Profil Fitokimia Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight): Metode Infundasi, Dekoktasi, Maserasi dan Soxhletasi

Phytochemical Profile of Bay Leaf Extract (Eugenia polyantha Wight): Infundation, Decoccation, Maceration and Soxhletation Methods

Authors

  • Yustin Nur Khoiriyah Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

DOI:

https://doi.org/10.30737/jafi.v4i2.4612

Keywords:

Ekstrak daun salam; kromatografi lapis tipis (KLT); metode ekstraksi; profil fitokimia.

Abstract

 Fitokimia memberikan informasi tentang cara mengisolasi hasil metabolisme sekunder serta
mengidentifikasi golongan senyawa. Jenis dan jumlah senyawa yang berbeda dapat diperoleh dengan metode isolasi yang sesuai, kelompok senyawa yang diekstraksi dapat diisolasi dengan metode khusus dan metode isolasi yang berbeda. Hal perlu dikaji pada berbagai tumbuhan yang bermanfaat obat, sehingga berdasarkan hal tersebut dapat dipilih metode isolasi yang sesuai dengan tujuan dan kegunaannya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil fitokimia daun salam berdasarkan distribusi Rf pada uji kromatografi lapis tipis. Bahan uji adalah daun salam, metode ekstraksi antara lain infundasi, dekoktasi, maserasi dan soxhletasi. Perbedaan kandungan golongan senyawa dari hasil ekstraksi diketahui dengan visualisasi noda/ bercak lempeng Kromatografi Lapis Tipis (KLT) pada UV 254, UV 366 dan pereaksi semprot AlCl3, Formaldehida, FeCl3, KOH, Lieberman-Burchard dan Dragendrooff. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bercak yang terlihat dari maserat 3 (tiga) bercak dengan Rf 0,13; 0,94; 0,97, ekstrak  soxhlet 4 (empat) bercak dengan Rf 0,15; 0,86; 0,92; 0,94, infusa 3 (tiga) bercak dengan Rf 0,06; 0,14; 0,94, dan dekokta 3 (tiga) bercak dengan Rf 0,06; 0,13; 0,97. Senyawa yang terkandung dalam infusa, dekokta, maserasi dan soxhletasi daun salam terdiri dari flavonoid, terpenoid, triterpenoid, fenolik, kumarin dan antrakuinon. Senyawa yang selalu terlihat pada infusa, dekokta, maserasi dan soxhletasi daun salam adalah terpenoid/triterpenoid. Metode maserasi dan soxhletasi dari daun salam, menghasilkan golongan senyawa flavonoid, kumara, dan antrakuinon. Profil fitokimia daun salam berbeda tergantung pada metode ekstraksi infusa, dekokta, maserasi, dan soxhletasi.

References

Drianti A. Analisis Permintaan Tanaman Obat pada Industri Obat Tradisional di Kalimantan Selatan. J Ekon Manaj. 2012;6(1).

Santosaningsih D, Roekistiningsih. Efek ekstrak daun salam (Eugenia polyantha) terhadap penghambatan pembentukan biofilm pada staphylococcus aureus secara in vitro. Universitas Brawijaya; 2011.

Sabir A. Pemanfaatan Flavonoid di Bidang Kedokteran Gigi: Edisi Khusus Temu Ilmiah Nasional III. Majalah Kedokteran Gigi. 2006;81–7.

Sumono A, Wulan A. Kemampuan air rebusan daun salam (Eugenia polyantha W) dalam menurunkan jumlah koloni bakteri Streptococcus sp. Maj Farm Indones. 2009;20(3):112–3.

Suciari LK. Perbedaan Zona Hambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus Pada Berbagai Konsentrasi Rebusan Daun Salam (Syzygium polyanthum) Secara In Vitro. J Meditory [Internet]. 2017;5(2):92–100. Available from: http://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id

Apriani D, Amaliawati N, Kurniati E. Efektivitas Berbagai Konentrasi Infusa Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Terhadap Daya Antibakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. J Teknol Lab. 2014;3(1).

Tammi A. Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara In Vitro. UNILA Bandar Lampung; 2016.

Ardianto WD. Uji Daya Antibakteri Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) dalam Pasta Gigi terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans. Universitas Jember.; 2012.

Bhaskara GY. Uji Daya Antifungi Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium Polianthum [Wight] walp.) Terhadap Candida Albicans Atcc 10231 Secara In Vitro. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2012.

Khoiriyah YN, Wahyuni S. Aplikasi Dekokta Daun Salam dalam Penghambatan Candidiasis Eritematosa pada Pengguna Gigi Tiruan Lepasan Akrilik. J Kesehat. 2022;13(3):530.

OSHC. Safe Community [Internet]. Occupational Safety and Health Council (OSHC); Available from: http://www.oshc.org.hk/eng/main/services_support/safe_community/

Endarini LH. Farmakognosi dan Fitokimia. Jakarta Selatan: Pusdik SDM Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan; 2016.

Agustina R, Indrawati TD, Masruhin MA. Aktivitas Ekstrak Daun Salam (Eugenia Polyantha) sebagai Antiinflamasi pada Tikus Putih (Rattus Norvergicus). JTrop Pharm Chem. 2015;3(2).

Lakhanpal P, Rai D. Quercetin: A Versatile Flavonoid. Internet J Medical. 2007;

Depkes RI. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Depkes RI; 1979.

Notoatmodjo S. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. 243 p.

Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta; 2010. 419 p.

Hargono D. Sediaan Galenik. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.; 1986.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2023-06-30

How to Cite

Khoiriyah, Y. N. (2023). Profil Fitokimia Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha Wight): Metode Infundasi, Dekoktasi, Maserasi dan Soxhletasi: Phytochemical Profile of Bay Leaf Extract (Eugenia polyantha Wight): Infundation, Decoccation, Maceration and Soxhletation Methods. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI), 4(2), 111–123. https://doi.org/10.30737/jafi.v4i2.4612