Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Menggunakan Overall Equipment Efectiveness (OEE) Dan Six Big Losses Pada Mesin Cold Leveller PT. KPS

Muhamad Bob Anthony(1*),

(1) Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Serang Raya
(*) Corresponding Author

Abstract


PT. KPS adalah salah satu perusahaan baja di Indonesia yang memproduksi produk baja berupa slab dan plate yang dipasarkan di dalam negeri hingga ke luar negeri. Mesin cold leveller merupakan mesin yang berfungsi meratakan permukaan plate yang tidak rata. Permasalahan yang terjadi pada mesin tersebut yaitu sering mengalami breakdown sehingga plate dengan permukaan yang tidak rata semakin banyak karena waktu bekerja mesin semakin berkurang.

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai overall equipment effectiveness (OEE), menghitung nilai faktor six big losses dan mengetahui akar penyebab masalah yang dominan dari faktor six big losses dengan fishbone diagram. Nilai OEE yang didapat pada mesin cold leveller adalah sebesar 82%. Faktor terbesar yang menyebabkan rendahnya efektifitas mesin yaitu reduced speed losses sebesar 11,59% dan equipment failure losses sebesar 6,04%. Tindakan perbaikan yang diusulkan adalah memprioritaskan 3 pilar utama TPM yaitu autonomous maintenance, quality maintenance, training dan education.

 

Kata Kunci: fishbone diagram, overall equipment effectiveness (OEE), pareto, six big losses , total productive maintenance (TPM)


Full Text:

PDF

References


Almeanazel, Osama Taisir R., (2010), Total Productive Maintenance Review and Overall Equipment Effectiveness Measurement, Jordan Journal of Mechanical and Industrial Engineering, Vol. 4 No. 4, pp 517 – 522.

Betrianis dan Robby Suhendra, (2005), Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness Sebagai Dasar Usaha Perbaikan Proses Manufaktur Pada Lini Produksi (Studi Kasus pada Stamping Production Division Sebuah Industri Otomotif), Jurnal Teknik Industri Vol. 7, No. 2, pp. 91-100.

Davis, R. K. (1995). Productivity Improvements Through TPM The Philosophy & Application of Total Productive Maintenance. Prentice Hall.

Habib, A. S., Supriyanto, H. H., & MSIE, I. (2012). Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) Sebagai Pedoman Perbaikan Efektivitas Mesin CNC Cutting. Jurnal Teknik Pomits, Vol 1 No 1 Hal 1-6.

Hansen, R. C. (2001), Overall Equipment Effectiveness: A powerful Production / Maintenance Tool for In Creased Profi, 1st Edition, Industrial Press Inc, New York.

Nakajima, S., (1988) Introduction to Total Productive Maintenance, Productivity Press Inc, Portland, p. 21.

Tarigan, Z. J. H., (2005). Perancangan Penjualan dan Perencanaan Produksi yang Terintegrasi dengan Menerapkan Teknologi Enterprise Resource Planning. Jurnal Teknik Industri, p. 139.

Wireman, T., (2004). Total Productive Maintenance. 2nd New York: Industrial Press.Buzacott, J.A. and Shanthikumar, J.G. (1993). Stochastic Models of Manufacturing Systems, Prentice-Hall, Englewood Cliff, NJ.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jatiunik.v2i2.333

Article Metrics

Abstract view : 147 times
PDF - 28 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




 

Flag Counter