ALTERNATIF PENGGUNAAN AGREGAT HALUS BATU KAPUR MANTUP DALAM CAMPURAN ASPAL PANAS AC-WC

M.Deny Irawan Budianto(1*), Zulkifli Lubis(2),

(1) Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
(2) Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
(*) Corresponding Author

Abstract


Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) is a stringent streak which located on the top and the function of it as the outside streak that the thick is 4 centimeters. AC – WC material consists of soft aggregate, crude aggregate, filter, and asphalts. The articles must be tested for identifying the feature. This research is using the Marshall Test method, VIM (%), VMA (%), VIMA (%), VFWA (%), Stabilities (kg), Flow and Marshall Quotient (%). This research was carried out at Lamongan Moslem University’s laboratory. The purpose of this research is to compare the results that have been obtained in research with the existing terms and specifications. The conclusion of this research is the addition of variation in smooth limestone blend 25%, 50%, 75% from the aggregate weight. The top-level increment of Marshall Stability’s showed 33.07% based on the compound 75%; the highest Flow is 3.57% based on the compound 50%, Void in the Mix which was included into the highest specification is 7.49% based on the compound 0%, the top-level increment Void Filled with Asphalt is 85.22% based on the compound 75%, the advance of Marshall Quotient is 29.63% based on compound 75%.


Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan perkerasaan yang terletak paling atas dan berfungsi sebagai lapisan aus dengan tebal biasanya 4 cm. Bahan AC –WC terdiri dari Agregat halus, Agregat kasar, bahan pengisi (filler) dan aspal. Bahan – bahan tersebut harus di uji terlebih dahulu untuk mengetahui sifat – sifatnya. Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode marshall : VIM (%), VMA (%), VIMA (%), VFWA (%), Stabilitas (kg), Flow dan Marshall Quotien (%). adapun penelitian di laksanakan pada Laboratorium Universitas Lamongan. Kesimpulan penelitian ini adalah Penambahan variasi campuran batu kapur halus sebesar 25%, 50%, 75% dari berate agregat halus pada penelitian ini menunjukkan kenaikan nilai stabilitas Marshall (Marshall Stability) tertinggi sebesar 33,07% pada campuran75%, kelelahan plastis (Flow) tertinggi sebesar 3,57% pada campuran 50%, rongga  dalam  campuran  (Void in the Mix)   yang  masuk  dalam  spesifikasi angka tertinggi sebesar 7,49% pada campuran 0%, rongga terisi aspal  (Void Filled With Asphalt) kenaikan tertinggi sebesar 85,22% pada campuran 75%, rongga dalam agregat (Void In Mineral Aggregate) menurun sebesar 16,11% pada campuran 75%, serta Marshall Quotient meningkat sebesar 29,63% pada campuran75%.


Keywords


Fine Aggregates; Asphalt; AC-WC; Limestone

Full Text:

PDF

References


S. Jalalul Akbar, “HUBUNGAN NILAI CBR DAN SAND CONE LAPISAN PONDASI BAWAH PADA PERKERASAN LENTUR JALAN,” Teras J., 2015.

E. P. Simanjuntak et al., “STUDI PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI FILLER SEMEN , SERBUK BENTONIT , dan ABU TERBANG BATUBARA TERHADAP KARAKTERISTIK ( AC-BASE ),” pp. 1–10, 2010.

A. Gunarto and A. D. Cahyono, “Penelitian Penggunaan Batu Gamping Sebagai,” pp. 24–34, 1991.

M. Zaenuri and A. Gunarto, “e ISSN 2581-0855 PENELITIAN MENGGUNAKAN BATU GAMPING SEBAGAI AGREGAT KASAR DAN FILLER PADA ASPAL CAMPURAN AC-BC Fakultas Teknik Universitas Kadiri,” vol. 2, no. 1, pp. 28–37, 2018.

B. A. Razak and A. Erdiansa, “Karakteristik Campuran AC-WC dengan Penambahan Limbah Plastik Low Density Polyethylene (LDPE),” INTEK J. Penelit., vol. 3, no. 1, p. 8, 2016.

C. Khairani, S. M. Saleh, and S. Sugiarto, “Uji Marshall Pada Campuran Asphalt Concrete Binder Course (Ac-Bc) Dengan Tambahan Parutan Ban Bekas,” J. Tek. Sipil, vol. 1, no. 3, pp. 559–570, 2018.

N. Ramadhan, “Pengaruh Penambahan Additive Gilsonite Hma Modifier Grade Terhadap Kinerja Aspal Porus,” pp. 1–12, 2014.

NURUL WAHYUNINGSIH, “Studi penggunaan batu kapur tuban sebagai agregat aspal beton.”

I. Gusti Raka Puranto and I. Nyoman Sapta Nugraha, “Studi Karakteristik Campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) Menggunakan Aspal Penetrasi 60/70 dengan Penambahan Lateks I,” vol. 22, no. 2, pp. 77–86, 2016.

