Triple Roles Perempuan dalam Jabatan Publik: Pengalaman Perempuan Pejabat Pemerintah Kota Denpasar dalam Mengelola Tuntutan Birokrasi, Keluarga, dan Adat
DOI:
https://doi.org/10.30737/mediasosian.v10i2.7870Keywords:
Triple Roles, Perempuan, Jabatan Publik, Tri Hita Karana, Gender, Women, Public OfficeAbstract
Peningkatan keterlibatan perempuan dalam jabatan publik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif gender. Namun, perempuan pejabat publik menghadapi tuntutan berbagai peran secara simultan, terutama dalam konteks sosial budaya Bali. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika triple roles perempuan dalam jabatan publik di Kota Denpasar serta implikasinya terhadap kinerja dan pengambilan keputusan dalam administrasi publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap delapan perempuan yang menduduki jabatan struktural dan fungsional di Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar. Data dianalisis secara tematik dengan menggunakan perspektif triple roles, gender dalam administrasi publik, kepemimpinan perempuan, dan nilai Tri Hita Karana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjalankan peran produktif, reproduktif, dan sosial-kultural secara bersamaan. Kondisi ini menimbulkan tantangan berupa konflik peran dan keterbatasan waktu, tetapi sekaligus memperkuat kemampuan adaptasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan partisipatif. Dukungan keluarga, organisasi, dan nilai Tri Hita Karana berperan penting dalam menjaga keseimbangan peran. Penelitian menegaskan perlunya kebijakan manajemen ASN yang responsif gender dan sensitif terhadap konteks budaya lokal.
References
Andriastuti, P. (2024). Kepemimpinan Kolaboratif dalam Pengembangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah Berbasis Partisipasi Masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 15(2), 145–160.
Andriastuti, P. (2025). Kepemimpinan Berbasis Nilai Lokal dalam Mendorong Inovasi Sektor Publik di Bali. Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik, 9(1), 35–49.
Biedma Ferrer, J. M., & Medina Garrido, J. A. (2023). Impact of Family-Friendly HRM Policies on Organizational Performance. Intangible Capital, 10(3). Omnia Publisher SL. https://doi.org/10.3926/ic.506.
Bishu, S. G., & Heckler, N. (2021). Women and Men Municipal Managers Doing and Undoing Gender. Journal of Public Administration Research and Theory, 31(3), 489–505. Oxford University Press US.
Dwiyanto, A. (2018). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Eagly, A. H., & Carli, L. L. (2007). Through the Labyrinth: The Truth About How Women Become Leaders (Vol. 11). Boston: Harvard Business School Press.
Hochschild, A. R. (1989). The Second Shift: Working Families and the Revolution at Home. New York: Viking Penguin.
Kossek, E. E. (2020). Work–Family Boundary Management Styles in Organizations: A Cross-Level Model. Organizational Psychology Review, 2(2), 152–171. SAGE Publications Sage UK: London, England.
Maviza, G., & Thebe, P. (2024). Working from home and the triple role of women in the context of COVID-19-induced lockdowns in Zimbabwe. Journal of Asian and African Studies, 59(8). https://doi.org/10/1177/00219096231154240.
Medina-Garrido, J. A., Biedma-Ferrer, J. M., & Bogren, M. (2023). Organizational Support for Work–Family Life Balance as an Antecedent to the Well-Being of Tourism Employees in Spain. Journal of Hospitality and Tourism Management, 57, 117–129. Elsevier.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). New Jersey: SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ.
Minogue, M., & Jones, G. (2009). Public Sector Governance and Management Reform. London: Sage Publications.
Moser, C. O. N. (1993). Gender Planning and Development: Theory, Practice, and Training. Boston: Routledge. https://books.google.co.id/books?id=srTi66ReEcQC.
OECD. (2017). Skills for a high performing civil service. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9789264280724-en.
OECD. (2019). Government at a glance 2019. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/8ccf5c38-en
OECD. (2020). Policy Framework on Sound Public Governance: Baseline Features of Governments that Work Well. Paris: OECD Publishing.
Peters, B. G. (2010). The Politics of Bureaucracy: An Introduction to Comparative Public Administration. New York: Routledge.
Prastika, I. G. A. A., & Pradana, G. Y. K. (2021). Peran Perempuan Bali dalam Menjaga Keberlanjutan Budaya Lokal di Era Modernisasi. Jurnal Kajian Bali, 11(2), 245–260.
Sager, F., & Rosser, C. (2021). Weberian bureaucracy. Oxford Research Encyclopedia of Politics. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190228637.013.166
Schachter, H. L. (2020). Women in Public Administration: An Integrative Review. Public Administration Quarterly, 44(4), 515–544. SAGE Publications Sage CA: Los Angeles, CA.
Unni, S., Kopric, I., Feenstra, C. M., et al. (2026). Bureaucracy. In IPSA Companion to Political Science. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-032-06918-4_127
UN Women. (2024). Women’s Leadership and Participation in Public Life. New York, NY: UN Women.
Widaningrum, A. (2015). Dilema Gender dalam Administrasi Publik. JKAP (Jurnal Kebijakan Dan Administrasi Publik), 3(1), 36–45.
Widiastini, N. M. A., & Yuhan, R. A. (2025). Perempuan Bali antara Karier, Keluarga, dan Budaya Adat. Jurnal Perempuan Dan Kebudayaan, 8(1), 15–29.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Komang Tri Putri Andriastuti, I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




