PREBANDINGAN STABILITAS ASPAL MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU BELAH DAN BATU GAMPING

Agung Guncoro(1*), Ahmad Ridwan(2), Yosef Cahyo S.P(3),

(1) Universitas Kadiri
(2) Universitas Kadiri
(3) Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


Adanya perubahan suhu yang tidak menentu menyebabkan perubahan kekuatan pada lapis perkerasan. Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada jalan, apalagi pada jalan antar kota antar provinsi yang notabene jalur dengan lalu lintas padat dan dilalui oleh kendaraan yang bermuatan berat. Sehingga disamping adanya tekanan akibat beban kendaraan itu sendiri juga dari pengaruh suhu, baik itu suhu cuaca, suhu dari mesin kendaraan. Maka dari itu perlu adanya kajian lebih lanjut bagaimana jika pada lapis perkerasan tersebut diuji dengan suhu perendaman yang berbeda serta sebagai perbandingan digunakan agregat alternatif yang ekonomis yakni batu gamping. Maksud tujuan ini adalah melihat hasil perbandingan antara penggunaan agregat batu gamping dengan batu belah, mana yang bisa bertahan dari pengaruh deformasi akibat adanya perubahan suhu. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penggunaan material batu gamping lebih memiliki kekuatan terhadap adanya perubahan suhu dibandingkan penggunaan agregat batu belah dengan hasil pada perubahan nilai stabilitasnya dimana pada batu belah nilai stabilitasnya berubah dari 1346Kg menjadi 1238Kg sedangkan pada batu gamping pada nilai stabilitas dari 1447Kg menjadi 1364Kg. Ini membuktikan bahwa bahwa batu gamping lebih tahan terhadap deformasi akibat pengaruh suhu.

Full Text:

PDF

References


A. I. Candra, E. Gardjito, Y. Cahyo, and G. A. Prasetyo, “Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok Filter Sebagai Bahan Campuran Beton Ringan Berpori,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, pp. 82–89, 2019.

M. Zaenuri, R. Romadhon, A. Gunarto, and A. Cahyono, “PENELITIAN PENGGUNAAN BATU GAMPING SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN FILLER PADA ASPAL CAMPURAN AC-BC,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, pp. 24–35, 2018.

A. I. C. K. April Gunarto, “Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Bunga Pinus,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 37, 2019.

T. M. Suprapto, “Bahan dan Struktur Jalan Raya,” Biro Penerbit Tek. Sipil Univ. Gadjah Mada. Yogyakarta, 2004.

S. Sukarman, Beton Aspal Campuran Panas. Yayasan Obor Indonesia, 2003.

S. Sukirman, “Perkerasan lentur jalan raya,” Nova, Bandung, vol. 2, 1999.

A. I. Candra, A. Yusuf, and A. R. F, “STUDI ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PADA PEMBANGUNAN GEDUNG LP3M,” vol. 3, no. 2, pp. 166–171, 2018.

G. S. Muaya, O. H. Kaseke, and M. R. E. Manoppo, “Pengaruh Terendamnya Perkerasan Aspal oleh Air Laut yang Ditinjau Terhadap Karakteristik Marshall,” J. Sipil Statik, vol. 3, no. 8, pp. 562–570, 2015.

B. Marga, “Perkerasan Aspal, Spesifikasi Umum Divisi VI Revisi 3.” Jakarta, 2010.

A. Ridwan and Y. C. S. Poernomo, “PEMANFAATAN LIMBAH BATU GRANIT SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT PADA AC-L,” J. CIVILA, vol. 3, no. 2, pp. 180–185, 2018.

D. P. Umum, “Metode pengujian campuran aspal dengan alat Marshall,” SNI 06-2489-1991, 1991.

S. U. B. M. Divisi, “6, 2010,” Perkerasan Aspal.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks.v2i2.531

Article Metrics

Abstract view : 106 times
PDF - 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EMAIL : jurmateks@unik-kediri.ac.id


 

Lisensi Creative Commons
JURMATEKS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.