PERTUMBUHAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT SEKITAR HUTAN LINDUNG DAN HUTAN PRODUKSI DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI

Suwarno Suwarno(1*), Rizki Yudha Bramantyo(2),

(1) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas kadiri
(2) Fakultas Hukum Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstract 

Currently the forest area continues to decrease. Likewise, the area of agricultural land also continues to decrease and change with the growth of settlements and various buildings and various facilities. This requires a variety of jobs to meet human needs. Therefore, the existence of protected forests and production forests adjacent to human settlements has encountered many problems and has resulted in conflicts. The research approach used is a descriptive approach with purposive techniques. The data that has been collected is tested for data validity and research analysis using interactive analysis techniques. The result of his research was that the people living around the forest felt empowered by involving the community in forest management, namely by providing agricultural arable land. Perhutani also gave permission to the people who are members of the LMDH to develop and utilize a small part of the forest area to be empowered according to the capacity of the population. Through reflections, thoughts, ideas and ideas as well as the development of skills of some people who can become businesses, so that various tourist objects emerge. Likewise with the existence of traditional markets and local culinary so that the growth and income of the people's welfare increases. Economic growth continues to develop both in the field of quality improvement and social networks.

Keywords: Creative economy; Protected forest; Production forest

 

Abstrak 

Saat ini, luas hutan terus berkurang. Begitu juga dengan luas lahan pertanian juga terus berkurang dan berganti dengan tumbuhnya permukiman dan berbagai bangunan serta berbagai fasilitas. Hal demikian memerlukan berbagai lapangan kerja guna memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu keberadaan hutan lindung maupun hutan produksi yang berdekatan dengan permukiman penduduk banyak mengalami masalah dan berujung pada konflik. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik purposive. Adapun data yang telah terkumpul dilakukan uji keabsahan data dan analisis penelitian menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitiannya adalah Masyarakat sekitar hutan merasa diberdayakan dengan cara melibatkan masyarakat dalam pengelolaan hutan yaitu dengan memberikan lahan garapan pertanian. Pihak Perhutani juga memberikan ijin kepada masyarakat yang tergabung dalam LMDH untuk mengembangkan dan memanfaatkan sebagian kecil kawasan hutan untuk diberdayakan sesuai kemampuan penduduk. Melalui renungan, pemikiran, ide dan gagasan serta pengembangan keterampilan sebagian masyarakat yang dapat menjadi bisnis, sehingga bermunculan berbagai objek wisata. Demikian juga dengan keberadaan pasar tradisional dan kuliner lokal sehingga pertumbuhan dan pendapatan kesejahteraan masyarakat mejadi meningkat. Pertumbuhan ekonomi terus berkembang baik itu dalam bidang peningkatan kualitas dan jaringan sosial.

Kata Kunci: Ekonomi Kreatif; Hutan Lindung; Hutan Produksi


Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. 2010. Metode Peneltian. Jakarta: Rineka Cipta.

Barus, R. M., Syahrin, A., Arifin, S., & Hamdan, M. 2015. Pertanggungjawaban Pidana Illegal Logging (Pembalakan Liar) sebagai Kejahatan Kehutanan Berdasarkan Undang-undang No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan dan Undang-undang No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. USU Law Journal, 3(2), 106–114.

Corbin, J., & Strauss, A. 2014. Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory. Sage publications.

Faqih, A. 2010. Kependudukan: Teori, Fakta dan Masalah. Deepublish.

Faradina, N. 2017. Pengaruh program gerakan literasi sekolah terhadap minat baca siswa di SD Islam Terpadu Muhammadiyah An-Najah Jatinom Klaten. Hanata Widya, 6(8), 60–69.

Fuaddi, T. 2020. Kerjasama pemanfaatan hutan pada kesatuan pengelolaan hutan ditinjau dari hukum administrasi pemerintahan. Prosiding Simposium Nasional Magister (SINMAG), 4(1).

Hadi, S. 2017. Pemeriksaan Keabsahan Data Penelitian Kualitatif Pada Skripsi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 22(1).

Hamdi, A. S., & Bahruddin, E. 2015. Metode penelitian kuantitatif aplikasi dalam pendidikan. Deepublish.

Hartley, J., Wen, W., & Li, H. S. 2015. Creative economy and culture: Challenges, changes and futures for the creative industries. Sage.

Indonesia, M. K. R. 2011. Peraturan Menteri kehutanan Republik Indonesia.

JATMININGSIH, T. R. I. 2010. Karakteristik lingkungan, karakteristik petani pesanggem, dan peran masyarakat lokal dalam PHBM KPH Kendal. Universitas Diponegoro.

Prastyo, E. E., & Hidayat, K. 2016. Pola Kemitraan Antara Perum Perhutani Dengan Masyarakat Desa Hutan (Studi Kasus Program PKPH di Desa Kucur Dau, Kabupaten Malang). HABITAT, 27(3), 139–149.

Susilo, E., Purwanti, P., & Fattah, M. 2017. Adaptasi Manusia: Ketahanan Pangan dan Jaminan Sosial Sumberdaya. Universitas Brawijaya Press.

Suyanto, B. 2015. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Prenada Media.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/mediasosian.v3i2.569

Article Metrics

Abstract view : 824 times
PDF - 676 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Mediasosian licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.