Hubungan Tingkat Stres dengan Efikasi Diri pada Pasien TBC Paru

Authors

  • Enggal Hadi Kurniyawan University of Jember
  • Windi Noviani
  • Erti Ikhtiarini Dewi
  • Latifa Aini Susumaningrum
  • Nur Widayati

DOI:

https://doi.org/10.30737/nsj.v6i2.3201

Keywords:

pulmonary tuberculosis, stress, self-efficacy

Abstract

TBC paru berdampak pada kondisi psikologis (mental) dalam bentuk stres. Efikasi diri berfokus pada keyakinan untuk dapat melakukan manajemen perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat stres dengan efikasi diri pada pasien tuberkulosis paru. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 64 pasien tuberkulosis paru dengan teknik purposive sampling. Kuesioner sebagai alat pengumpulan data adalah DASS 42 khusus untuk stres dan kuesioner efikasi diri tuberkulosis paru. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor stres rata-rata adalah 6,41, dan efikasi diri rata-rata pasien adalah 64,92. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan efikasi diri pasien tuberkulosis paru p < 0,001) dengan korelasi (r) -0,631, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan negatif. Perawat diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif melalui edukasi kesehatan terkait pengobatan tuberkulosis paru dan memberikan motivasi agar pasien tetap memiliki semangat untuk pulih dalam menjalani pengobatan hingga selesai.
Kata kuncis: TBC paru, Stres, Efikasi Diri

Author Biography

Enggal Hadi Kurniyawan, University of Jember

Psychiatric Nursing

References

Amelda, Ida, dan Ridwan. 2012. Hubungan antara pekerjaan, PMO, Pelayanan Kesehatan, Dukungan Keluarga dan Diskriminai dengan Perilaku Berobat Pasien Pulmonary tuberculosis . Makassar: Universitas Hasanudin

Anggi, FH. 2016. Self-efficacy Pasien Pulmonary tuberculosis Di Wilayah

Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang.Semarang, Universitas Diponegoro

Ariani, Y. (2011). Hubungan antara motivasi dengan self-efficacy pasien dm tipe 2 dalam konteks asuhan keperawatan di RSUP. H. Adam Malik Medan. http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/20282755-T%20Yesi%20Ariani.pdf.

Astuti, N. 2014.Self-efficacy dan Manajemen Diri pada Pasien Diabetes Tipe 2.http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/44550.

Bandura, A. (1994). Self efficacy.In V.S. Ramachaudran (Ed), Encyclopedia of human behavior. 4, 71-81. Encyclopedia of mental health. San diego: [Serial Online] http://web.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer

Bunga, B. N., & Kiling, I. T. (2015). Self-efficacy dan Pengukurannya pada Orang Usia Lanjut. In Seminar Nasional Educational Wellbeing (pp. 33–43). Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/324007016%0AEfikasi

Djojodibroto, D. 2007 . Respirologi. Jakarta: EGC

Hadi Kurniyawan, E., Nadziroh, U., Widayati, N., & Wantiyah, W. (2022). Correlation between Self Efficacy and Coping Mechanism in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ), 2(2), 174-178. https://doi.org/10.53713/nhs.v2i2.121

Iqra, Yuliana & Santun. 2016. Hubungan Lama Pengobatan dengan Tingkat Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Al- Ihsan Kabupaten Bandung Periode Maret-Mei 2016. Bandung, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung

Izzah Regita Cahyani, N., Purwandari, R., Rosyidi Muhammad Nur, K., Ardiana, A., & Tri Afandi, A. (2022). An Overview of Stress Levels on Fishermen on The Payangan Coastal Jember. Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ), 2(1), 63-68. https://doi.org/10.53713/nhs.v2i2.93

Kementerian Kesehatan RI, 2014. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Lovibond, S.H & Lovibond, P.F. 1995. DASS 42. Available online at :http://www2.psy.unsw.edu.au/dass/over.htm Manalu, Helper Sahat P. 2010. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pulmonary tuberculosis dan Upaya Penanggulangan. Jurnal Ekologi Kesehatan: Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan

Masitoh, R A. 2014. Pengaruh Terapi Berfikir Positif Terhadap Perilaku Membung Dahak Pada Pasien Tuberkulosis. JIKK Vol. 5, No.3.

Muttaqin. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika

P2PTM Kemenkes RI. 2018. Apakah Dampak Negatif Stres terhadap Otak Manusia? Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/apakah-dampak-negatif-stres-terhadap-otak-manusia

Prasetyo & Hari. 2016. Dampak Psikologis Ketidakpatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Paru Batu. http://eprints.umm.ac.id/13343/1/DAMPAK_PSIKOLOGIS_KETIDAKPATUHAn_BEROBAT_PASIEN_TUBERKULOSIS_PARU_DI_RUMAh_SAKIt_PARU_BATU_pdf

Qulud Arum Pratiwi, Sulistyorini, L., & Kurniawati, D. (2021). The Relationship of the Family Role as a Medication Supervisor with Medication Adherence in Children with Pulmonary Tuberculosis in Jember City Area. Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ), 1(2), 154-158. https://doi.org/10.53713/nhs.v1i2.37

Rajeswari,R., dkk. 2005. Perceptions of tuberculosis patient about their physical, mental and social well-being: a field report from south india. Social Sciene Medicine. 60(8): 1845-1853.

Sedjati, F. 2013. Hubungan Antara Self-efficacy Dan Dukungan Sosial Dengan Kebermaknaan Hidup Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Balai Pengobatan PenyakitParu-Paru (BP4) Yogyakarta.Fakultas Psikologi. Universitas Ahmad Dahlan

Smeltzer & Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart Edisi 8. Jakarta: EGC

Sunaryo. 2013. Psikologi UntukKeperawatan. Jakarta, EGC.

TBC Indonesia. 2021. Situasi TBC di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://tbindonesia.or.id/pustaka-tbc/informasi/tentang-tbc/situasi-tbc-di-indonesia-2/

Downloads

PlumX Metrics

Published

2022-12-30