PENGARUH PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU NIFAS DAN MENYUSUI OLEH KADER KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN STUNTING
DOI:
https://doi.org/10.30737/jubitar.v7i1.7546Abstract
Abstrak
Di Indonesia stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama, dapat dikondisikan sebagai gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dan praktik perawatan yang tepat selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan merupakan strategi intervensi yang dinilai efektif di tingkat komunitas. Penelitian mempunyai tujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan terhadap tingkat pengetahuan mereka mengenai stunting. Penelitian yang digunakan desain quasi-experimentl dengan pendekatan pre test dan post test pada kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah 30 ibu nifas dan menyusui di wilayah Posyandu Desa Tulungrejo. Intervensi berupa serangkaian kegiatan penyuluhan, demonstrasi gizi, dan diskusi kelompok yang dilakukan oleh kader terlatih selama empat minggu. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired T-test dengan tingkat signifikansi 0,005. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan ibu setelah intervensi pemberdayaan (rata-rata skor pre-test: 65,5; rata-rata skor post test: 85,2; p-value < 0,001). Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengrtahuan dari ketegori cukup menjadi tinggi. Pemberdayaan kelompok ibu nifas dan menyusui oleh kader kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang stunting dan pencegahannya. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya nasional percepatan penurunan stunting
Kata Kunci: Pemberdayaan Ibu, Kader Kesehatan, Pengetahuan, Stunting, Ibu Nifas dan Menyusui
References
DAFTAR PUSTAKA
Ariani, H., dkk. (2021). Peningkatan Pengetahuan Ibu Baduta Melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat. (Studi kasus tentang efektivitas intervensi kader).
Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung & Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tulungagung. (2025). Prevalensi Stunting Berdasarkan E-PPBGM Kabupaten Tulungagung. Diakses dari https://opendata.tulungagung.go.id/dataset/prevalensi-stunting-berdasarkan-e-ppbgm-kabupaten-tulungagung
Wijayanti, R., & Santoso, L. S. (2019). Dampak Pemberdayaan Kader Posyandu terhadap Pengetahuan dan Perubahan Praktik Gizi Ibu Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 108-115.
Kementerian Dalam Negeri RI. (2020). Pedoman Umum Pengelolaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Mengatur peran dan fungsi kader.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. (Referensi umum untuk teori perubahan perilaku kesehatan)
Kementerian Kesehatan RI. (2023). 4 Cara Mencegah Stunting. Menguraikan pentingnya 1000 HPK. upk.kemkes.go.id
Rahayu, A., dkk. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Jurnal Gizi Indonesia. (Merujuk pada studi yang mengidentifikasi pengetahuan ibu sebagai faktor risiko).
World Health Organization (WHO). (2023). Infant and young child feeding
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anna Septina Andarini, Dwi Margareta Andini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Deprecated: json_decode(): Passing null to parameter #1 ($json) of type string is deprecated in /home/ojs.unik-kediri.ac.id/public_html/plugins/generic/citations/CitationsPlugin.php on line 68
