ANALISIS BUDAYA LOKAL TERKAIT LARANGAN KERAMAS SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI

Authors

  • Christine Alda Manafe Universitas Nasional
  • Dewi Kurniati Universitas Nasional
  • Siti Syamsiah Universitas Nasional

DOI:

https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.8007

Abstract

Abstrak

Larangan keramas saat menstruasi merupakan praktik budaya yang masih dipertahankan di Desa Keoen dan berpotensi memengaruhi kebersihan diri serta kesehatan remaja putri. Penelitian ini bertujuan menganalisis keyakinan, pengalaman, peran keluarga dan lingkungan, serta dampak larangan keramas saat menstruasi pada remaja putri. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sepuluh partisipan dipilih secara purposive, terdiri atas tujuh remaja putri dan tiga ibu, termasuk seorang tokoh masyarakat perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, member check, audit trail, serta deskripsi kontekstual. Penelitian menghasilkan empat tema: keyakinan terhadap istilah lokal “darah putih naik”; pengalaman remaja dalam menjalani larangan; dominasi ibu dan keluarga dalam transmisi budaya; serta dampak fisik dan psikologis. Keluhan fisik meliputi rambut lepek dan berminyak, gatal, ketombe, serta luka akibat garukan berulang, sedangkan dampak psikologis berupa takut, khawatir, tidak nyaman, dan merasa terbebani. Larangan tetap dipatuhi karena dipandang sebagai nasihat kesehatan dan norma keluarga. Praktik ini memengaruhi perilaku perawatan diri selama menstruasi. Bidan perlu menerapkan culturally-sensitive care melalui edukasi persuasif, tidak menghakimi, dan melibatkan ibu serta tokoh masyarakat agar kebersihan menstruasi berbasis bukti dapat diterima tanpa merendahkan nilai budaya setempat.

Kata kunci: budaya lokal; larangan keramas; menstruasi; remaja putri; culturally-sensitive care

References

DAFTAR PUSTAKA

Andini, S. R., & Putri, D. A. (2020). Tradisi menstruasi dalam budaya Jawa: Studi etnografi. Jurnal Antropologi Indonesia, 15(2), 45–62.

Borda, L. J., & Wikramanayake, T. C. (2015). Seborrheic dermatitis and dandruff: A comprehensive review. Journal of Clinical and Investigative Dermatology, 3(2), 10. https://doi.org/10.13188/2373-1044.1000019

Dewi, N. P. S., & Sari, N. K. (2021). Pengaruh budaya terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja putri. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 12(2), 101–108.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.

Handayani, T., & Wulandari, S. (2023). Gender dan tradisi: Perspektif remaja putri terhadap pantangan budaya. Jurnal Studi Gender, 18(2), 112–128.

Istikhomah, I., Putri, D. K., & Wahyuningsih, E. N. (2025). Relationship between personal hygiene knowledge level and vulva hygiene behavior during menstruation in adolescent girls. Journal of Midwifery and Nursing, 7(1), 93–97.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nuraini, F., & Setiawan, B. (2021). Transmisi budaya lokal pada generasi milenial: Studi kasus tradisi kesehatan reproduksi. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 14(3), 156–172.

Prawirohardjo, S. (2024). Ilmu kebidanan (Edisi ke-4, cetakan ke-6). PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Rahmawati, I., & Susanti, Y. (2023). Kearifan lokal dalam praktik kesehatan reproduksi: Perspektif antropologi medis. Jurnal Antropologi Kesehatan, 11(1), 67–83.

Rahmawati, S. A. A., & Andalas, E. F. (2022). Dampak mitos menstruasi terhadap kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Probolinggo. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(1), 97–105. https://doi.org/10.30651/lf.v6i1.7817

Ramadhani, D. S., & Astuti, N. H. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja di Jakarta Barat. Health Promotion and Community Engagement Journal, 1(2), 41–47.

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.

Sari, D., & Lestari, N. (2021). Hubungan personal hygiene saat menstruasi dengan kenyamanan dan kondisi psikologis remaja putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–92.

UNICEF. (2019). Guidance on menstrual health and hygiene. UNICEF.

UNICEF Indonesia. (2020). Buku panduan manajemen kebersihan menstruasi (MKM) bagi remaja perempuan. UNICEF Indonesia & Muslimat NU.

Wismanjaya, H., & Yuningsih, S. (2025). Kajian pustaka menurunnya nilai-nilai budaya pada remaja. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(1), 52–66. https://doi.org/10.32493/jurnalpkn.v12i1.47181

Wulandari, A., & Fitriani, R. (2022). Dampak kebersihan diri terhadap kesehatan kulit kepala pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(3), 150–156.

World Health Organization, & UNICEF. (2021). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2020: Five years into the SDGs. World Health Organization. https://washdata.org/reports/jmp-2021-wash-households

Zulaikha, S., & Permatasari, N. (2024). Adaptasi kearifan lokal dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 7(2), 167–184.

Downloads

Published

2026-10-08

How to Cite

ANALISIS BUDAYA LOKAL TERKAIT LARANGAN KERAMAS SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI. (2026). Jurnal Bidan Pintar, 7(2). https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i2.8007