ANALISA MINIMALISASI BIAYA ANTIBIOTIK PROFILAKSIS CEFAZOLIN DAN AMOXICILLIN PASIEN BEDAH SESAR DI RUMAH SAKIT X KAB. JOMBANG

Wika Admaja(1*), Yogi Bhakti Marhenta(2),

(1) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
(2) Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
(*) Corresponding Author

Abstract


Biaya pelayanan kesehatan khususnya biaya obat telah meningkat tajam beberapa dekade terakhir dan kecenderungan ini tampaknya akan terus berlangsung. Hal ini antara lain disebabkan karena populasi pasien yang semakin banyak dengan konsekuensi meningkatnya penggunaan obat dan adanya obat-obat baru yang lebih mahal. Angka kejadian kasus bedah sesar di negara maju maupun negara berkembang dari tahun ke tahun diketahui semakin meningkat. Di Rumah sakit X kab jombang dalam kurun waktu 1 tahun jumlahnya mencapai 900 lebih kasus bedah sesar yang di sebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu prosedur yang dilakukan pada saat bedah sesar adalah pemberian antibiotic profilaksis. Pemberian antibiotic profilaksis ini di harapkan dapat mencegah terjadinya infeksi luka pasca operasi. Berdasarkan guideline antibiotic profilaksis yang dapat diberika pada kasus bedah sesar adalah cefazoline dan amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya yang paling cost minimalis dari penggunaan antibiotik profilaksis cefazoline dan amoxicillin pada pasien dengan kasus bedah sesar. Penelitian cost minimalization analysis menggunakan metode observasi analitik dengan rancangan secara cross-sectional, pengambilan data secara retrospektif dengan menelusur dokumen rekam medis pasien. Metode analisis menggunakan statistic uji-t tidak berpasangan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan perspektif rumah sakit. Populasi keseluruhan dalam penelitian ini sebanyak 676 pasien. Terdapat 90 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sebanyak 54 pasien mendapatkan cefazolin dan 36 pasien mendapatkan amoxicillin. Total biaya langsung dibagi menjadi tiga jenis biaya yaitu biaya antibiotik, biaya terapi penunjang dang biaya perawatan. Dari ketiga jenis biaya tersebut di ketahui berbeda signifikan dengan perolehan nilai p > 0,05. Perhitungan Biaya pada cost minimalisasi diukur berdasarkan lama rawat pasien. Perhitungan cost minimalisastion diperoleh pasien dengan penggunaan antibiotik cefazolin lebih kecil dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan amoxicillin yaitu Rp.5.368.894,83 dan Rp.5.494.129. Berdasarkan hasil uji t menunjukan nilai 0,04 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna dari kedua biaya tersebut.


References


Admaja W, Herowati R, Andayani T. 2019. Analisis efektivitas biaya terapi penggunaan antibiotik profilaksis Cefazolin dan Amoxicilin pada kasus bedah sesar di RSUD jombang tahun 2017.Jurnal Wiyata vol 6.no. 1.

Arniah, Annisa N., & Rijai, L. 2017. Cost Minimalization Analysis dan Cost Efectiveness Analysis Antibiotik analisis pasca bedah sesar Terindikasi di Salah Satu Rumah Sakit di Samarinda Proceeding of the 5th Mulawarman Pharmaceuticals Conferences.

Bratzler D., Dellinger E., Olsen K., & et.al. 2013. Clinical Practice Guideline for Antibiotic Prophylaxis in Surgery. American Journal of Health system Pharmacy.

Olnike Haluang, Heedy Tjitrosantoso, Novel S. Kojong, 2015. Analisis Biaya Penggunaan Antibiotik Pada Penderita Demam Tifoid Anak Di Instalasi Rawat Inap Rsup Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Periode Januari 2013 - Juni 2014 Pharmacon, Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, Vol 4 no3.

Brahim W, Makhlouf A., Khamis M, Youness E. 2011. Effect of Prophylactic Antibiotics (Cephalosporin versus Amoxicillin) on Preventing Post caesarean section Infection. Journal of American Science, 2011, 178-187

Firdiana, S. E. and Farida, H. (2016) ‘Perbandingan Efektivitas Seftriakson Dengan Siprofloksasin Pada Kuman Neisseria Gonorrhoeae Secara in Vitro’, Jurnal Kedokteran Diponegoro, 5(4), pp. 1736–1742.

Malik J, Das S, Das A, Rai P 2016. Prophylactic antibiotics for hysterectomy and cesarean section:amoxicillin-clavulanic acid versus cefazolin. International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology.

Prawirohardjo, 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta :Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2013) Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi.

Schalkwyk J, Eyk N. 2010. Antibiotic Prophylaxis in Obstetric Procedures. SOGC Clinical Practice Guideline. Journal of Obstetric and Ginecology Canada.

Perrault, L. et al. (2017) ‘Cost-Effectiveness Analysis of Fosfomycin for Treatment of Uncomplicated Urinary Tract Infections in Ontario’, Canadian Journal of Infectious Diseases and Medical Microbiology, 2017. doi: 10.1155/2017/6362804.

PFT (2019) Clinical Pathway RSUD Jombang

Ranny Inggrid Ruru, Gayatri Citraningtyas1), J. P. U. (2018) ‘Analisis Efektivitas Biaya ( Cost Effectiveness Analysis ) Pengobatan Pneumonia Menggunakan Antibiotik’, 7(3), pp. 321–329.

Sedjahtera, K. (2013) ‘Artikel Penelitian Hubungan Lama Terapi Antipsikotik dengan Kadar SGOT dan SGPT pada Pasien Skizofrenia di RSJ Prof . H . B Sa ’ anin ,’ 6(1), pp. 128–133.

Susono, R. F., Sudarso and Galistiani, G. F. (2014) ‘Cost Effectiveness Analysis Pengobatan Pasien Demam Tifoid Pediatrik Menggunakan Cefotaxime Dan Chloramphenicol Di Instalasi Rawat Inap Rsud Prof. Dr. Margono Soekarjo jurnal Pharmacy, vol.11no.1 , pp. 86–97




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jafi.v2i2.1372

Article Metrics

Abstract view : 358 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 204 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI)



Jurnal inovasi farmasi indonesia terindeks di ;