Implementasi Administrasi Publik dan Perilaku Organisasi dalam Penguatan Tata Kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedog
DOI:
https://doi.org/10.30737/mediasosian.v10i2.7883Keywords:
Kapasitas Administratif, Perilaku Organisasi, Tata Kelola Koperasi, Koperasi Merah Putih, Keberlanjutan, Administrative Capacity, Organizational Behavior, Cooperative Governance, Red-and-White Cooperative, SustainabilityAbstract
Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui kebijakan pemerintah belum selalu diikuti kapasitas operasional yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses administratif, perilaku organisasi, implikasinya terhadap tata kelola, serta strategi penguatan KKMP Gedog. Studi kasus deskriptif kualitatif dilakukan di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, pada Mei–Juli 2026. Empat informan dipilih secara purposif, yaitu ketua, sekretaris, bendahara, dan lurah. Data wawancara, observasi, dan dokumentasi dianalisis melalui kondensasi, penyajian, serta verifikasi kesimpulan; keabsahannya diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa legalitas, struktur organisasi, RAT, kepemimpinan partisipatif, komitmen, dan komunikasi informal telah membentuk kapasitas awal serta mempercepat koordinasi. Namun, formalisasi tersebut belum diikuti konsistensi data anggota, kelengkapan notulen, keteraturan pencatatan transaksi, rekonsiliasi keuangan, dan pengawasan terdokumentasi. Kegiatan usaha masih terbatas, pendapatan belum menutup beban, dan klasifikasi keuangan belum sepenuhnya konsisten. Temuan ini mengungkap kesenjangan antara kepatuhan formal dan kapasitas operasional. Perilaku kolaboratif tidak otomatis menghasilkan tata kelola yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan efektif apabila keputusan, data, dan transaksi belum diformalkan menjadi informasi yang dapat diverifikasi. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan KKMP Gedog memerlukan standardisasi data dan dokumen, pelatihan berbasis tugas, rekonsiliasi berkala, pengawasan tindak lanjut, evaluasi kelayakan unit usaha, serta pendampingan pemerintah berbasis kebutuhan operasional.
References
Arief, S., & Haeruddin, H. (2025). Strategi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih: Tinjauan literatur atas praktik terbaik dan tantangan global. Al-Buhuts, 21(1), 284–299. https://doi.org/https://doi.org/10.30603/ab.v21i1.6469
Bijman, J., Hanisch, M., & van der Sangen, G. (2014). Shifting control? The changes of internal governance in agricultural cooperatives in the EU. Annals of Public and Cooperative Economics, 85(4), 641–661. https://doi.org/10.1111/apce.12055
Birchall, J., & Simmons, R. (2004). What Motivates Members to Participate in Co‐operative and Mutual Businesses? Annals of Public and Cooperative Economics, 75(3), 465–495. https://doi.org/10.1111/j.1467-8292.2004.00259.x
Camargo Benavides, A. F., & Ehrenhard, M. (2021). Rediscovering the Cooperative Enterprise: A Systematic Review of Current Topics and Avenues for Future Research. Voluntas: International Journal of Voluntary and Nonprofit Organizations, 32(5), 964–978. https://doi.org/10.1007/s11266-021-00328-8
Christensen, R. K., & Gazley, B. (2008). Capacity for public administration: analysis of meaning and measurement. Public Administration and Development, 28(4), 265–279. https://doi.org/10.1002/pad.500
Cornforth, C. (2004). The Governance of cooperatives and mutual associations: a paradox perspective. Annals of Public and Cooperative Economics, 75(1), 11–32. https://doi.org/10.1111/j.1467-8292.2004.00241.x
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The New Public Service: Serving Rather than Steering. Public Administration Review, 60(6), 549–559. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00117
International Cooperative Alliance. (2015). Guidance notes to the co-operative principles. Https://Ica.Coop/En/Media/Library/Research-and-Reviews/Guidance-Notes-Cooperative-Principles .
Jamaluddin, F., Saleh, N. M., Abdullah, A., Hassan, M. S., Hamzah, N., Jaffar, R., Abdul Ghani Aziz, S. A., & Embong, Z. (2023). Cooperative Governance and Cooperative Performance: A Systematic Literature Review. Sage Open, 13(3). https://doi.org/10.1177/21582440231192944
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Muhdor, MHD. A., & Riofita, H. (2026). Koperasi Merah Putih Sebagai Badan Usaha Dalam Mendorong Perekonomian Masyarakat. Jurnal Pendidikan Vokasi Raflesia, 6(1), 1–7. https://doi.org/10.53494/jpvr.v6i1.1355
Rahmi, Y., Latifannisa, N., Wardiman, J., Yulhendri, Y., Cerya, E., & Nofriansyah, N. (2024). Struktur Organisasi dan Efektivitas Manajemen Koperasi Pembangunan Usaha Sumatera Barat. Eqien - Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 13(03). https://doi.org/10.34308/eqien.v13i03.1832
Republik Indonesia. (1992). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/46650/Uu-No-25-Tahun-1992 .
Republik Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/316750/Inpres-No-9-Tahun-2025 .
Robbins, S. P., & Coulter, M. A. (2018). Management (14th ed.). Pearson.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ulva Roifatul Lailin, Fatika Damayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




