Aktor Informal dalam New Public Governance Desa: Peran Kiai dalam Layanan Pengelolaan Sampah di Panempan, Pamekasan

Authors

  • Mohammad Bustanol Husein Universitas Madura
  • Erina Saputri Universitas Madura
  • Sukron Ma'mun Universitas Madura
  • Saddam Husen Universitas Madura
  • Naila Nur A Najwa Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.30737/mediasosian.v10i2.7852

Keywords:

Aktor Informal, Desa, Kiai, Sampah, Informal Actors, Village, Waste

Abstract

Dalam tata kelola layanan publik desa, kajiam sebelumnya lebih banyak menekankan kapasitas pemerintah, kelembagaan formal, dan mekanisme administratif, sementara peran aktor informal dengan sumber daya sosial masih belum banyak dijelaskan. Hal ini penting dalam layanan pengelolaan sampah karena keberlanjutan layanan tidak hanya bergantung pada kapasitas penyedia, tetapi juga penerimaan masyarakat sebagai pengguna. Dalam perspektif New Public Governance, layanan publik melibatkan keberagaman aktor (multiple actors), jaringan (networks), dan interaksi dalam penyelenggaraan layanan (public service delivery). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kiai sebagai aktor informal dalam tata kelola layanan pengelolaan sampah di Desa Panempan, Pamekasan, khususnya dalam komunikasi dan penerimaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola layanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai tidak terlibat dalam pengambilan keputusan administratif, pengelolaan fasilitas, maupun operasional layanan. Perannya meliputi penyampai informasi, pemberi legitimasi sosial, dan mediator komunikasi melalui jaringan sosial-keagamaan, seperti pengajian. Temuan ini menunjukkan bahwa aktor informal dapat berkontribusi dalam New Public Governance melalui sumber daya sosial tanpa menggantikan fungsi institusi formal.

References

Creswell, J. W., & David Creswell, J. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Ferronato, N., & Torretta, V. (2019). Waste mismanagement in developing countries: A review of global issues. In International Journal of Environmental Research and Public Health (Vol. 16, Number 6). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/ijerph16061060

Hidayat, F. A., & Warsono, H. (2020). MEKANISME PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA DELTA MULIA DI DESA PANEMPAN PADA MASA PANDEMI COVID-19. Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian Dan Pengembangan, 5(1), 27–38. https://doi.org/10.32630/sukowati.v5i1.189

Husein, M. B. (2018). Keterlibatan Kyai Sebagai Peserta Pilkada Pamekasan Tahun 2018. 3(1), 28–34. http://ejournal.unira.ac.id/index.php/jurnal_aspirasi/article/view/330

Husein, M. B., & Roziq, A. (2021). PERANAN KYAI SEBAGAI PEMIMPIN LOKAL DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA LARANGAN LUAR. 11, 120–129. https://doi.org/10.33366/rfr.v

Husein, M. B., & Saputri, E. (2019). the Participation of Kyai in the Election of the Headman in Bulangan Haji Village, Regency of Pamekasan, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 95(11), 122–126. https://doi.org/10.18551/rjoas.2019-11.15

Novatsiani Pa Padja, Riska Supriyati, & Supriyati. (2021). Protestant religious leaders’ role in supporting reduce-reuse-recycle community practices in Kupang City. 37, 2021. https://doi.org/10.22146/bkm.v37i04.1676

Lubis, H., & Rohmatillah, N. (2018). Komodifikasi Otoritas Kiai Di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 2(2), 57–64.

Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic Analysis: Striving to Meet the Trustworthiness Criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1). https://doi.org/10.1177/1609406917733847

Osborne, S. P., Powell, M., Cui, T., & Strokosch, K. (2021). New development: ‘Appreciate–Engage–Facilitate’—The role of public managers in value creation in public service ecosystems. Public Money and Management, 41(8), 668–671. https://doi.org/10.1080/09540962.2021.1916189

Prasojo, E., & Kurniawan, T. (2008). Reformasi Birokrasi dan Good Governance: Kasus Best Practices dari Sejumlah Daerah di Indonesia. 22–25.

Pailan. (2015). The Implementation Of Policy And Rural Fund Allocation In Ringinrejo County. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Administrasi Negara, 2(2).

Rika Syahadatina, Rohmaniyah, Syaiful, & Selvia Vaura. (2023). EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN KEUANGAN KEUANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI KABUPATEN PAMEKASAN. Kabilah: Journal of Social Community, 8(1).

Rohman, A., & Bagus, N. (2026). Etika Pelayanan Publik dan Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Desa. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Administrasi Negara, 10(1). https://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/mediasosian

Roziq, A., & Husein, M. B. (2021). the Role of Kyai As a Local Leader in the Election of Village Head At Larangan Luar Village in 2019. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 112(4), 32–37. https://doi.org/10.18551/rjoas.2021-04.04

Setiawan, F., & Rhama, B. (2021). PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA PADA DESA CITAMAN JERNIH KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI. In Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Administrasi Negara (Vol. 05).

Stephen Osborne. (2010). THE NEW PUBLIC GOVERNANCE? Routledge Taylor & Francis e-Library.

Zamroni, I. (2007). Juragan, Kiai dan Politik di Madura. Unisia, 30(65), 264–276. https://doi.org/10.20885/unisia.vol30.iss65.art5

Downloads

Additional Files

Published

28-09-2026

How to Cite

Aktor Informal dalam New Public Governance Desa: Peran Kiai dalam Layanan Pengelolaan Sampah di Panempan, Pamekasan. (2026). Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial Dan Administrasi Negara, 10(2), 239-257. https://doi.org/10.30737/mediasosian.v10i2.7852

Similar Articles

1-10 of 55

You may also start an advanced similarity search for this article.