HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL
DOI:
https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i1.7739Abstract
Abstrak
Kunjungan antenatal secara teratur merupakan salah satu upaya penting untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan secara dini, namun kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal masih menjadi permasalahan di beberapa wilayah kerja puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan antenatal. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang tentang tanda bahaya kehamilan, dan ibu hamil dengan pengetahuan baik cenderung lebih patuh dalam melakukan kunjungan antenatal dibandingkan ibu hamil dengan pengetahuan kurang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan kunjungan antenatal. Hubungan ini menunjukkan bahwa pemahaman ibu tentang tanda bahaya kehamilan turut mendorong kesadaran untuk memeriksakan kehamilannya secara teratur. Diperlukan peningkatan edukasi tentang tanda bahaya kehamilan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan agar kepatuhan kunjungan antenatal ibu hamil dapat meningkat sehingga risiko komplikasi kehamilan dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.
Kata kunci : pengetahuan; tanda bahaya kehamilan; kepatuhan; kunjungan antenatal
References
DAFTAR PUSTAKA
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu (Edisi ke-3). Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratiwi, D., Handayani, T., & Sari, R. P. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care. Jurnal Ilmu Kebidanan, 10(2), 88–96.
Piboon, K., Subgranon, R., Hengudomsub, P., Wongnam, P., & Callen, B. L. (2012). A Causal Model of Depression Among Older Adults in Chon Buri Province, Thailand. Issues in Mental Health Nursing, 33(2), 118–126. https://doi.org/10.3109/01612840.2011.630497
Sarwono, S. W. (2019). Ilmu Kebidanan (4th ed.). Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
World Health Organization. (2016). WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2023). Maternal Health: Fact Sheet. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality
Yuliana, R., & Susanti, D. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 6(3), 150–158.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zahrotun Nisa’ Setyoputri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
