ALTERNATIF PENGGUNAAN SERAT ECENG GONDOK PADA CAMPURAN STONE MATRIX ASPHALT GRADASI HALUS MENINGKATKAN STABILITAS CAMPURAN ASPAL PANAS

Authors

  • Teguh Kurniawan Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan
  • Zulkifli Lubis Fakultas Teknik Universitas Islam Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.30737/ukarst.v3i1.350

Abstract

In this mixture using cellulose fibers derived from water hyacinth to find out whether water hyacinth fiber can be used as a mixture of hot asphalt and as a substitute for cellulose fibers in the market. In this study, the laboratory experimental research method is used to conduct experimental activities to produce a result of water hyacinth fiber mixing with Marshall Properties. The purpose of this experiment is to compare the results obtained at optimum levels in the specifications of SNI Specifications for Stone Matrix Asphalt (SMA) 2015, with the addition of water hyacinth fiber variations of 1%, 2%, 3%, 4%, 5% taken from asphalt content. The final result of this study was Marshall evaluation where Stability was 55830.18 kg on 3% water hyacinth fiber content, 17.09% VIM on 5% water hyacinth fiber content, 172.40% VMA on 5% water hyacinth fiber content, VFWA 2100.28% on 0% water hyacinth fiber content, 2.23 mm flow on 4.9% water hyacinth fiber content, Marshall Quotient 25984.39 kg / mm on 3% water hyacinth fiber content. These results indicate that waterhyacinth fiber cannot be used in a mixture of SNI 2015 Stone Matrix Asphalt Specifications (SMA).

Keywords: Water Hyacinth Fiber, Stone Matrix Asphalt, Marshall Properties


Dalam campuran ini menggunakan serat selulosa yang berasal dari eceng gondok untuk mengetahui apakah serat eceng gondok dapat digunakan sebagai campuran aspal panas dan sebagai pengganti serat selulosa di pasaran. Dalam penelitian ini, metode penelitian eksperimental laboratorium digunakan untuk melakukan kegiatan eksperimental untuk menghasilkan hasil pencampuran serat eceng gondok dengan Marshall Properties. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil yang diperoleh pada tingkat optimal dalam spesifikasi Spesifikasi SNI untuk Aspal Matriks Batu (SMA) 2015, dengan penambahan variasi serat eceng gondok 1%, 2%, 3%, 4%, 5% diambil dari konten aspal. Hasil akhir dari penelitian ini adalah evaluasi Marshall dengan Stabilitas 55830,18 kg pada 3% kadar serat eceng gondok, 17,09% VIM pada 5% kadar serat eceng gondok, 17,40% VMA pada 5% kadar serat eceng gondok, VFWA 2100,28% pada 0% kadar serat eceng gondok, aliran 2,23 mm pada 4,9% kadar serat eceng gondok, Marshall Quotient 25984,39 kg / mm pada 3% kadar serat eceng gondok. Hasil ini menunjukkan bahwa serat waterhyacinth tidak dapat digunakan dalam campuran Spesifikasi Asphalt Batu Matriks SNI 2015 (SMA).

Kata Kunci: Serat Hyacinth Air, Aspal Matriks Batu, Sifat Marshall


References

AASHTO M 325., 2008, Standard Specification for Stone Matrix Asphalt (SMA).

AASHTO, 2008.â€Standard Specifications for Transportation Materials and Methods of Sampling and Testing, Part 2 : Tests.†AASHTO, Washington D.C.

Ahmad Bagir dan Gigih Eka Pradana., 2011.Pemanfaatan Serat Eceng Gondok

Badan Standarisasi Nasional, 2012. SNI ASTM C136:2012 : Metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar. Jakarta: BSN.

Badan Standarisasi Nasional, SNI 8129:2015 tentang Spesifikasi Stone Matrix Asphalt (SMA)

Badan Standarisasi Nasional, SNI 03-6388,2000, Spesifikasi Agregat Lapis Pondasi Bawah Lapis Pondasi Atas Dan Lapis Permukaan

Badan Standardisasi Nasional. 2002. Spesifikasi Agregat Halus Untuk Campuran Perkerasan Beraspal, SNI 03-6819-2002. Jakarta

Badan Standarisasi Nasiona,l BSSNI, 2002. SKSNI 13–6717–2002. Tata Cara Penyiapan Benda Uji Dari Contoh Agregat

Badan Standarisasi Nasional, BSSNI, 2011. SKSNI 2433-2011. Cara uji titik nyala dan titik bakar aspal dengan alat cleveland open cup

Badan Standarisasi Nasional, BSSNI, 2011. SKSNI 2439-2011. Cara Uji Penyelimutan Dan Pengelupasan Pada Campuran Agregat-Aspal

Badan Standarisasi Nasional, BSSNI, 2011. SKSNI 2456-2011. Tentang Cara Uji Penetrasi Aspal

Badan Standarisasi Nasional, BSSNI,2011. SKSNI 2434-2011. Tentang Cara Uji Titik Lembek Aspal Dengan Alat Cincin Dan Bola (Ring And Ball)

Badan Standarisasi Nasional’ BSSNI, 2011. SKSNI 2441-2011. Tentang Cara Uji Berat Jenis Aspal Keras

Direktorat Jendral Bina Marga., 2010. Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Edisi 2010 Divisi 6. Kementrian Pekerjaan Umum Indonesia.

Lisminto dan As’ad M. 1993. Mekanisme Stabilisasi Aspal Oleh Serat Sellulosa di Dalam Campuran Splite Mastic Asphalt. Drektorat Jendral Bina

Metode Pengujian Campuran Aspal dengan Alat Marshall, SNI 06-2489-1991. KementerianPekerjaan Umum, Badan Penelitian dan Pengembangan PU

Sukirman Silvia (1999), Perkerasan Lentur JalanRaya, Nova,Bandung.

Sukirman S., 2003. Beton Aspal Campuran Panas,Penerbit Granit, Jakarta

Downloads

PlumX Metrics

Published

2019-05-17

How to Cite

Kurniawan, T., & Lubis, Z. (2019). ALTERNATIF PENGGUNAAN SERAT ECENG GONDOK PADA CAMPURAN STONE MATRIX ASPHALT GRADASI HALUS MENINGKATKAN STABILITAS CAMPURAN ASPAL PANAS. UKaRsT, 3(1), 37–45. https://doi.org/10.30737/ukarst.v3i1.350

Issue

Section

Articles