KAJIAN JEMBATAN KECAMATAN SENDANG (RUAS JALAN TUGU – PABYONGAN) KABUPATEN TULUNGAGUNG DENGAN METODE KOMPOSIT

Authors

  • Tri Yuli Purnomo Fakultas Teknik Universitas Kadiri
  • Lucia Desti Krisnawati Fakultas Teknik Universitas Kadiri
  • Yosef Cahyo Setianto Purnomo Fakultas Teknik Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jurmateks.v1i1.145

Keywords:

Bridge, Composite, Upper Structure, Transportation

Abstract

Population growth in Tulungagung Regency, which is getting faster, must be balanced with adequate transportation infrastructure. Improvement of transportation facilities and infrastructure is in the form of bridge construction. In order to achieve good and truly mature planning, a careful feasibility study is required. From the results of research on the Sendang Bridge (Tugu - Pabyongan Road Section), the greatest force acting on the bridge includes: ultimate moment of support = 34.7 kNm and the ultimate moment of field = 23.8 kN, dead load = 101.12 kNm , live load = 11.09 kN / m, load 'D' = 304.73 kNm, load 'T' = 130 kN, brake load = 45.93 kNm, wind load = 14.70 kNm, earthquake load = 1, 1 kN / m. From the existing loading, a bridge plate with a thickness of 0.2 m is determined. The controls used were deflection requirements d <Ls / 240. 0.0313 <10.8 / 240 → OK, control voltage kip f = 16.77 Mpa. The girder profile is used WF 400.200.8.13. By calculating the structural load and the force acting on the bridge, the use of girder profile is safe to accept stress and deflection due to the forces on the upper structure.

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tulungagung yang semakin pesat harus diimbangi dengan sarana prasarana transportasi yang memadai. Peningkatan sarana dan prasarana transportasi ini berupa pembangunan jembatan. Untuk mencapai perencanaan yang baik dan benar-benar matang maka diperlukan studi kelayakan yang teliti. Dari hasil penelitian pada Jembatan Sendang (Ruas Jalan Tugu – Pabyongan) dihasilkan Gaya yang terbesar yang bekerja pada jembatan meliputi : momen ultimite tumpuan sebesar = 34,7 kNm dan momen lapangan ultimit sebesar = 23,8 kN, beban mati = 101,12 kNm ,beban hidup = 11,09 kN/m, beban ‘D’ = 304,73 kNm, beban ‘T’ = 130 kN, beban rem = 45,93 kNm, beban angin = 14,70 kNm, beban gempa =1,1 kN/m. Dari pembebanan yang ada ditentukan Plat jembatan setebal 0,2 m. Kontrol – kontrol yang di gunakan syarat lendutan d < Ls/240. 0,0313< 10,8/240 →OK , kontrol tegangan kip f = 16,77 Mpa. Profil gelagar digunakan WF 400.200.8.13 , dengan perhitungan beban struktur dan gaya yang bekerja pada jembatan, penggunaan profil gelagar tersebut aman menerima tegangan dan lendutan akibat gaya-gaya pada struktur atas.

References

H. J. Struyk and K. H. C. W. Van Der Veen, “Jembatan,†PT. Pradnya Paramita, 1984.

A. Sunanda, J. T. Sipil, and F. Teknik, “Kajian stabilitas pondasi kelompok tiang pancang rencana jembatan mualaf kecamatan tenggarong,†KURVA S J. Mhs., vol. 4, no. 2, pp. 519–524, 2016.

Badan Standardisasi Nasional, “RSNI T-02-2005 Pembebanan untuk Jembatan.†2005.

Hadi Y. CE, “Perhitungan Konstruksi Baja,†Yustadi Offset, 2000.

ULP Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Tulungagung, “Dokumen Lelang Jembatan Sendang (Ruas Jalan Tugu - Pabyongan),†2016.

A. I. Candra, S. Anam, Z. B. Mahardana, and A. D. Cahyono, “Studi Kasus Stabilitas Struktur Tanah Lempung Pada Jalan Totok Kerot Kediri Menggunakan Limbah Kertas,†UkaRsT, vol. 2, no. 2, pp. 88–97, 2018.

R. M. Simatupang, L. Susanti, and E. A. Perkasa, “Studi Analisis dan Eksperimental Pengaruh Perkuatan Sambungan Pada Struktur Jembatan Rangka Canai Dingin Terhadap Lendutannya,†Rekayasa Sipil, vol. 10, no. 3, pp. 205–210, 2016, doi: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.05.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, “Pd T-04-2004-B Perencanaan Beban Gempa Untuk Jembatan.†2004.

E. Sari, “Analisis Resiko Proyek Pada Pekerjaan Jembatan Sidamukti – Kadu Di Majalengka Dengan Metode Fmea Dan Decision Tree,†J-Ensitec, vol. 2, no. 02, pp. 38–46, 2016, doi: 10.31949/j-ensitec.v2i02.306.

Badan Standardisasi Nasional, “SNI 07-2052-2002 Baja tulangan beton,†2002.

R. Gunawan, “Tabel Profil Konstruksi Baja,†Yogyakarta : Kanisius, 1988.

Direktorat Jendral Marga Bina, “Standard spesifikasi untuk jembatan jalan raya type balok gabungan,†Jakarta Badan Penerbit Pekerj. Umum, 1976.

Badan Standardisasi Nasional, “Standar perencanaan ketahanan gempa untuk jembatan,†SNI, 2008.

Badan Standarisasi Nasional, “SNI 1725:2016 Pembebanan untuk Jembatan,†2016.

J. Ikhsan and W. Hidayat, “Pengaruh bentuk pilar jembatan terhadap potensi gerusan lokal,†J. Ilm. Semesta Tek., vol. 9, no. 2, pp. 124–132, 2006.

Badan Standardisasi Nasional, “RSNI T-12-2004 Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan.†2004.

Departmen Pekerjaan Umum, “SKSNI T-15-1991 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung,†1991.

Badan Standardisasi Nasional, “SNI 03 – 2847 - 2002 SNI Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung,†2002.

J. Onding, L. S. Balamba, O. B. A. Sompie, and A. N. Sarajar, “Analisis Kestabilan Pondasi Jembatan Studi Kasus : Jembatan Essang-Lalue,†J. Sipil Statik, vol. 1, no. 11, pp. 730–744, 2013.

Departmen Pekerjaan Umum, “RSNI T-03-2005 Perencanaan struktur baja untuk jembatan,†2005.

Downloads

PlumX Metrics

Issue

Section

Articles