Komparasi Penghasilan Perkebunan Tebu Antara Metode Lahan Penyewaan dan Lahan Mandiri

Penulis

  • Mochamad Jabar Rozaq Zuhdi Universitas Kadiri
  • Tutut Dwi Sutiknjo Universitas Kadiri
  • Eko Yuliarsha Sidhi Universitas Kadiri
  • Agustia Dwi Pamujiati Universitas Kadiri
  • Djunaedi Djunaedi Universitas Kadiri
  • Kresna Widigdo Margo Utomo Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jintan.v3i2.4721

Kata Kunci:

farm income comparison, sugarcane farmers, sugarcane plantation system

Abstrak

The plantation subsector plays a significant role in Indonesia's agricultural sector, providing a considerable supply of raw materials for the processing industry. Sugarcane is one of the key commodities in this subsector. This study aims to: 1) Identify the income from sugarcane farming under a leasing system compared to direct ownership and 2) Determine the factors contributing to the income disparity between sugarcane farmers who use the leasing system and those under direct ownership. This research applied a quantitative descriptive method to provide an overview of sugarcane farming operations in both systems. From the study results, under the direct ownership system, although the initial costs were somewhat high, fertilizer and seeds were lower, leading to a lower total production cost of approximately IDR39,334,028.00. On the other hand, the seed and fertilizer costs were relatively high under the leasing system, resulting in a total production cost of IDR45,500,578.00. Even though the revenue from the leasing-based sugarcane farming was higher than that of direct ownership, the net income from direct ownership sugarcane farming was greater than the leasing system, creating an income difference of around IDR4,745,305.00 or an added value increase of 11.84% compared to the income of leasing-based sugarcane farmers. The t-test was used for comparative analysis, and it was found that t-calculated 0.594 < t-table 1.782, indicating no significant difference between the two systems, and both are equally profitable.

Subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam bidang pertanian Indonesia, berkontribusi besar dalam pasokan bahan baku untuk industri pengolahan. Salah satu komoditi kunci dalam subsektor ini adalah tebu. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pendapatan dari usaha tani tebu dalam sistem penyewaan dibandingkan dengan kepemilikan langsung. Selanjutnya penelitian ini juga bisa mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap komparasi pengasilan petani tebu yang menggunakan lahan sewa dengan lahan kepemilikan pribadi. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif untuk memperoleh gambaran tentang operasi usaha tani tebu dalam kedua sistem tersebut. Dari hasil studi, pada sistem kepemilikan langsung, meskipun biaya awal cukup tinggi, namun biaya untuk pupuk dan benih lebih rendah, sehingga total biaya produksi menjadi lebih rendah, yaitu sekitar Rp39.334.028,00. Sementara pada sistem sewa, biaya benih dan pupuk relatif tinggi, yang mengakibatkan total biaya produksi mencapai Rp45.500.578,00. Meski penerimaan dari usaha tani tebu berbasis sistem sewa lebih tinggi dibandingkan dengan sistem kepemilikan langsung, namun pendapatan bersih dari usaha tani tebu sistem kepemilikan langsung lebih besar dibandingkan dengan sistem sewa, menciptakan perbedaan pendapatan sekitar Rp4.745.305,00 atau peningkatan nilai tambah sebesar 11,84% dibandingkan dengan pendapatan petani tebu sistem sewa. Uji t digunakan untuk analisis komparatif, dan ditemukan bahwa t-hitung 0,594 < t-tabel 1,782, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua sistem, dan keduanya sama-sama menguntungkan.

Biografi Penulis

Mochamad Jabar Rozaq Zuhdi, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Tutut Dwi Sutiknjo, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Eko Yuliarsha Sidhi, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Agustia Dwi Pamujiati, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Djunaedi Djunaedi, Universitas Kadiri

Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Kresna Widigdo Margo Utomo, Universitas Kadiri

Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Referensi

Ardiyansyah, B., dan Purwono, . (2015). Mempelajari Pertumbuhan dan Produktivitas Tebu (Saccharum Officinarum. L) dengan Masa Tanam Sama pada Tipologi Lahan Berbeda. Buletin Agrohorti, 3(3), 357–365. https://doi.org/10.29244/agrob.v3i3.15815

Evizal, R. (2018). Pengelolaan Perkebunan Tebu. In Graha Ilmu.

