PEMBUATAN BETON CAMPURAN STYROFOAM MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR BENGAWAN SOLO

Achmad Hasyim(1*), Dwi Kartikasari(2),

(1) Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
(2) Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
(*) Corresponding Author

Abstract


Concrete becomes a building material that has an important role and is in great demand. Composite materials concrete that is easily obtained is the advantages of concrete today. The specific gravity of concrete depends on the material making up of concrete. The smaller specific gravity of concrete will make the concrete have a lightweight; this will affect the dead load of the building. This research aims to find out how the process and also the effect of styrofoam mixture using Bengawan Solo River sand with the initial quality used is K-250. The research method used is the experimental method and even the study of previous research theories. Test specimens used are cylindrical, with variations in the percentage of the addition of styrofoam 0%, 1%, and 1.5%. Compressive strength testing is performed at the age of 7 days of concrete. The test results show that the addition of styrofoam in a concrete mixture affects the compressive strength of concrete, with the addition of styrofoam the percentage of 1% obtains a compressive strength of 21.899 MPa, while the addition of styrofoam percentage of 1% obtains a compressive strength of 20.453 MPa


Beton menjadi material bangunan yang memeiliki peran penting dan banyak diminati. Material penyusun beton yang mudah didapatkan menjadi keunggulan beton saat ini. Berat jenis beton bergantung pada material penyusun beton. Berat jenis beton yang lebih kecil akan membuat beton memiliki bobot yang ringan, hal tersebut akan berpengaruh pada beban mati bangunan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses dan pengaruh campuran styrofoam menggunakan pasir Sungai Bengawan Solo dengan mutu awal yang dgunakan yaitu K-250. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dan juga kajian teori penelitian terdahulu. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan variasi prosentase penambahan styrofoam 0%, 1% dan 1.5%. Pengujian kuat tekan dilakukan saat umur beton 7 hari. Hasil pengujian menunjukkan penambahan styrofoam dalam campuran beton mempengaruhi kuat tekan beton,  dengan  penambahan  styrofoam prosentase 1% memperoleh kuat tekan sebesar 21,899 MPa, sedangkan penambahan styrofoam prosentase 1% memperoleh kuat tekan sebesar 20,453 Mpa.

 


Keywords


Concrete; Styrofoam Mixture; Compressive Strength; Materials

Full Text:

PDF

References


A. E. Sutrisno and D. Kartikasari, “Pengaruh Penambahan Abu Jerami Padi Terhadap Kuat Tekan Beton,” J. CIVILA, vol. 2, no. 2, p. 9, 2017.

A. Iwan and E. Siswanto, “Menggunakan Hydroton Dan Master Ease 5010,” vol. 3, no. 2, pp. 162–165, 2018.

A. Ginting and U. Janabadra, “Arusmalem Ginting Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Janabadra Yogyakarta Jurnal Teknik SKALA Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram Volume 4 , Nomor 2 , Agustus 2007,” no. August 2007, 2017.

M. G. Musbah, A. Musbah, A. Allam, and H. A. Saleh, “Effects of Superplasticizing Admixtures on the Compressive Strength of Concrete,” vol. 7, no. 2, pp. 39–45, 2019.

S. Muwardin, D. L. C. Galuh, and I. Yasin, “Pengaruh Arang Tempurung Kelapa Terhadap Kuat Tekan Beton Dengan Perendaman Air Laut , Air Tawar , Air Sungai Dan Air Kapur,” pp. 52–60.

R. B. Anugraha and S. Mustaza, “Beton Ringan dari Campuran Styrofoam dan Serbuk Gergaji dengan Semen Portland 250, 300 dan 350 kg/m3,” J. Apl. Tek. Sipil, vol. 8, no. 2, p. 57, 2010.

SNI 03-2834-2000, “Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. SNI 03-2834-2000,” Badan Stand. Nas., pp. 1–34, 2000.

V. O. Okonkwo and A. E. E, “A Study of the Effect of Aggregate Proportioning On Concrete Properties American Journal of Engineering Research ( AJER ),” no. 4, pp. 61–67, 2018.

