ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENYEBAB PENULARAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) PADA USIA PRODUKTIF

Authors

  • Erik Podang Universitas Kadiri
  • Eko Winarti Universitas Kadiri
  • Susmiati Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.7924

Abstract

Abstrak

Perilaku kesehatan pada pasien TB paru adalah tindakan nyata dalam menerapkan etika batuk, minum obat secara teratur, dan menjaga kebersihan lingkungan. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan kejadian penularan infeksi ke orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor perilaku (kontak serumah, etika batuk dan penggunaan masker) dengan penularan TB paru pada usia produktif di RSUD Wamena. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis paru usia produktif usia ≥26-65 tahun yang melakukan pengobatan atau mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena Kabupaten Jayawijaya pada periode penelitian tahun. Berdasarkan teknik pengambilan sampel total sampling didapatkan sejumlah 35 responden. Analisa data dengan uji korelasi spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku kontak serumah (p value=0,002<α=0,05; r=0,507), etika batuk (p value=0,001<α=0,05; r=0,527), dan pemakaian masker (p value=0,000<α=0,05; r=0,704) dengan kejadian penularan TB paru pada pasien di RSUD Wamena. Diharapkan responden dan keluarga meningkatkan perilaku pencegahan penularan dengan cara menghindari kontak erat yang tidak perlu selama pasien masih dalam fase infeksius, menggunakan masker ketika berinteraksi dengan penderita TB, menerapkan etika batuk yang benar, menjaga ventilasi rumah, serta melakukan pemeriksaan apabila memiliki riwayat kontak serumah.

Kata Kunci : tuberkulosis; kontak_serumah ; etika_batuk; pemakaian_masker; penularan

References

DAFTAR PUSTAKA

Achadianti, S. (2021). Gambaran Kepatuhan Minum Obat Mdt (Multi Drug Therapy) Penderita Kusta di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Bangil.

Acuna-Villaorduna, C., Jones-López, E. C., Fregona, G., Marques-Rodrigues, P., Gaeddert, M., et al. (2018). Intensity of exposure to pulmonary tuberculosis and risk of infection in household contacts. Clinical Infectious Diseases, 67(6), 856–862. https://doi.org/10.1093/cid/ciy164

Ahdiyah., Nike N., Medi A., & Lili A. (2022). Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Paru Dewasa di Puskesmas Putri Ayu. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian 3(1):23.

Alene, K. A., Wangdi, K., & Clements, A. C. A. (2021). Impact of knowledge and preventive practices on tuberculosis transmission in high-burden settings. BMC Public Health, 21, 1230

Amalia, A., Arini, H. D., & Dhrik, M. (2022). Analysis of The Relationship of Compliance Rate of Antituberculosis Drug on The Quality of Life of Lung Tuberculosis Patients. Jurnal Ilmiah Mahaganesha, 1(2), 67–74

Annisa Nur Nazmi, Ervia Toga, Firdaus. (2025). Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kecemasan Dan Kualitas Hidup Pasien TB Paru. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 10 (1) 2025

Bagcchi, S. (2023). WHO’s global tuberculosis report highlights challenges in reaching elimination targets. The Lancet Microbe, 4(12), e817.

Bakhtiar., Arief., & Renny, T. (2019). Faal Paru Dinamis. Jurnal Respirasi 3:89. Dheda, K., Barry, C. E., & Maartens, G. (2022). Tuberculosis. The Lancet 400(10365), 1851–1865

Fox, G. J., Barry, S. E., Britton, W. J., & Marks, G. B. (2013). Contact investigation for tuberculosis: A systematic review and meta-analysis. European Respiratory Journal, 41(1), 140–156. https://doi.org/10.1183/09031936.00070812

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Herlina, H. (2023). Hubungan Health Locus Of Control dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Puskesmas Cilacap Tengah I. 38 Journal of Nursing and Midwifery Sciences Journal of Nursing and Midwifery Sciences, Volume 3, October 2025

Kasaeva, T., Swaminathan, S., & Pai, M. (2022). Global tuberculosis control: Progress, challenges and future directions. Nature Medicine, 28, 261–267.

