PENGARUH KONSUMSI WEDANG JAHE MADU TERHADAP SKOR PUQE PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM

Authors

  • Endah Bekti Universitas Nasional
  • Dewi Kurniati Universitas Nasional
  • Siti Syamsiah Universitas Nasional

DOI:

https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.7951

Abstract

Abstrak

Emesis gravidarum dapat membatasi aktivitas, menurunkan asupan nutrisi, dan mengurangi kenyamanan ibu pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas wedang jahe madu sebagai pendamping Vitamin B6 dalam menurunkan skor Pregnancy-Unique Quantification of Emesis pada ibu hamil. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental two-group pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sebanyak 32 ibu hamil trimester pertama dipilih secara purposive dan dibagi menjadi kelompok intervensi serta kontrol, masing-masing 16 responden. Kelompok intervensi menerima wedang jahe madu dua kali sehari dan Vitamin B6 10 mg dua kali sehari selama empat hari, sedangkan kelompok kontrol menerima Vitamin B6 dengan dosis dan durasi yang sama. Median skor kelompok intervensi menurun dari 8,50 menjadi 5,00 (p=0,000), sedangkan rerata kelompok kontrol turun dari 9,00 menjadi 7,94 (p=0,002). Skor pascaintervensi kelompok kombinasi lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol (4,13±1,20 versus 7,94±1,91; p=0,000). Efek ini dapat dijelaskan oleh aktivitas antiemetik gingerol dan shogaol, dukungan energi serta penerimaan rasa dari madu, dan regulasi neurotransmiter oleh piridoksin. Kombinasi wedang jahe madu dan Vitamin B6 lebih efektif daripada Vitamin B6 saja serta berpotensi digunakan sebagai intervensi pendamping dengan penilaian dan pemantauan tenaga kesehatan. Penerapan perlu disertai edukasi dosis, toleransi konsumsi, kecukupan cairan, dan tanda bahaya agar manfaat komplementer tetap berada dalam kerangka asuhan kebidanan yang aman.

Kata kunci: emesis gravidarum; ibu hamil; Vitamin B6; wedang jahe madu; skor mual-muntah

References

DAFTAR PUSTAKA

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2018). ACOG Practice Bulletin No. 189: Nausea and vomiting of pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 131(1), e15-e30.

Clark, S. M., Dutta, E., & Hankins, G. D. V. (2023). Psychological aspects and management of nausea and vomiting during pregnancy. Obstetrics and Gynecology Review.

Fathiah, N., & Vachouscova, Z. (2024). Phytochemical characteristics and therapeutic potential of Zingiber officinale. Journal of Herbal Medicine Research.

Fejzo, M. S., Rocha, N., Cimino, I., Lockhart, S. M., Petry, C. J., Kay, R. G., Burling, K., Barker, P., & O'Rahilly, S. (2024). GDF15 linked to maternal risk of nausea and vomiting during pregnancy. Nature.

Fejzo, M. S., Trovik, J., Grooten, I. J., Sridharan, K., Roseboom, T. J., & Vikanes, A. (2022). Nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum. Nature Reviews Disease Primers.

Foessleitner, P., et al. (2024). Nausea and vomiting in pregnancy: Clinical updates and management. Journal of Pregnancy Medicine.

Gao, P., Chen, B., & Wang, L. (2025). Effectiveness of ginger supplementation in alleviating hyperemesis gravidarum: A systematic review and meta-analysis. American Journal of Translational Research, 17(3), 1568-1579. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11982843/

Gustina, E. (2024). Dampak mual muntah kehamilan terhadap kesehatan ibu dan janin. Jurnal Kebidanan Indonesia.

Jennings, L. K., & Mahdy, H. (2023). Hyperemesis gravidarum. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532917/

Kaluku, A., & Sulastri, S. (2025). Efektivitas aromaterapi lemon dan rebusan jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di TPMB Riyanti Jakarta Barat. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(9), 4040-4054.

Koren, G., Boskovic, R., Hard, M., Maltepe, C., Navioz, Y., & Einarson, A. (2005). Motherisk PUQE scoring system for nausea and vomiting of pregnancy. American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Lacasse, A., Rey, E., Ferreira, E., Morin, C., & Berard, A. (2008). Validity of a modified Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea scoring index. American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of Sample Size in Health Studies. World Health Organization.

