Analisis Komparatif Pengguna dan Non Pengguna Pupuk Organik Cair pada Usahatani Padi (Oryza sativa L.) di Desa Tanggungkramat Kabupaten Jombang

Authors

  • Umi Mariyati Universitas Kadiri
  • Wiwiek Andajani Universitas Kadiri
  • Eko Yuliarsha Sidhi Universitas Kadiri
  • Nina Lisanty Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jintan.v4i1.5327

Keywords:

Climate, Farming, Liquid Organic Fertilizer

Abstract

This research aims to increase rice production by introducing Liquid Organic fertilizers (POC) as an alternative to chemical fertilizers. Farmers have so far only relied on chemical fertilizers, causing a decrease in soil fertility and an increase in the use of subsidized chemical fertilizers. The research was conducted in the village of Tuliskramat, Ploso District, Jombang Regency, which is a rice production center. The research method used observation, filling in a list of questions, interviews, and direct documentation for 40 respondent farmers (8 POC user farmers and 32 non-user farmers). Primary and secondary data were analyzed using farming costs, revenues, income, and comparative t-tests. The results showed that the average rice production with POC reached 7,000 kg/ha, while 6,489 kg/ha without POC. Rice farming income with POC (IDR21,426,010.00/ha) is higher than without POC (IDR18,228,966.00/ha). Hypothesis testing shows a significant difference between the two, indicating that using POC provides more significant rice farming income than without POC. This research implies the importance of adopting POC to increase farmers' yields and income and reduce dependence on subsidized chemical fertilizers.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dengan mengenalkan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia. Petani selama ini hanya mengandalkan pupuk kimia, menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan peningkatan penggunaan pupuk kimia yang bersubsidi semakin berkurang. Penelitian dilakukan di desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, yang merupakan sentra produksi padi. Metode penelitian menggunakan observasi, pengisian daftar pertanyaan, wawancara, dan dokumentasi langsung kepada 40 petani responden (8 petani pengguna POC dan 32 petani non-pengguna). Data primer dan sekunder dianalisis dengan metode biaya usahatani, penerimaan usahatani pendapatan usahatani, dan uji t komparatif. Hasil menunjukkan rata-rata produksi padi dengan POC mencapai 7.000 kg/ha, sedangkan tanpa POC sebesar 6.489 kg/ha. Pendapatan usahatani padi dengan POC (Rp21.426.010/ha) lebih tinggi daripada tanpa POC (Rp18.228.966/ha). Uji hipotesis menunjukkan perbedaan signifikan antara keduanya, mengindikasikan bahwa penggunaan POC memberikan pendapatan usahatani padi yang lebih besar dibandingkan tanpa POC. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya adopsi POC untuk meningkatkan hasil dan pendapatan petani serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia bersubsidi.

Author Biographies

Umi Mariyati, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Wiwiek Andajani, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Eko Yuliarsha Sidhi, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Nina Lisanty, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

References

Anggita, A. And Suprehatin, S. (2020). Apakah Usahatani Padi Organik Lebih Menguntungkan Bukti Dari Desa Pringkasap Kabupaten Subang, Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 4(3), Pp. 576–592. Available At: https://doi.org/10.21776/Ub.Jepa.2020.004.03.12.

Ari Nurjayanti, I.E. (2016). Pendapatan Dan Manfaat Usahatani Padi Organik Di Kabupaten Pringsewu, Journal Agribisnis Pertanian, 4(2), Pp. 126–133.

Badan Pusat Statistik (2022) Catalog: 1101001, Statistik Indonesia 2022, 1101001, P. 790. Available At: Https://Www.Bps.Go.Id/Publication/2020/04/29/E9011b3155d45d70823c141f/Statistik-Indonesia-2020.Html

Dwi Priyatno (2010) Paham Analisa Statistik Data Dengan Spss. 8th Edn. Yogyakarta: Mediaakom.

Indonesia, M.P.R. (2018) Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 24/Permentan/Hr.060/5/2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38/Permentan/Hr.060/11/2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura.

Juarsah, I. (2014) Pemanfaatan pupuk organik untuk pertanian organik dan lingkungan berkelanjutan, Seminar Nasional Pertanian Organik [Preprint].

Lumintang, F.. (2013) Analisis PEndapatan Petani Padi di Desa Teep Kecamatan Langowan Timur, EMBA, 1(3), pp. 991–998.

Soekartawi, S. (2022) Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.

Supardi U.S (2013) Aplikasi Statistika Dalam Penelitian: Konsep Statistika Yang Lebih Komperehensif. Jakarta: Change Publication.

Suratiyah, S. (2009) Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.

Downloads

PlumX Metrics

Published

28-01-2024

How to Cite

Umi Mariyati, Andajani, W., Sidhi, E. Y., & Nina Lisanty. (2024). Analisis Komparatif Pengguna dan Non Pengguna Pupuk Organik Cair pada Usahatani Padi (Oryza sativa L.) di Desa Tanggungkramat Kabupaten Jombang . JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional, 4(1), 70–77. https://doi.org/10.30737/jintan.v4i1.5327

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>