PENELITIAN CAMPURAN LATASTON AC - WC DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS LIMBAH BATUBARA

Authors

  • Doni Prayoga Fakultas Teknik Universitas Kadiri
  • Sigit Winarto Fakultas Teknik Universitas Kadiri
  • Yosef Cahyo Fakultas Teknik Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jurmateks.v3i1.899

Keywords:

Coal waste, Concrete Asphalt, Marshall Method, Asphalt Content

Abstract

This study aims to determine the optimum asphalt content produced in a mixture of asphalt concrete with a fine aggregate of coal waste using the Marshall Method. This study uses AC 60/70 asphalt oil, with variations in asphalt levels, namely  6%, 6.5%, 7%, 7.5%, and 8%. The sample used consisted of 3 variants of sample specimens. Stages of research activities include coarse coral aggregate suspended by sieve no. 8 (2,36mm), fine aggregate with coal waste through filter no. 8 (2,36mm), and the cement filler pass through filter no. 200 (0.075mm). The test results of this research are the optimum asphalt content of 7.5%, 8% with a stability of 2717, 3447, Flow 3.4 mm, 3.8 mm, VIM 3.4%, 4.91%, 16.05%, 17 , 39%, VFB 78.2%, 70.9%, MQ value, 846 kg / mm, 835 kg / mm. The test results show that the samples tested have met the 2010 Binamarga requirements with an asphalt content efficiency value of 7.8%. Excessive use results in blending, and if too little will result in a crack.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar aspal optimum yang dihasilkan pada campuran aspal beton dengan agregat halus limbah Batubara dengan Metode Marshall. Penelitian ini menggunakan aspal minyak AC 60/70, dengan variasi kadar aspal yaitu: 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8%. Sampel yang dipakai terdiri dari 3 varian sampel benda uji. Tahapan kegiatan penelitian meliputi agregat kasar batu koral tertahan saringan no. 8 (2,36mm), agregat halus dengan limbah batubara lolos saringan no. 8 (2,36mm), dan filler semen lolos saringan no. 200 (0,075mm). Hasil uji dari penelitian ini yaitu kadar Aspal Optimum 7,5 %, 8% dengan  stabilitas 2717, 3447, Flow 3,4 mm, 3,8 mm, VIM 3,4 %, 4,91 %,16,05 %, 17,39 %,  VFB 78,2 %, 70,9 %,  nilai MQ,846 kg/mm,  835 kg/mm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel yang diuji telah memenuhi syarat binamarga 2010 dengan nilai efisiensi kadar aspal 7,8 %. Penggunaan yang berlebihan mengakibatkan terjadinya blending dan jika terlalu sedikit akan mengakibatkan terjadinya crack.

References

Supriadi, Y. C. S. P, A. Ridwan, and A. I. Candra, “PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON,†Jurmateks, vol. 2, no. 1, pp. 154–163, 2019.

M. R. E. Manoppo, D. Jurusan, T. Sipil, F. Teknik, U. Sam, and R. Manado, “Pemanfaatan Tras Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal Panas Hrs -Wc,†vol. 1, no. 2, pp. 102–107, 2011.

S. Susanto, “PERBANDINGAN FUNGSI KEANGGOTAAN TIPE SEGITIGA DAN TIPE GBELLTERHADAPANALISIS RISIKO,†vol. 3, no. 2, pp. 57–67, 2019.

M. I. Baiquni, A. K. Hidayat, P. Studi, T. Sipil, F. Teknik, and U. Siliwangi, “Kata Kunci : Aspal Beton , Filler , Kadar Aspal Optimum , Marshall , Mortar .,†vol. 1, no. 1, pp. 16–23, 1995.

B. Jimbaran-bali, “MENENTUKAN KOMPOSISI OPTIMAL DARI FAKTOR- FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETAHANAN ASPAL,†vol. 2, no. 1, pp. 37–41, 2013.

S. Arifin, M. Kasan, and N. Pradani, “Pengaruh nilai abrasi agregat terhadap karakteristik beton aspal,†Smartek, vol. 5, no. 1, pp. 1–11, 2007.

Suhardi, P. Pratomo, and H. Ali, “Study of Marshall Characteristics due to Asphalt Mixture with the Addition of Plastic Bottle Waste,†J. Civ. Eng. Des., vol. 4, no. 2, pp. 284–293, 2016.

H. Ali, “pada Aspal Concrete – Wearing Course ( ACWC ) Gradasi Halus,†vol. 3, no. 2, pp. 171–184, 2015.

H. Wahyudiono, B. Winarno, K. C. Budi, T. Sipil, F. Teknik, and U. Kadiri, “MODIFIKASI LASTON AC-WC MENGGUNAKAN LIMBAH BONGKARAN,†vol. 12, no. 1, pp. 33–40, 2020.

A. Gunarto and A. I. Candra, “Menggunakan Filler Bunga Pinus,†vol. 3, no. 1, pp. 45–53, 2019.

M. Aminuddin, A. I. Candra, and Y. C. S, “JOB MIX LASTON (AC-BC) MENGGUNAKAN BUBUK GYPSUM DAN ABU BATA MERAH,†Jurmateks, vol. 1, no. 2, pp. 325–335, 2018.

D. A. N. R. Blend, “MEMAKAI AGREGAT KARANG GUNUNG DARI SABANG DENGAN BAHAN PENGIKAT ASPAL PEN 60 / 70,†vol. 18, no. 2, pp. 127–134, 2018.

A. Gunarto and A. I. Candra, “Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Bunga Pinus,†UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 37, 2019, doi: 10.30737/ukarst.v3i1.351.

S. A. B. Samodera, Y. C. S. P, A. Ridwan, and A. Iwan, “PENELITIAN PENAMBAHAN SERBUK BATA MERAH DAN PASIR BRANTAS PADA ASPAL BETON,†Jurmateks, vol. 2, no. 2, pp. 256–266, 2019.

A. I. Candra, S. W. Mudjanarko, and P. Vitasmoro, “Analysis of the Ratio of Coarse Aggregate to Porous Asphalt Mixture ANALYSIS of THE RATIO of COARSE AGGREGATE to POROUS ASPHALT MIXTURE,†J. Phys. Conf. Ser., pp. 1–6, 2020, doi: 10.1088/1742-6596/1569/4/042029.

F. A. Yusuf, A. Ridwan, and Y. C. S. P, “PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN SERBUK DOLOMITE DAN PASIR BRANTAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON,†Jurmateks, vol. 2, no. 2, pp. 205–214, 2019.

I. M. Ardianti, “Analisis Kualitas Campuran Aspal Panas Menggunakan Berbagai Aspal Modifikasi,†vol. 1, no. 4, pp. 1–93, 2018.

C. Khairani, S. M. Saleh, and S. Sugiarto, “Uji Marshall Pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (Ac-Bc) Dengan Tambahan Parutan Ban Bekas,†J. Tek. Sipil, vol. 1, no. 3, pp. 559–570, 2018, doi: 10.24815/jts.v1i3.9995.

D. P. Umum, Spesifikasi Umum Binamarga 2010 Revisi 3, vol. umum. 2010.

S. Pengajar et al., “MIX DESIGN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE ( AC-WC ) DENGAN MENGGUNAKAN FLY ASH BATU BARA,†vol. 2, no. 1, pp. 133–144, 2014.

I. Gusti Raka Puranto and I. Nyoman Sapta Nugraha, “Studi Karakteristik Campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) Menggunakan Aspal Penetrasi 60/70 dengan Penambahan Lateks,†vol. 22, no. 2, pp. 77–86, 2016.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2020-06-30

Issue

Section

Articles