Inovasi Pengolahan Ampas Tahu menjadi Tepung Guna Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Pabrik Tahu Pak Badrun

Authors

  • Ni Luh Putu Yuniantari Politeknik Negeri Banyuwangi
  • Dini Nastiti Anjarsari Politeknik Negeri Banyuwangi
  • Erlin Susilowati Politeknik Negeri Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.30737/jatimas.v5i2.6809

Keywords:

Ampas tahu, Ketahanan dan keamanan pangan, peningkatan gizi, Tepung

Abstract

Solid waste from tofu production, commonly referred to as tofu dregs, has not been further processed by partners, in this case, the Pak Badrun Tofu factory. The tofu dregs produced by partners are only sold to cattle and goat farmers as animal feed. However, according to several studies conducted, it has been found that the nutritional value of tofu dregs is quite high; therefore, tofu dregs have great potential to be further processed into flour. A lack of knowledge about the use of tofu dregs in flour is one of the obstacles to processing tofu dregs, which could be utilized in other products with high economic value. The utilization of tofu dregs can provide economic and practical benefits in their processing. Additionally, processing tofu dregs can offer the community choices in terms of selecting flour with better nutritional content. Processing tofu dregs into flour can encourage the development of new processed products from tofu dregs, as a way to support food security and safety, ultimately improving community nutrition. In order to provide appropriate solutions to partners, the tofu dregs processing program is carried out in three stages, namely: 1) Conducting outreach on the production of flour from tofu dregs to partners, 2) Training on the production of flour from tofu dregs, and 3) Training in product management and digital marketing. This program successfully enhanced the knowledge, production skills, and digital marketing capabilities of participants, enabling them to process tofu dregs into value-added products with the potential to positively impact the community's economy in a sustainable manner.

Limbah padat hasil produksi tahu yang biasa disebut sebagai ampas tahu belum diolah lebih lanjut oleh mitra dalam hal ini pabrik Tahu Pak Badrun. Selama ini ampas tahu yang dihasilkan dari proses produksi tahu hanya dijual ke peternak sapi dan kambing sebagai pakan ternak, padahal menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwasanya ampas tahu memiliki kandungan gizi yang baik oleh karena itu ampas tahu memiliki potensi yang besar untuk dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung. Kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan ampas tahu menjadi tepung merupakan salah satu kendala dalam upaya pengolahan ampas tahu yang seharusnya dapat dimanfaatkan menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Pemanfaatan ampas tahu dapat memberikan keuntungan secara ekonomi dan praktis dalam pengolahannya selain itu dengan diolahnya ampas tahu dapat memberikan pilihan kepada masyarakat dalam hal memilih tepung dengan kandungan gizi yang lebih baik. Pengolahan ampas tahu menjadi tepung dapat mendorong munculnya produk olahan baru dari ampas tahu sebagai salah satu cara mendukung ketahanan dan keamanan pangan dalam hal ini adalah meningkatkan gizi masyarakat. Guna memberikan solusi tepat guna pada mitra maka program pengolahan ampas tahu dikerjakan dalam tiga tahapan yaitu; 1) melakukan Sosialisasi pembuatan tepung dengan berbahan dasar ampas tahu pada mitra, 2) Pelatihan Pembuatan tepung berbasis ampas tahu, 3) Pelatihan manajerial dan digital marketing produk. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan produksi, dan pemasaran digital peserta, sehingga ampas tahu dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Author Biographies

  • Ni Luh Putu Yuniantari, Politeknik Negeri Banyuwangi

    Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Jurusan Pertanian

  • Dini Nastiti Anjarsari, Politeknik Negeri Banyuwangi

    Program Studi Pengembangan Produk Agroindustri, Jurusan Pertanian

  • Erlin Susilowati, Politeknik Negeri Banyuwangi

    Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Pertanian

References

Basri, S. (2023). Pelatihan Produk Tahu Inovatif Untuk Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Kreativitas Di Desa Kalianyar Suci. Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul, 1(2), 96–103. https://doi.org/10.70437/pmsdu.v3i1.635

Cahyani, M. R., Zuhaela, I. A., Saraswati, T. E., Raharjo, S. B., Pramono, E., Wahyuningsih, S., Lestari, W. W., & Widjonarko, D. M. (2021). Pengolahan Limbah Tahu dan Potensinya. Proceeding of Chemistry Conferences, 6, 27. https://doi.org/10.20961/pcc.6.0.55086.27-33

Dewi Rahmawati, Y., Solikhin, A., & Fera, M. (2020). Uji Organoleptik Tepung Ampas Tahu Dengan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Ilmiah Gizi Dan Kesehatan (JIGK), 2(01), 11–17. https://doi.org/10.46772/jigk.v2i01.254

Djayanti, S. (2015). Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 6(2), 75–80. https://doi.org/10.21771/jrtppi.2015.v6.no2.p75-80

Handayani, S., & Ratu, M. K. (2025). Optimalisasi Potensi Desa Alai Melalui Pemberdayaan Perempuan Desa untuk Menjadi Pelaku Usaha Olahan Tahu. Jurnal Aksi Kepada Masyarakat, 5, 697–706. https://doi.org/10.36908

Kompas di akses pada laman https://www.kompasiana.com/putri15943/61a2f6ee62a7044b3d6083e2/kreanova-tepung-ampas-tahu-pengganti-tepung-terigu#google_vignette pada tangga 15 Mei 2025 Pukul 20.00 WIB.

Maukar, A. L., Runtuk, J. K., & Andira, A. (2019). Perancangan Alat Produksi Tahu yang Higienis pada Industri Rumah Tangga. Jurnal Sistem Dan Manajemen Industri, 3(1), 31. https://doi.org/10.30656/jsmi.v3i1.1439

MD, M., Rangkuti, K., & Fuadi, M. (2019). Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu dalam Upaya Diversifikasi Pangan. Agrintech: Jurnal Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian, 2(2), 52–54. https://doi.org/10.30596/agrintech.v2i2.3660

Rahayu, L. H., Sudrajat, R. W., & Rinihapsari, E. (2016). Teknologi Pembuatan Tepung Ampas Tahu untuk Produksi Aneka Makanan bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga Di Kelurahan Gunungpati, Semarang. E-Dimas, 7(1), 68. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v7i1.1040

Sari, A. M., Ab, S., Yulianti, N. O., & Permana, Y. Y. (2018). Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan Ampas Tahu terhadap Yield Tepung Ampas Tahu. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 1–5.

Sunartaty, R., & Nurman, S. (2021). Peningkatan Nilai Tambah Limbah Padat menjadi Tepung Ampas Tahu Pada Industri Tahu di Desa Lamteumen Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 47–50.

Wirawan, G. Suliana, T. I. (2017). Pemanfaatan Ampas Tahu Untuk Olahan Pangan Dari Limbah Pengolahan Industri Tahu Di Kelurahan Tunggulwulung Kota Malang. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia, 1(2), 64–70.

Downloads

Published

29-11-2025

Issue

Section

Articles

How to Cite

Inovasi Pengolahan Ampas Tahu menjadi Tepung Guna Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di Pabrik Tahu Pak Badrun. (2025). JATIMAS : Jurnal Pertanian Dan Pengabdian Masyarakat, 5(2), 89-98. https://doi.org/10.30737/jatimas.v5i2.6809

Similar Articles

41-50 of 108

You may also start an advanced similarity search for this article.