PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO GUNA MENGETAHUI TINGKAT KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN PIGGING DI AREA SISI NUBI TOTAL E & P INDONESIE

wahyudi wahyudi(1*), heribertus santoso(2), ana komari(3),

(1) Fakultas Teknik program studi Teknik Industri Universitas Kadiri.
(2) Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri,Universitas Kadiri
(3) Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Universitas Kadiri.
(*) Corresponding Author

Abstract


Menurut data BPJS Ketenagakerjaan sepanjang tahun 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 dengan korban meninggal dunia sebanyak 2.375 orang. Dengan melihat masih tingginya angka kecelakaan kerja dan banyaknya korban yang meninggal dunia, maka perlu dilakukan sebuah usaha untuk mencegah dan mengendalikan risiko yang ditimbulkan oleh suatu pekerjaan. Penelitian ini membahas tentang nilai risiko yang dimiliki oleh pekerjaan pigging di area Sisi Nubi Total E & P Indonesie. Tahapan dalam pekerjaan pigging meliputi persiapan, transfer material dan proses pekerjaan pigging itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis serta tingkat risiko pada masing-masing tahapan pekerjaan pigging sehingga nantinya level risiko tertinggi bisa diketahui. Melalui penerapan manajemen risiko, dilakukan berbagai pengendalian dan perbaikan secara terus-menerus untuk menurunkan level risiko menjadi nilai yang dapat diterima agar kecelakaan kerja bisa dihindari.

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan  metode analisis risiko semi-kuantitatif berdasarkan AS/NZS 4360:2004. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi bahaya dan risiko pada setiap tahapan pekerjaan pigging menggunakan metode JHA (Job Hazard Analysis). Setelah ditentukan tingkat konsekuensi, paparan dan tingkat kemungkinannya maka akan dihasilkan level risiko dari masing-masing tahapan pekerjaan pigging.

Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki setiap tahapan pekerjaan pigging mulai dari yang terendah yaitu acceptable, priority 3 dan substantial. Pada tahapan persiapan pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah terpukul handtools yang memiliki nilai 30 dengan kategori priority 3. Pada tahapan transfer material, risiko tertinggi adalah beban terjatuh, cuaca buruk dan jarak pandang yang memiliki nilai 125 dengan kategori substantial. Sedangkan pada proses pekerjaan pigging, risiko tertinggi adalah gas hidrokarbon bertekanan tinggi yang memiliki nilai 150 dengan kategori substantial. Dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), perusahaan telah melakukan berbagai pengendalian dan perbaikan untuk mengurangi nilai risiko pada pekerjaan pigging, diantaranya adalah memberikan pelatihan kepada karyawan, menyediakan alat pelindung diri, serta melakukan pengendalian engineering dan administrasi.


Full Text:

PDF

References


BPJS Ketenagakerjaan, 2016, Stop Kecelakaan Kerja dalam www.bpjsketenagakerjaan.go.id (19 januari 2016)

Hadiono, 2002, Pigging, Pusat Pendidikan dan Latihan Migas, Cepu.

Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Ramli, Soehatman, 2010, Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Prespektif K3 OHS Risk Management, Dian Rakyat, Jakarta.

Ratnasari, Septa T., 2009, Analisis Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Pengeboran Panas Bumi Rig Darat #4 PT. Apexindo Pratama Duta Tbk, Universitas Indonesia, Depok.

Risk Management Guidelines AS/NZS 4360:2004, Carmen Green Zevallos, Standards Australia/Standards New Zealand.

Sepang, B.A.W., Tjakra, J., Langi, J.E.Ch., & Walangitan, D.R.O., 2013, Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Pembangunan Ruko Orlens Fashion Manado, Jurnal Sipil Statik, Vol. 1, No. 4, hh. 282 – 288.

Septianingrum, Winda U., 2012, Penilaian Risiko Keselamatan Kerja pada Proses Pemasangan Ring Kolom dan Pemasangan Bekisting di Ketinggian pada Pembangunan Gedung XY oleh PT. X tahun 2011, Universitas Indonesia, Depok.

Syartini, Titi., 2010, Penerapan SMK3 Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT. Indofood CBP Sukses Makmur Divisi Noodle Cabang Semarang, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Wicaksono, Iman K., & Singgih, Moses L., 2011, Manajemen Risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) pada Proyek Pembangunan Apartemen Puncak Permai Surabaya, Prosiding Seminar Nasional Manajemen Telnologi XIII, Surabaya.

Yuliani, Uppit., 2012, Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proyek Infrastruktur Gedung, Jurnal Sipil.


Article Metrics

Abstract view : 3 times
PDF - 5 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.