Kemenkes. (2020). Tuberkulosis (TB). Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kumar, V., Abbas, A. K. and Aster, J. C. (2014). Buku Ajar Patologi Robbins. 9th ed.

Edited by I. M. Nasar and S. Cornain. Singapore: Elsevier Saunders.

Kumar., Santhosh., & Lisha. (2017). Evaluation Of Pulmonary Impairment By Spirometry in Post Pulmonary Tuberculosis Patients. Journal Of Medical Science And Clinical Research 05(05):21745– 51.

Kusuma & Dika A. (2019). Perbedaan Nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) Penderita Tuberkulosis Paru Berdasarkan Gambaran Radiologi Foto Polos Dada. (July):1–7.

Kemenkes Kesehatan Republik Indonesia (2020). Pedoman Nasional pelayanan Kedokteran, Tatalaksana Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022). Pengobatan Tuberkulosis Monoresisten INH di Indonesia. Jakarta: Kemenkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Long, N. H. et al. (1999). Different tuberculosis in men and women: beliefs from focus groups in Vietnam. Social Science & Medicine, 49(6), pp. 815–822. doi: 10.1016/S0277-9536(99)00171-9

MacIntyre, C. R., Wang, Q., Seale, H., et al. (2021). A randomized clinical trial of mask use and respiratory infection prevention. BMJ Open, 11, e045824.

Martinez, L., Cords, O., Liu, Q., Acuna-Villaorduna, C., Bonnet, M., Fox, G. J., et al. (2021). Infant and adolescent tuberculosis risk among household contacts of tuberculosis patients: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Global Health, 9(8), e1048–e1058.

Merriam-Webster (2020). Complication. Merriam-Webster.com Dictionary

Migliori, G. B., Nardell, E., Yedilbayev, A., D’Ambrosio, L., Centis, R., Tadolini, M., et al. (2021). Reducing tuberculosis transmission: The role of infection prevention and control measures. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 25(10), 715–728.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Pai, M., Kasaeva, T., & Swaminathan, S. (2022). Tuberculosis control: Reflections on the past, present and future. Nature Medicine, 28, 261–267.

Patil., Prashant, J., & Patil, S. P. (2017). A Six-Month Follow-Up Study To Evaluate Changes Of Pulmonary Function Test in Category I Pulmonary Tuberculosis Treatment Completed Patient. National Journal Of Physiology, Pharmacy And Pharmacology 8(1):1. Rozaqi., Malik, F.,

Price, S. A. and Wilson, L. M. (2006). Patolofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 6th edn. Jakarta: Buku Penerbit Kedokteran EGC.

Safri FM, Sukartini T, Ulfiana E. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien TB Paru Berdasarkan Health Belief Model Di Wilayah Kerja Puskesmas Talaga. Indones J Community Heal Nurs. 2019;2(2).

Saunders, M. J., & Evans, C. A (2024). Tuberculosis transmission and control in high-burden settings. Clinical Microbiology Reviews, 37(1), e00024-23.

Sreeramareddy, C. T., et al. (2021). Tuberculosis knowledge, health-seeking behaviour and delays in diagnosis: A systematic review. BMC Infectious Diseases, 21, 1–12.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Syaifiyatul., Fauzan, H., & Dwi, R, A. (2020). Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TBC Regimen Kategori I di Puskesmas Palengaan.” Jurnal Ilmiah Farmasi Attamru 1(1):7–14.

Sulistyo A., & Yayuk, D. R. (2019). Kepatuhan Minum Obat Pada Paien TB Paru.

Health Sciences Journal 2(1):104.

Supriyono GIDYAM. (2 0 1 3 ). Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap Pasien Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien. J Chem Inf Model. 2013;53(9):1689–99.

Wahyudi, W. T. (2015). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian TB Paru di Puskesmas Rawat Inap Panjang Tahun 2015. Hiolistik Jurnal Kesehatan, 11(2), pp. 117–122. doi: 10.33024/hjk.v11i2.252

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

ANALISIS FAKTOR PERILAKU PENYEBAB PENULARAN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) PADA USIA PRODUKTIF. (2026). Jurnal Bidan Pintar, 7(2), 1600-1618. https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.7924