEKS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.