Perbandingan Vaksin Pentavalen Easy Five dan Combe Five terhadap Kasus KIPI Anak di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan(Comparison of Pentavalent Vaccines Easy Five and Combe Five on AEFI Cases in Tidore Islands City Health Office)

Comparison of Pentavalent Vaccines Easy Five and Combe Five on AEFI Cases in Tidore Islands City Health Office

Authors

  • Rahmawati Rahmawati Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW, Malang
  • Apt. Agung Permata, S.Farm.M.Farm, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW, Malang
  • Apt. Nanang Ardianto, S.Farm.M.Farm-Klin Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW, Malang

DOI:

https://doi.org/10.30737/jafi.v7i2.7092

Keywords:

Vaksin Pentavalen , Easy five, Combo five, KIPI, anak

Abstract

Vaksin pentavalen dikembangkan sebagai imunisasi bagi anak untuk melindungi anak dari penyakit menular. Dua jenis yang banyak digunakan adalah Easy Five dan Combe Five, yang berpotensi memicu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan perbedaan karakteristik. Penelitian ini bertujuan membandingkan kasus KIPI pada kedua vaksin. Penelitian kausal-komparatif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari 10 Puskesmas di Kota Tidore Kepulauan tahun 2024–2025. Sampel sebanyak 373 bayi penerima vaksin Easy Five atau Combe Five dipilih dengan proportional stratified random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Dari 373 bayi, 111 (29,8%) mengalami KIPI. Kejadian KIPI lebih rendah pada penerima Easy Five (22,4%) dibanding Combe Five (35,6%). Jenis KIPI terbanyak adalah reaksi lokal (45,9%) dan sistemik (54,1%), tanpa reaksi berat. Uji statistik menunjukkan perbedaan bermakna (p < 0,05). KIPI lebih sering terjadi pada Combe Five, sehingga Easy Five relatif lebih aman.

References

[1] Meliyanti, D., Meliyanti, F. & Heryanto, E. (2025). Determinan yang Mempengaruhi Imunisasi Pentavalen Lanjutan.

[2] Reni Pebriani, Lisda Handayani and Hairiana Kusvitasari (2023) ‘Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Pada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) Pentabio’, Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, 3(3), pp. 37–52. Available at: https://doi.org/10.55606/jrik.v3i3.2582.

[3] Ifalahma, D., & Fachruniza, A. N. (2021). Pengetahuan Mahasiswa Kebidanan Tentang Imunisasi Pentavalen. OVUM : Journal of Midwifery and Health Sciences, 1(2), 68–77. https://doi.org/10.47701/ovum.v1i2.1599

[4] Sianturi, M.I. (2022) ‘Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian Imunisasi Lanjutan Pentavalen pada Anak Usia 18 Bulan’, Journal Health Of Education, 3(1 e-ISSN:2809-2287), pp. 1–9.

[5] Five, C. et al. (no date) ‘ID EREG17201912400006 ID EREG17201912400006’, (89).

[6] ‘Easyfive-TT ( DTwP - Hep B – Hib)’ (2023).

[7] Kartini, F. and Fitriani, H. (2016) ‘Analisis karakteristik ibu dengan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pentavalen’, Analisis Karakteristik Ibu dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Jurnal Ilmu Kebidanan, IV(1), pp. 17–26. Available at: https://ejournal.akbidyo.ac.id/index.php/JIK/article/view/19/17.

[8] Isnaniar, Nolita, W. and Silvia, M. (2023) ‘Pengetahuan Ibu Tentang Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Bayi 0-12 Bulan Di Posyandu Desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat’, Jurnal Kesehatan As-Shiha, 3(2), pp. 101–113.

[9] Rosmiyati et al.2015. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian Imunisasi Pentabio pada bayi di BPS Desi Andriani Garuntang Bandar Lampung.

[10] Haryanti, N. (2020) ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Pentabio Booster Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Kacang Pedang Kota PangkalPinang’, Smart ankes, 4(1), p. 9. Available at: http://www.jurnalabdinusababel.ac.id.

[11] Munawaroh, A. (2016). Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Praktik Imunisasi Pentavalen Booster Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangunsari Salatiga. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 4(3), 949–959l

[12] Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan. (2024). Laporan Cakupan Imunisasi.

[13] Abdul, H., & Irwan, N. (2017). Of Agrarian And Spatial Planning / National Land Agency Strategic. 4(August), 55–60.

[14] Sugiyono. 2012, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, Alfabeta, Bandung.

[15] Pasaribu, Et Al, (2018) Pelatihan Peningkatan Kemampuan Analisis Data Penelitian Menggunakan Software Spss Bagi Pemuda Rt. 14 Perumnas Aurduri Indah Kota Jambi

[16] Ragil Kusumaningrum, Y., & Nur Widayati, C. (2023). Di Wilayah Kerja Puskesmas Wirosari Ii. Journal of TSCS1Kep, 8(2), 2775–0345. http://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCS1Kep

[17] Mubarak , I.W, et al,(2015). Buku Ajar Ilmu Keperawatan Dasar ( Buku I). Salemba Medika; Jakarta

[18] Kuswati, Rosalinna, Rahmasari, N. T., & Nurrasyidah, R. (2023). Pengaruh Kompres Lidah Buaya Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Bayi Pasca Imunisasi DPT-HB-HIB Di Wilayah Puskesmas Karangtengah Kabupaten Wonogir. Indonesian Scintific Journal Of Midwifery, 1(2),85–93

[19] Rahmadani, E., & Sutrisna, M. (2022). Hubungan Pengetahuan dengan Kecemasan Ibu Pasca Imunisasi pada Bayi di Puskesmas Beringin Raya Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(3), 2162–2167

[20] Kemenkes.(2025). Surat Edaran tentang Revisi Ketentuan Penggunaan Vaksin DPT-HB-HIB (Combe Five®) untuk Imunisasi Kejar.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Perbandingan Vaksin Pentavalen Easy Five dan Combe Five terhadap Kasus KIPI Anak di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan(Comparison of Pentavalent Vaccines Easy Five and Combe Five on AEFI Cases in Tidore Islands City Health Office): Comparison of Pentavalent Vaccines Easy Five and Combe Five on AEFI Cases in Tidore Islands City Health Office. (2026). Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI), 7(2), 124-137. https://doi.org/10.30737/jafi.v7i2.7092