PENELITIAN PENAMBAHAN SERBUK BATA MERAH DAN PASIR BRANTAS PADA ASPAL BETON

Satria Arung Bangun Samodera(1*), Yosef Cahyo Setianto Poernomo(2), Ahmad Ridwan(3), Agata Iwan Candra(4),

(1) Fakultas Teknik Universitas Kadiri.
(2) Fakultas Teknik Universitas Kadiri.i
(3) Fakultas Teknik Universitas Kadiri.
(4) Fakultas Teknik Universitas Kadiri.
(*) Corresponding Author

Abstract


Asphalt Concrete is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate, and filler (Filler) with asphalt binder in high-temperature conditions with the composition regulated. This study uses three types of additions samples of red brick powder on concrete asphalt with a mixture of 5%,10%, and 20%. Each test results decreased with the addition of red brick powder among others 5% of 289,992 kg, 10% of 2248,822 kg, 20% of 1574,782,and produce volume of air cavity to mixture (VIM) with a level of 5%,10%,20% wich are among others 8,481%, 9,444%, 8,334%, and produce pore volume between aggregate (VMA) and levels of 5%,10%,20%,which are among others 22,575%, 23,390%, 22,450%, and produce pore volume between aggregate grains filled with asphalt (VFB) with levels of 5%,10%,20%, among others 62,575%, 59,903%, 62,897%, and produced a marshal question (MQ) with a 5% content of 942 kg/mm, 10% at 632 kg/mm, 20% at 378 kg/mm. To achieve optimum levels, the mixture of red brick powder on asphalt concrete ranges < 5%.

Aspal Beton merupakan campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diatur. Penelitian ini mengunakan tiga jenis sampel penambahan serbuk batu bata merah pada aspal beton dengan campuran 5%,10%,dan 20%.Hasil pengujian masing masing mengalami penurunan dengan penambahan serbuk batu bata merah yaitu antara lain 5% sebesar 289,992 kg,10% sebesar 2248,822 kg,20% sebesar 1574,782,dan menghasilkan volume rongga udara terhadap campuran (VIM) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 8,481%,9,444%,8,334%,dan menghasilkan volume pori antara butir agregat (VMA) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 22,575%,23,390%,22,450%,dan menghasilkan volume pori agregat yang terisi aspal (VFB) dengan kadar 5%,10%,20% yaitu antara lain 62,575%,59,903%,62,897%,dan menghasilkan marshal quotient (QM) dengan kadar 5% sebesar 942 kg/mm,10% sebesar 632 kg/mm,dan 20% sebesar 378%. Untuk mencapai kadar optimum maka campuran serbuk batu bata merah pada aspal beton berkisar antara < 5%


Keywords


Red Brick Powder; Concrete Asphalt; Effect Of Red Brick Powder; Marshal Question

Full Text:

PDF

References


H. Saputra, “Pengertian Beton Aspal,” 2014. .

A. S. Amal, “Pemanfaatan Getah Karet Pada Aspal AC 60/70 Terhadap Stabilitas Marshall Pada Asphalt Treated Base (Atb),” J. Media Tek. Sipil, vol. 9, no. 1, pp. 8–16, 2012, doi: 10.22219/jmts.v9i1.1111.

A. D. Limantara, A. I. Candra, and S. W. Mudjanarko, “MANAJEMEN DATA LALU LINTAS KENDARAAN BERBASIS SISTEM INTERNET CERDAS KADIRI,” semnastek, no. November, pp. 1–2, 2017.

S. E. Raya, P. Priyo, and H. Dwi, “Variasi Temperatur Pencampuran Terhadap Parameter Marshall pada Campuran Lapis Aspal Beton,” Jrsdd, vol. 3, no. 3, pp. 455–468, 2015.

M. Kasan, “Karakteristik Stabilitas dan Stabilitas Sisa Campuran Beton Aspal Daur Ulang,” Mektek, vol. 11, no. 2, pp. 134–146, 2009.

A. I. Candra, “STUDI KASUS STABILITAS STRUKTUR TANAH LEMPUNG PADA JALAN TOTOK KEROT KEDIRI MENGGUNAKAN LIMBAH KERTAS,” UKaRsT, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i2.255.

A. Kholiq, “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Antara Bina Marga Dan Aashto’93 (Studi Kasus: Jalan Lingkar Utara Panyingkiran-Baribis Ajalengka),” J-Ensitec, vol. 1, no. 01, pp. 43–51, 2014, doi: 10.31949/j-ensitec.v1i01.15.

R. Fitriana, “STUDI KOMPARASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU JALAN TOL MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA 2002 DAN AASHTO 1993 ( Studi Kasus : Ruas Jalan Tol Solo – Kertosono ),” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2013, doi: 10.1017/CBO9781107415324.004.

A. I. D. Raden Hendra A, “Campuran Aspal Beton,” vol. 1, pp. 1–9, 2012.

N. Y. Pratama, S. Widodo, and E. Sulandari, “Penelitian Terdahulu,” univ, untan, pp. 1–17, 2018.

Cristiady, “Aspal Beton,” 2011. .

B. A. Harsono, S. Winarto, and Y. C. S, “PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN PACITAN-NGADIROJO,” Jurmateks, vol. 1, no. 2, pp. 291–302, 2018.

M. Aminuddin, A. I. Candra, and Y. C. S, “JOB MIX LASTON (AC-BC) MENGGUNAKAN BUBUK GYPSUM DAN ABU BATA MERAH,” Jurmateks, vol. 1, no. 2, pp. 325–335, 2018.

N. A. Kurniawan, S. Winarto, and A. Ridwan, “PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN LIMBAH TETES TEBU DARI PABRIK GULA MERITJAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON,” Jurmateks, vol. 2, no. 1, pp. 96–105, 2019.

J. Awaludin, “Pemeriksaan Dan Pengujian Bahan Perkerasan Jalan,” 2008. .

Supriadi, Y. C. S. P, A. Ridwan, and A. I. Candra, “PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON,” Jurmateks, vol. 2, no. 1, pp. 154–163, 2019.

A. Syaiful Amal and C. Saleh, “Pemanfaatan Limbah Batu Marmer Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Campuran Aspal Beton Terhadap Karakteristik Marshall,” J. Media Tek. Sipil, vol. 13, no. 2, pp. 117–126, 2016, doi: 10.22219/jmts.v13i2.2556.

S. F. Romadhoni, A. Ridwan, S. Winarto, and A. I. Candra, “STUDI EXPERIMEN KUAT TEKAN BETON DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KERAMIK DAN BATA MERAH,” Jurmateks, vol. 2, no. 1, pp. 86–95, 2019.

M. Pranata, “Definisi Pasir,” 2018. .

A. Gunarto and A. I. Candra, “Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Bunga Pinus,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 37, 2019, doi: 10.30737/ukarst.v3i1.351.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks.v2i2.517

Article Metrics

Abstract view : 542 times
PDF - 598 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EMAIL : jurmateks@unik-kediri.ac.id


 

Lisensi Creative Commons
JURMATEKS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.