EFEKTIFITAS PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DI KABUPATEN TULUNGAGUNG ( Studi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulungagung )

Devita Yulia Sari(1*), Achmad Ashar Bakar(2),

(1) Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kadiri
(2) Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK

Perkotaan dipandang lebih menjanjikan untuk mencari pekerjaan sehingga bisa merubah nasib mereka. Namun hal ini tidak diimbangi dengan kemampuan sumberdaya manusia, sehingga yang terjadi justru sebaliknya. Kaum urban tersebut kesulitan memperoleh pekerjaan, kesulitan untuk memperoleh tempat berteduh. Akibatnya yang terjadi adalah mereka mengemis untuk bertahan hidup dan menggelandang (gepeng). Permasalahannya adalah bagaimana penanggulangan pengemis dan gelandangan di Kabupaten Tulungagung, dan faktor apa yang menjadi kendalan dalam pengendalian tersebut?. Agar dapat menjawab pertanyaan tersebut maka dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik penentuan informan dengan teknik purposive, sehingga dihasilkan informan kunci antara lain kepala Satuan Polisi Pamong Praja, kepala Seksi Operasional dan PAM pada Satuan Polisi Pamong Praja dan perwakilan dari gelandangan dan pengemis. Teknik pengumpulan informan dengan teknik wawancara, observasi partisipasi, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul data diuji dengan uji validasi data sumber, yaitu data tersebut dibandingkan menurut sumber datanya. Teknik analisis data dengan teknik analisis data interaktif dari Milles dan Huberman. Hasil penelitiannya adalah: (1) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia. (2) Pengemis dan gelandangan yang terkena razia didata atau diinventarisir yaitu mengisi biodata. (3) dilakukan pembinaan. (4) kembalikan lagi ke kampung halamannya. Alasan pengemis menggelandang dan mengemis antara lain, (1) kesulitan mencari pekerjaan karena rendahnya pendidikan dan potensi sumberdaya manusia. (2) ingin bebas atau tidak mau terikat oleh berbagai aturan pekerjaan. (3) sifat dan sikap yang malas. (4) Tidak memiliki ketrampilan kerja. (5) Malu mengemis di daerahnya sendiri. Kendala internal dalam pelaksanaan pengendalian pengemis dan gelandangan antara lain struktur organisasi yang membebankan semua urusan penanggulangan gelandangan dan pengemis kepada satu seksi, yaitu seksi pengendalian opersional kurangnya sarana dan prasarana kegiatan operasional lapangan serta perlunya intensitas pelatihan agar kinerja SDM lebih maksimal lagi. Adapun secara eksternal tidak adanya Panti Sosial serta kurangnya kerjasama dengan dinas terkait lainya, dalam hal ini Dinas Sosial.Pengendalian pengemis dan gelandangan di kabupaten Tulungagung kurang efektif, sebab pengemis dan gelandangan setelah didata, dibina dan dipulangkan ke kampung halamannya kembali lagi mengemis dan menggelandang.

Kata Kunci : Pengemis dan Gelandangan, Pengendalian


Full Text:

PDF

References


REFERENSI

Effendi, Tadjudin Noer. 1993. Sumber daya Manusia Peluang Kerja dan Kemiskinan. Yogyakarta. Tiara Wacana.

Kementerian Sosial. 2005. Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Depsos RI. Jakarta.

Marwanto, I. H., & Suwarno, S. (2019). Reformasi Birokrasi Daerah: Variasi Inovasi Birokrasi Perizinan Pasca Otonomi Daerah. Mediasosian, Vol. 2(2).

Milles, B Mathew dan Michael Huberman, 1992. Analisis Data Kualitatif, Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta. UIP

Muasaroh. 2010. Aspek-aspek Efektivitas, Studi tentang Efektivitas Pelaksanaan Program Pelaksanaan PNPM-MP. Malang : Universitas Brawijaya.

Othenk. 2008. Pengertian Efektifitas dan Landasan Teori Efektifitas. http:/Literaturbook.blogspot.co.id

Pasal 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 31 Tahun 1980 tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis

Poerwadarminta, WJS. 1990. Kamus Besar Bhasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

Singarimbun, Masri dan Sofian. 1995. Metode Penelitian Survay. LP3ES. Jakarta.

Sutarwaji. 2009. Pengertian Efektivitas. http://sutarwaji-wordpress.com /2009/05 /01/pengertian

Suyono, D., & Pramono, T. (2018). Reformasi Birokrasi Di Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulungagung. Mediasosian, Vol. 2(2), hal. 25-31.

Tangkilisan, Nogi Hesel.2005. Manajemen Publik. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta.

Yanuarita, H. A., & Sakra, T. (2019). Efektivitas Implementasi Program Gentasibu Di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk. Mediasosian, Vol. 3(2).

https://bulelengkab.go.id. Dampak Gepeng.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/mediasosian.v4i1.821

Article Metrics

Abstract view : 66 times
PDF - 24 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL MEDIASOSIAN is still in preparation to be indexed in:
"

Copyright of JURNAL MEDIASOSIAN (Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara) ISSN 2579-342X (print), ISSN 2620-5149 (online)

Gedung B UNIVERSITAS KADIRI, FISIP

Jl. Selomangleng No.1 Mojoroto, Kota Kediri, 64115,

Phone: 085736964063

Email: mediasosian@unik-kediri.ac.id