Main Article Content
Abstract
Infant development can be broken down into four aspects: gross motor skills, fine motor skills, personal-social skills, and language. Stimulation in the form of exercise is one way to safeguard infant growth and motor development. Potential problems, if a child is not stimulated, include delayed motor development or a suboptimal motor development process. Given the numerous negative impacts, increased vigilance is needed for potential hazards. Social approaches in the form of baby gym or infant gymnastics need to be optimized to enhance growth optimization efforts, one of which is through outreach using teaching methods on infant gymnastics. This outreach activity has been proven to improve infant growth at Sukorejo Village, Ngasem Community Health Center, Kediri Regency. However, ongoing support is needed so that mothers can deepen their infant's motor growth and development.
Keywords
Article Details
Copyright (c) 2026 Putri Wahyu Wigati, Dhita Kris Prasetyanti, Sutrisni, Halimatus Saidah, Galuh Pradian Yanuaringsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with JAIM : Jurnal Abdi Masyarakat agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
How to Cite
References
- Ahmad, R. B. (2015). Pengaruh Pemberian Senam Bayi pada Bayi Usia 16-24 Minggu terhadap Kemampuan Merangkak. Publisher, 1-4.
- Andinawati, C., Syamsiah, S., & Kurniati, D. (2022). Efektititas Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik pada Bayi Usia 9-12 Bulan di Praktik mandiri Bidan Putri Indriani Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Jurnal kebidanan, 11(2), 99
- Andirana, D. (2015). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta: Salemba Medika.
- Anugrah, P. (2012). Pengaruh Senam Bayi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi Usia 4-12 Bulan di Posyandu Kelurahan Celep . Jurnal Kesehatan, 3-7.
- Bainbridge, H. A. (2016). Baby massage, Kekuatan Menenangkan dari Sentuhan. Jakarta: Dian Rakyat.
- Diah. (2022).Pelaksanaan Stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang, Jakarta.
- Dini, A. (2013). Pijat dan Senam Bayi Untuk Bayi dan Balita Panduan Praktis Memijat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Salemba Medika.
- Hidayat. (2013). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
- Ingrassia, L. (2015, Februari 28). Baby Gym Senam Bayi. Publisher, pp. 1-7.
- Kusyairi, I. (2016). Panduan Senam Bayi. Jakarta: Puspa Swara.
- Ni ngrum,N.M., Purwanti, Tri., Mildiana, Y. (2022). Optimalisasi Perkembangan motorik Bayi Dengan Baby Gym. Jurnal Abdi Medika, 1–9.
- Purwanti, S. (2016). Efektifitas Pelaksanaan Senam Bayi Terhadap Peningkatan Perkembangan Bayi. Publisher, 1-3.
- Rahmawati, N., & Andriani, R. (2019). Stimulasi Motorik Kasar pada Bayi Usia 3–6 Bulan melalui Baby Gym. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(1), 25–33.
- Ridha. (2014). Buku Ajar Keperawatan Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Sari, D. N., & Lestari, D. (2020). Pengaruh Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik Kasar Bayi. Jurnal Kesehatan, 12(2), 45–52.
- Soetjiningsih. (2018). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
- Sulistyawati. (2014). Deteksi Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Salemba Medika.
- Swandari, A. (2015). Pengaruh Senam Bayi Terhadap Kecepatan Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi Usia 5 Bulan. Insan Cendekia, 7-9.
- Syaukani, A. (2015). Pijat, Senam dan Yoga Sehat untuk Bayi. Yogyakarta: Araska.
- Orami. (2023). 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita, waspada Moms!. Diakses dari https://www.orami.co.id/magazine/tanda-gangguan-perkembangan-motorik-balita
- Wilayah III Ikatan Fisioterapi Indonesia. (2018). Mengenal delay development pada anak. Diakses dari https://wilayah3.imfi.or.id/mengenal-delay-development-pada-anak
References
Ahmad, R. B. (2015). Pengaruh Pemberian Senam Bayi pada Bayi Usia 16-24 Minggu terhadap Kemampuan Merangkak. Publisher, 1-4.
Andinawati, C., Syamsiah, S., & Kurniati, D. (2022). Efektititas Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik pada Bayi Usia 9-12 Bulan di Praktik mandiri Bidan Putri Indriani Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor. Jurnal kebidanan, 11(2), 99
Andirana, D. (2015). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta: Salemba Medika.
Anugrah, P. (2012). Pengaruh Senam Bayi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi Usia 4-12 Bulan di Posyandu Kelurahan Celep . Jurnal Kesehatan, 3-7.
Bainbridge, H. A. (2016). Baby massage, Kekuatan Menenangkan dari Sentuhan. Jakarta: Dian Rakyat.
Diah. (2022).Pelaksanaan Stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang, Jakarta.
Dini, A. (2013). Pijat dan Senam Bayi Untuk Bayi dan Balita Panduan Praktis Memijat Bayi dan Balita. Yogyakarta: Salemba Medika.
Hidayat. (2013). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Ingrassia, L. (2015, Februari 28). Baby Gym Senam Bayi. Publisher, pp. 1-7.
Kusyairi, I. (2016). Panduan Senam Bayi. Jakarta: Puspa Swara.
Ni ngrum,N.M., Purwanti, Tri., Mildiana, Y. (2022). Optimalisasi Perkembangan motorik Bayi Dengan Baby Gym. Jurnal Abdi Medika, 1–9.
Purwanti, S. (2016). Efektifitas Pelaksanaan Senam Bayi Terhadap Peningkatan Perkembangan Bayi. Publisher, 1-3.
Rahmawati, N., & Andriani, R. (2019). Stimulasi Motorik Kasar pada Bayi Usia 3–6 Bulan melalui Baby Gym. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(1), 25–33.
Ridha. (2014). Buku Ajar Keperawatan Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sari, D. N., & Lestari, D. (2020). Pengaruh Baby Gym terhadap Perkembangan Motorik Kasar Bayi. Jurnal Kesehatan, 12(2), 45–52.
Soetjiningsih. (2018). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Sulistyawati. (2014). Deteksi Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Salemba Medika.
Swandari, A. (2015). Pengaruh Senam Bayi Terhadap Kecepatan Kemampuan Motorik Kasar pada Bayi Usia 5 Bulan. Insan Cendekia, 7-9.
Syaukani, A. (2015). Pijat, Senam dan Yoga Sehat untuk Bayi. Yogyakarta: Araska.
Orami. (2023). 5 tanda gangguan perkembangan motorik balita, waspada Moms!. Diakses dari https://www.orami.co.id/magazine/tanda-gangguan-perkembangan-motorik-balita
Wilayah III Ikatan Fisioterapi Indonesia. (2018). Mengenal delay development pada anak. Diakses dari https://wilayah3.imfi.or.id/mengenal-delay-development-pada-anak