A. I. Candra, E. Gardjito, Y. Cahyo, and G. A. Prasetyo, “Pemanfaatan Limbah Puntung Rokok Filter Sebagai Bahan Campuran Beton Ringan Berpori,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 82, 2019.

R. A. Polii, M. D. J. Sumajouw, R. S. Windah, R. A. Polii, M. D. J. Sumajouw, and R. S. Windah, “Kuat Tekan Beton Dengan Variasi Agregat Yang Berasal Dari Beberapa Tempat Di Sulawesi Utara,” J. Sipil Statik, vol. 3, no. 3, pp. 206–211, 2015.

J. Kaufmann, “Evaluation of the combination of desert sand and calcium sulfoaluminate cement for the production of concrete,” Constr. Build. Mater., vol. 243, p. 118281, 2020.

SNI 15-2049-2004, “Semen Portland,” Badan Standar Nas. Indones., pp. 1–128, 2004.

R. Manuahe and R. S. W. Marthin D. J. Sumajouw, “KUAT TEKAN BETON GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR,” vol. 2, no. 6, pp. 277–282, 2014.

A. Santoso, “PENGARUH PUMICE BRECCIA SEBAGAI REPLACEMENT AGREGAT HALUS,” vol. XI, no. 1, pp. 1–11, 2015.

E. Gardjito, A. I. Candra, and Y. Cahyo, “Pengaruh Penambahan Batu Karang Sebagai Substitusi Agregat Halus Dalampembuatan Paving Block,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, p. 36, 2018.

B. Ramesh, V. Gokulnath, and M. Ranjith Kumar, “Detailed study on flexural strength of polypropylene fiber reinforced self-compacting concrete,” Mater. Today Proc., no. xxxx, 2019.

S. Aris and W. Slamet, “Analisis variasi kandungan semen terhadap kuat tekan beton ringan struktural agregat pumice,” J. Anal., pp. 2–4, 2013.

M. Nematzadeh and M. Naghipour, “Compressing fresh concrete technique and the effect of excess water content on physical-mechanical properties of compressed concrete,” Mater. Des., vol. 37, pp. 256–267, 2012.

S. Prayitno, E. Rismunarsi, and S. H. Romadhoni, “Pengaruh penambahan serat bendrat dan styrofoam pada beton ringan terhadap kajian kuat tekan dan kuat geser,” pp. 1064–1071, 2016.

J. Ilmiah and T. Sipil, “Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 12, No. 2, Juli 2008,” vol. 12, no. 2, pp. 96–104, 2008.

D. Jurusan, T. Sipil, F. Teknik, and U. Udayana, “PERMEABILITAS BETON DENGAN PENAMBAHAN STYROFOAM I Gusti Ketut Sudipta 1 dan Ketut Sudarsana 1,” vol. 13, no. 2, pp. 192–198, 2009.

S. Rabbani and R. Hepiyanto, “PENGARUH LAMA PUTARAN MESIN PENGADUK BETON TERHADAP KUAT,” vol. 9, no. 2085, pp. 957–961, 1991.

N. Wariyatno and Y. Haryanto, “Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Sebagai Nilai Estimasi Kekuatan Sisa Pada Beton Serat Kasa Aluminiumakibat Variasi Suhu,” Din. Rekayasa, vol. 9, no. 1, pp. 21–28, 2013.

ASTM C 39, “Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens,” ASTM Stand., pp. 1–7, 2015.

A. Febriandy, E. Samsurizal, and C. Djaya Mungok, “Tinjauan Faktor Air Semen Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah Dan Modulus Elastisitas.”

SNI 1972:2008, “Cara uji slump beton,” 2008.

SNI 2493:2011, “Tata cara pembuatan dan perawatan benda uji beton di laboratorium,” Standar Nas. Indones., p. 23, 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/ukarst.v4i1.697

Article Metrics

Abstract view : 825 times
PDF - 373 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 UKaRsT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Email : ukarst@unik-kediri.ac.id

Lisensi Creative Commons
Journal UKaRsT is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.