Lindblad, A. J., & Koppula, S. (2016). Ginger for nausea and vomiting of pregnancy. Canadian Family Physician, 62(2), 145. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4755634/

Liu, C., Zhao, G., Qiao, D., Wang, L., He, Y., Zhao, M., Fan, Y., & Jiang, E. (2022). Emerging progress in nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum: Challenges and opportunities. Frontiers in Medicine, 8.

Mariana, S., Safitri, T. A., Haryanti, D., & Berliani, H. (2025). Pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester I tentang kejadian emesis gravidarum di PMB Azimah Kota Jambi Tahun 2025. Midwifery Health Journal, 10(2), 10-16.

Martinez de Tejada, B., Vonzun, L., Von Mandach, D. U., Burch, A., Yaron, M., Hodel, M., Surbek, D., & Hoesli, I. (2025). Nausea and vomiting of pregnancy, hyperemesis gravidarum. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology, 304, 115-120.

Mithawati, R. C., Utmaningsih, R., Nurhanifah, T., & Erwianisya, F. N. (2025). Studi kasus pada ibu hamil mual muntah trimester pertama dengan pemberian seduhan teh daun mint dan madu di Puskesmas Rowosari. Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.

Mudarris, A., et al. (2023). Etiology and pathophysiology of nausea and vomiting in pregnancy. Pregnancy Medicine Journal.

Murniati, & Waresa. (2024). Dampak emesis gravidarum terhadap kualitas hidup ibu hamil trimester pertama. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak.

Novitasari, R., et al. (2022). Karakteristik varietas jahe dan kandungan fitokimia Zingiber officinale. Jurnal Tanaman Herbal Indonesia, 2, 11-20.

Oktarini, S. (2025). Penggunaan Pregnancy-Unique Quantification of Emesis dalam pengukuran mual muntah kehamilan. Jurnal Kebidanan, 3(1), 12-18.

Puspitasari, D., et al. (2024). Faktor yang berhubungan dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Jurnal Kebidanan Indonesia.

Putri, A., et al. (2023). Terapi nonfarmakologi dalam penatalaksanaan emesis gravidarum. Jurnal Ilmu Kebidanan, 3(1), 12-18.

Rahayu, S., et al. (2025). Pemanfaatan jahe sebagai terapi komplementer pada emesis gravidarum. Jurnal Kebidanan Komplementer, 4(1), 11-18.

Ranneh, Y., Akim, A. M., Hamid, H. A., Khazaai, H., Fadel, A., Zakaria, Z. A., Albujja, M., & Bakar, M. F. A. (2021). Honey and its nutritional and anti-inflammatory value. Molecules.

Rikawani. (2025). Faktor hormonal dan adaptasi kehamilan terhadap kejadian emesis gravidarum. Jurnal Kesehatan Reproduksi.

Sari, et al. (2024). Kombinasi jahe dan madu sebagai terapi komplementer mual muntah pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Maternal, 3(2), 10-19.

Sharma, A., et al. (2025). Advances in understanding hyperemesis gravidarum and GDF15 pathway. Pregnancy Research Journal.

Sibero, J., et al. (2024). Pengukuran derajat mual muntah kehamilan menggunakan PUQE dan RINVR. Jurnal Kebidanan Klinis.

Sulistyaningsi, et al. (2023). Klasifikasi dan karakteristik tanaman jahe (Zingiber officinale). Jurnal Farmakognosi Indonesia.

Sumiati, et al. (2023). Efektivitas pemberian permen jahe merah sebagai terapi antiemetik nonfarmakologis pada ibu hamil trimester pertama. Jurnal Kebidanan.

Thornton, J. (2023). Mechanism and pathophysiology of nausea and vomiting in pregnancy. Obstetric Medicine.

Zulaikhah, et al. (2025). Pengaruh pemberian seduhan jahe terhadap penurunan skor PUQE pada ibu hamil dengan emesis gravidarum. Jurnal Kebidanan.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

PENGARUH KONSUMSI WEDANG JAHE MADU TERHADAP SKOR PUQE PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM. (2026). Jurnal Bidan Pintar, 7(2), 1644-1663. https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.7951