P. Gunawan, S. Prayitno, and A. Cahyadi, “Pengaruh Penambahan Serat Galvalum Az 150 Pada Beton Ringan Dengan Teknologi Foam Terhadap Modulus Elastisitas, Kuat Tarik Dan Kuat Tekan,” vol. 2, no. September, pp. 213–220, 2013.

P. Harian, Spesifikasi umum 2010, vol. 2010, no. Revisi 1. 2010.

A. Gunarto, “Penelitian Campuran Aspal Beton Dengan Menggunakan Filler Bunga Pinus,” UKaRsT, vol. 3, no. 1, p. 37, 2019.

A. F. Ahmad, A. R. Razali, I. S. M. Razelan, S. S. A. Jalil, M. S. M. Noh, and A. A. Idris, “Utilization of polyethylene terephthalate (PET) in bituminous mixture for improved performance of roads,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 2017.

S. Hadiwisastra, “Kondisi Aspal Alam dalam Cekungan Buton,” J. Ris. Geol. dan Pertamb., vol. 19, no. 1, p. 49, 2009.

M. Manoppo, “Pemanfaatan Tras Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal Panas Hrs -Wc,” J. Ilm. Media Eng., vol. 1, no. 2, 2011.

S. N. Indonesia and B. S. Nasional, “Metode uji bahan yang lebih halus dari saringan 75 m ( No . 200 ) dalam agregat mineral dengan pencucian,” no. 200, 2012.

G. Qian, K. Hu, J. Li, X. Bai, and N. Li, “Compaction process tracking for asphalt mixture using discrete element method,” Constr. Build. Mater., vol. 235, p. 117478, 2020.

N. Aesara, I. H. Puspito, and N. Tinumbia, “ANALISIS PERBANDINGAN MATERIAL AGREGAT TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC),” J. Infrastruktur, 2019.

S. Sumiati, M. Mahmuda, and P. Puryanto, “KEUNGGULAN ASBUTON PRACAMPURAN DAN ASPAL SHELL PADA CAMPURAN ASPAL BETON (AC-BC),” J. Poli-Teknologi, 2019.

L. A. Kadir, “Komposisi Kimia Batu Kapur Alam dari Indutri Kapur Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara,” vol. 5, no. 2, pp. 104–108, 2019.

A. F. Setya Budi, F. N. Liem, and K. Alokabel, “STUDI KOMPARASI PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN NILAI KONSTANTA ASPAL RENCANA TERHADAP NILAI STABILITAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON (HRS-WC) TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL,” JUTEKS - J. Tek. Sipil, 2017.

A. B. Pohan and J. Jimmi, “OPTIMASI PARAMETER MARSHALL STABILITY PADA ASPAL BETON MENGGUNAKAN PENDEKATAN HYBRID NEURAL NETWORK – GENETIC ALGORITHM,” Proceeding Semnasvoktek, 2017.

W. A. Gul and M. Guler, “Rutting susceptibility of asphalt concrete with recycled concrete aggregate using revised Marshall procedure,” Constr. Build. Mater., vol. 55, pp. 341–349, 2014.

M. K.R, D. Kumar N, and T. G.S, “Performance and Evaluation on Marshall Stability Properties of Warm Mix Asphalt Using Evotherm and Cecabase Rt®-A Chemical Additive,” Int. J. Eng. Trends Technol., vol. 12, no. 8, pp. 406–410, 2014.

P. Jitsangiam, P. Chindaprasirt, and H. Nikraz, “An evaluation of the suitability of SUPERPAVE and Marshall asphalt mix designs as they relate to Thailand’s climatic conditions,” Constr. Build. Mater., vol. 40, pp. 961–970, 2013.

S. J. Akbar, J. Teknik, and S. Universitas, “Stabilitas Lapis Aspal Beton Ac-Wc,” vol. 2, no. 4, pp. 310–320, 2012.

A. E. Modupe, O. D. Atoyebi, O. E. Oluwatuyi, O. J. Aladegboye, A. A. Busari, and A. O. Basorun, “Dataset of mechanical, marshall and rheological properties of crumb rubber – Bio-oil modified hot mix asphalt for sustainable pavement works,” Data Br., vol. 21, pp. 63–70, 2018.

M. Karami, J. T. Sipil, U. Lampung, and B. Lampung, “Evaluasi terhadap penggunaan aspal buton sebagai bahan tambah terhadap karakteristik dan parameter campuran beraspal modifikasi,” no. Vim, 2017.

L. Arlia, S. M. Saleh, and R. Anggraini, “KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN SUBSTITUSI GONDORUKEM PADA ASPAL PENETRASI 60/70,” J. Tek. Sipil, 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/ukarst.v4i1.702

Article Metrics

Abstract view : 255 times
PDF - 99 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 UKaRsT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Email : ukarst@unik-kediri.ac.id

Lisensi Creative Commons
Journal UKaRsT is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.