Khoirunnisa, N., dan Julianto, R. P. D. (2017). Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Tebu Petani KKP-E dan Petani Non KKP-E. Buana Sains, 17(2)(2), 181–188.

Medar, R., dan Rajpurohit, V. S. (2019). Supervised machine learning techniques for predicting sugarcane yield. International Journal of Recent Technology and Engineering, 8(2). https://doi.org/10.35940/ijrte.B2612.078219

Pang, Z., Dong, F., Liu, Q., Lin, W., Hu, C., dan Yuan, Z. (2021). Soil Metagenomics Reveals Effects of Continuous Sugarcane Cropping on the Structure and Functional Pathway of Rhizospheric Microbial Community. Frontiers in Microbiology, 12. https://doi.org/10.3389/fmicb.2021.627569

Sari, V. kartika, Haryono, K., dan Basuki, B. (2021). Respon Varietas Tebu Unggul Baru Terhadap Pemberian Nano Silika dan Cekaman Kekeringan. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(2). https://doi.org/10.25181/jppt.v21i2.1988

Sholiha, L., dan Syaichu, A. (2017). Analisa Pengendalian Kualitas Produk Gula Kristal Putih Dengan Metode Seven Tools. Jurnal Ilmu - Ilmu Teknik - Sistem, 13(1).

Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. UI-Press.

Sucipto, S., Utomo, R. W., Al-Riza, D. F., Yuliatun, S., Supriyanto, S., dan Somantri, A. S. (2018). Pendugaan Rendemen Tebu Menggunakan Sifat Biolistrik dan ANN untuk Pengembangan Alat Ukur Cepat Rendemen Tebu. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 5(3). https://doi.org/10.25126/jtiik.201853635

Sugiyono. (2014). Uji Hipotesis. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D, Alfabeta, cv. ___ (2016).

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan r&d. intro ( PDFDrive ).pdf.

Suman, S., Kirtiraj, G., dan Omre, P. K. (2014). Spoilage of sugarcane juice a problem in sugarcane industry. International Journal of Agricultural Engineering, 7(1).

Sumarno, W., dan Fikriman, F. (2019). Eksistensi Perkebunan Tebu Rakyat Sebagai Sumber Pendapatan Petani. JAS (Jurnal Agri Sains), 3(2). https://doi.org/10.36355/jas.v3i2.289

Kementerian Pertanian. (2018). Hasil Survei Pertanian Antar Sensus 2018. In Badan Pusat Statistik.

Ukkas, I. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Industri Kecil Kota Palopo. Kelola: Journal of Islamic Education Management, 2(2), 187–198. https://doi.org/10.24256/kelola.v2i2.440

Yunianto, M. F., Faisol, A., dan Vendyansyah, N. (2021). SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN HASIL PRODUKSI TEBU DENGAN METODE K-MEANS DI KABUPATEN MALANG. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 5(2). https://doi.org/10.36040/jati.v5i2.3764

Zulfahri. (2019). Analisis Pendapatan Usahatani Tebu Rakyat di Desa Massamaturu Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. In Agromedia. Universitas Muhammadiyah Makassar.

PlumX Metrics

Diterbitkan

2023-07-28

Cara Mengutip

Zuhdi, M. J. R., Sutiknjo, T. D., Sidhi, E. Y., Pamujiati, A. D., Djunaedi, D., & Utomo, K. W. M. (2023). Komparasi Penghasilan Perkebunan Tebu Antara Metode Lahan Penyewaan dan Lahan Mandiri. JINTAN : Jurnal Ilmiah Pertanian Nasional, 3(2), 148–155. https://doi.org/10.30737/jintan.v3i2.4721

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>