PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT PACU PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PENGUSAHA MANISAN DI KOTA MALANG DAN KOTA BATU

Amir Kusnanto(1*), Sugeng Hariadi(2),

(1) STIE Malangkuçeçwara Malang
(2) STIE Malangkuçeçwara Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Manisan merupakan makanan ringan masyarakat Indonesia dengan harganya relatif
terjangkau. Beraneka macam manisan yang beredar di pasaran baik yang berasal dari
produsen besar maupun dari pengusaha kecil. Bahan baku manisan bermacam-macam, tapi
pengusah mitra berinovasi dengan membuat manisan jelly berbahan baku wortel, meniran
dan manisan berbahan baku kencur serta jahe.
Pengusaha mitra - 1
(Ibu Kety Kania, ST
) membuat inovasi manisan jelly dari bahan baku
wortel dan mengembangkan produk lain berbahan baku meniran. Bahan baku wortel banyak
di kota Batu yang merupakan sentra sayuran, dan meniran yang umumnya sebagai bahan
bahu jamu untuk meningkatkan stamina yang banyak tumbuh liar di persawahan.
Pengusaha mitra-2
(Ibu Siti Aminah, S. Si., S.Pd
) membuat manisan dari bahan baku kencur
dan jahe. Bahan baku ini mudah diperoleh di Kota Malang dengan harga yang relatif murah.
Tujuan dari program PKM adalah untuk membantu masyarakat khususya pengusaha mitra
agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan omzet penjualannya serta mampu
membuat pencatatan keuangan.
Permasalahan pengusaha mikro pada umumnya tidak mampu meningkatkan produksinya
karena keterbatasan modal, yang berdampak tidak mampu menambah atau mengganti
fasilitas produksinya yang lebih modern. Keterbatasan pemasaran dan tidak melakukan
pembukuan keuangan dengan baik. Program Kemitraan Masyarakat
(PKM) yang
memberikan hibah peralatan penunjang produksi dan pembenahan manajemen dapat
dipastikan akan meningkatkan hasil produksi.
Solusi yang ditawarkan program PKM untuk meningkatkan kapasitas produksi mitra-1 yaitu
memberikan juicer, sterilitator, mixer, sealer, kopor gas, timbangan digital. Sedangkan
Pengusaha mitra-2 fasilitas produksi yang diberikan berupa mesin perajang untuk mengiris
bahan baku, kompor gas, oven besar untuk mengeringkan produk.
Dalam rangka membenahi manajemen dan pemasaran produk, Tim memberikan pelatihan
dan pendampingan akuntansi dan teknologi informasi dengan membuatkan blog profile
usaha. Diharapkan pengusaha mitra mampu membuat pencatatan keuangan
(cash flow
)dan
memasarkan hasil produk melalui internet marketing.
Pengusaha mitra-1 dan pengusaha mitra-2 dengan bantuan peralatan baru dari program PKM
mentargetkan produksi akan meningkat 50% sampai dengan 100%. Optimis target ini
tercapai disebabkan juice, sterilitator, mesin perajang, oven besar dan fasilitas produksi lebih
modern, pengusaha akan mampu melayani permintaan konsumen yang lebih banyak.


Full Text:

PDF

References


Hamid, SE, dan Susilo, YS. 2011. Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah di Provinsi Daerah Isimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Volume 12. Nomor 1. Hal. 45-55.

Hasri B., Sigit, S. dan Santoso. D. 2012. Analisis Pengembangan Usaha Kecil Menengah untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Daerah

di Kabupaten Ngawi. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/s2ekonomi/article/view/6947/4739. Diakses tanggal 12 Juni 2017.

Kusnanto, AA. dan Supriyanto. 2015. Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Pengusaha KecilMenengah untuk Meningkatkan Kapasitas

Produksi Melalui bantuan Sarana Produksi,Teknologi Informasi

dan Pendampingan Pembuatan Laporan Keangan. Jurnal ABM Mengabdi.Volume 2 Hal. 51-57.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jaim.v2i1.238

Article Metrics

Abstract view : 6 times
PDF - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jaim : Jurnal Abdi Masyarakat Index By :

 

Flag Counter