Perbedaan Efektifitas Relaksasi Benson Dan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Pinggang Pada Pasien Dewasa Dengan Riwayat Low Back Pain

Authors

  • Satria Eureka Nurseskasatmata, S.Kep.,Ns., M.Kep Kadiri University
  • Kun Ika Nur Rahayu S.Kep., Ns., M.Kep Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/nsj.v4i2.1283

Keywords:

low back pain, Teknik relaksasi benson, Massage efflurage

Abstract

Low back pain adalah nyeri punggung bawah dan merupakan gangguan muskuloskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik dan dapat pula disebabkan oleh berbagai penyakit. Dari survey yang telah dilakukan kepada 20 orang dewasa yang mengalami nyeri pinggang  sedang dan 50 % (10 orang dewasa) mengalami nyeri pinggang ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Efektifitas Teknik Relaksasi benson dan massage effleurage terhadap Intensitas Nyeri pinggang pada orang dewasa dengan riwayat low back pain. Desain penelitian menggunakan pre-eksperiment dengan menggunakan two group pretest-posttest. Populasi yang diteliti adalah orang dewasa (25-55 Tahun) yang mengalami nyeri pinggang dengan riwayat low back pain yang berjumlah 20 orang  dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian kemudian dianalisa dengan menggunakan wilcoxon dan mann-whitney. Analisa data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test berupa pretest – post test relaksasi benson 0,026 sedangkan pretest- posttest massage effleurage  adalah 0,006. Hasil uji perbedaan pada kedua intervensi menggunakan mann-whitney didapatkan nilai p value 0,001 < α (0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima menunjukan  ada perbedaan efektifitas teknik relaksasi benson  dan massage effleurage  terhadap intensitas nyeri pinggang pada orang dewasa dengan riwayat low back pain. Jika klien dewasa mengalami nyeri pinggang  ringan dan sedang maka dilakukan  teknik relaksasi benson atau massage effleurage yang mana dapat menurunkan intensitas nyeri sehingga dapat menjaga kualitas hidupnya.

References

Akmal A, dkk.(2010).Ensiklopedi Kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika

Aslani, Marllyn. 2009. Teknik Pijat Untuk Pemula. Jakarta : Erlangga

Benson, Hebert. (2009). Timeless Healing. Jakarta: Interaksara

Cahyono & Suhardjo. (2011). Meraih Kekuatan Diri Yang Tak Terbatas. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Datak, Gad. (2008). Efektifitas Teknik Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Pasca Bedah Pada Pasien Transurethral Resection Of The Prostate: Ph.D.thesis, Universitas Indonesia

Engram, B. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan Bedah (M. Ester (ed.)). EGC.

Lestari & Yuswianti. (2014). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Tehadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada pasien Pre Operasi di Ruang Wijaya Kusuma RSUD DD. Soeprapto cepu. Jurnal Keperaatan Maternitas, Vol 2/1 page. 7-14.

Low back pain .2010 Available from : http://www.ekahospital.com/en/low-back-pain

Nursalam, (2008). Konsep dan Penerapan Metodelogi Riset Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Referensi : lower low back pain Symptom, Diagnosis and Treatment 1999-2015 Available from : http://www.spine-health.com /conditions/lower-back-pain

Setyoady & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalis Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta : Selemba medika

Smeltzer, & Bare. (2017). Textbook of medical-surgical nursing / edited by Maureen Farrell ; original US edition by Suzanne C. Smeltzer, Brenda G. Bare. (4th editio). Lippincott Williams & Wilkins/Wolters Kluwer Health.

Sukmono, Joko Rizki, SH. (2011). Mendongkrak Kecerdasan Otak dengan Meditasi. Jakarta : Visimedita.

Vita, (2007). Infertil. Jakara: PT. Gramedia Pustaka Utama

Wasis, (2008). Pedoman Riset Praktis Untuk Profesi Perawat. Jakarta: EGC

PlumX Metrics

Published

2020-11-01