INSIDENSI PENYAKIT DISENTRI AMOEBA BERDASARKAN INDEKS KEPADATAN LALAT PENGUNJUNG RUMAH MAKAN DI DAERAH SEKITAR UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Lisa savitri(1*), Aminah Alfiani(2), Sueb Sueb(3),

(1) Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Kadiri
(2) Program Studi Biologi, Universitas Negeri Malang
(3) Program Studi Biologi, Universitas Negeri Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


Penyakit disentri amoeba disebabkan oleh parasit yang berkembang di dalam saluran pencernaan manusia, pada  masyarakat  awam  biasanya dikenal dengan diare.  Berdasarkan  profil  kesehatan Kabupaten Malang tahun 2014, penderita disentri dari usia balita sejumlah 18.837 jiwa, sedangkan untuk usia anak dan dewasa penderita diare akut mencapai 55.467 jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui insidensi penyakit disentri amoeba berdasarkan indeks kepadatan lalat pengunjung rumah makan di daerah sekitar Universitas Negeri Malang.
 Metode Penelitian ini dilakukan dengan menghitung indeks kepadatan lalat pengunjung rumah makan di sekitar Universitas Negeri Malang. Peneliti mengambil 4 sampel rumah makan di  sekitar  Universitas  Negeri  Malang  yang  sering  dikunjungi  oleh  mahasiswa  dan masyarakat di sekitar daerah tersebut. Hasil analisis indeks kepadatan lalat pada masing-masing rumah makan memiliki indeks yang berbeda-beda, nilai indeks kepadatan lalat ditentukan dari hasil rerata 5 titik tertinggi yang telah diperoleh dari hasil penelitian. Korelasi indeks kepadatan  lalat  dan  penyakit  disentri amoeba menunjukkan adanya hubungan yang rendah. Faktor sanitasi lingkungan rumah makan tergolong sebagai rumah makan dengan tingkat mutu C dengan skor yang berbeda tiap rumah makan dan tidak ada perbedaan antara keempat lokasi rumah makan berkategori C, dan hasil pengamatan mikroskopis Entamoeba histolytica yang diambil dari kaki lalat ditemukan kista infektif dengan 4 inti matang dan kista belum matang terbawa oleh kaki lalat dan dalam pengamatan tidak ditemukan fase trofozoit. Perlu dilakukan pengecekan jenis Amoeba lain pada kaki lalat Musca domestica yang mengunjungi rumah makan, sehingga tidak hanya mengetahui Entamoeba histolytica saja.

References


DAFTAR PUSTAKA

Anorital & Andayasari,L.2011. Kajian Epidemiologi Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan yang Disebabkan oleh Amoeba di Indonesia. M edia Li t bang K e s e h a t an Vol.21 No.2 Tahun 2011. 2. Arikunto, S. 2010. Pr o s e dur pen eliti a n : Sua t u Pendek a t an Pr a k tik . (Edisi Revisi). Jakarta : Rineka Cipta. 3. Arredondo, L.M., Gonzales, M,P,B., Coria,A.L., Ortega, J.E., Villareal, J.V., Pinero, J.L.H., & Vallarta, M.R.M. 2014. Entamoeba histolytica: trophozoite, Precyst Studied by Atomic Force Microscopy (Article). Microscopy Advances in Scientific Research and Education ( A . M en d e z - Vilas, Ed ) , For m a t e x . 4. Buletin Kesehatan Indonesia. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta : Bul e tin K e s eh a t an I ndon e sia vol 2 Triwulan 2 tahun 2011 .

Centre for Affordable Water and Sanitation Technologi (CAWST). 2009. Household Water Treatment and Safe Storage Fact Sheet: Chlorine (NaDCC Tablets). Canada: CAWST 6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang. 2013. Rekapit ulasi P enduduk K o t a M ala n g K eada a n 1 2 Sep t ember 2 013 B e rd a sa r kan Je nis K ela min .http://dispendukcapil.malangkota.go.id/?p=496. Diakes pada tanggal 13 Maret 2016, pukul 20.00 7. Eraky. M.A., Rashed, S.M. Nasr, M.E.S. 2014. Parasitic Contamination of Commonly Consumed Fresh Leafy Vegetables in Benha, Egypt. Jou r n al of P ara sit olo g y Resea r ch V ol . 20 1 4.

Ferrer,A., Viet,H.N., Zinsstag,J. 2012. Quantification of Diarrhea Risk Related to Wastewater Contact in Thailand. Eco H ealt h J o urn al (Hlm 49 -59) 9. Kemenkes. 2003. Persyaratan Hygine Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. K e pu t u sa n M e n t e ri K e s eh a t a n R e p ub li k I nd o ne sia N o m or 1 098 / M enke s / S K / V I I / 20 0 3.

Notoatmodjo,S. 2003. Il m u K e s eh a t an M a s ya r a kat P rinsip P rin sip D a sa r . Jakarta: Rineka Cipta. Nyenke,C., Chukwujekwu,D., Stanley,H. & Awoibi,N. 2008. Prevalence of Intestinal Amoebiasis in Infant and Junior School Children in Degema General Hospital and Environs. J. Ap plica tion. S cie n ce, M anagem e n t, S e p t ember, Vol 12 ( 3) (Hlm 83 – 87). 11. Nurruzzaman, R. 2009. K a ji an I nde k s Lal a t de n gan Prev ale n si Pen d e r it a Dis e n t ri A m oebia sis d i K eca m a t a n K an igar a n K o t a Pro b o li n g go (Skripsi). Malang : Universitas Negeri Malang. 12. Muttaqin,A. & Sari,K. 2013. G anggu a n G a s t r oin t e s tinal A plika si A s uhan K epe r a w a t a n M e dik al Bed a h . Jakarta : Salemba Medika 13. Nowak P, Mastalska K & Loster J. 2015. E n t a m oe b a His t oly tica - Pathogenic Protozoan of the Large Intestine in Humans. J C li nic al Mic r o biology Bio c h emi c al Tec h nolo gy 1(1): 010-017. 14. Puspita, I., Palandeng, H. & Sinolungan, J., Hubungan Praktik Higiene Sanitasi Penjamah Makanan terhadap Cemaran Esc h e ric hia c oli pada Makanan Gado-Gado di Sepanjang Jalan Kota Manado. Manado: Universitas Sam Ratulangi. 15. Prendergast, B., Rosales,M.A., & Evans. E.S., 2002. Filt h F li e s Sig nifica n ce S ur v eilla nc e and C on t rol in C o n ti n g en c y O pe r a ti on . Washington DC : Armed Forces Medical Center. 16. Widyastuti, I.K. 2011. P r evalen si I n f e k si A me bia sis pada Siswa M a dra s ah I b ti d ai ya h I sla miyah D e s a Sim bang W e t an K eca m a t an B u aran Pekalo ngan, J a w a Teng a h (Artikel Penelitian). Semarang : Universitas Diponegoro.

Zein, U. Sagala, & K.H. Ginting. 2004.

Dia r e A k ut Dis e b a bkan oleh B a k t e ri .

Sumatera : Universitas Sumatera Utara




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jafi.v1i1.622

Article Metrics

Abstract view : 2607 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 2549 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Farmasi Universitas Kadiri (JALANIKA)



Jurnal inovasi farmasi indonesia terindeks di ;