STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KUNINGAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU K-225

Maryanto Maryanto(1*), Sigit Winarto(2), Lucia Desti Krisnawati(3),

(1) Fakultas Teknik Universitas Kadiri
(2) Fakultas Teknik Universitas Kadiri
(3) Fakultas Teknik Universitas Kadiri
(*) Corresponding Author

Abstract


Concrete is a material medium which, in its application, can be used to support building construction. The need for articles in the manufacture of cement at this time is gradually depleting. It is necessary to innovate materials as a substitute for the raw media for making concrete structures. Waste from brass production has a form resembling sand with a gradation texture following the specifications of fine concrete aggregates. Thus this material can be used as a material for making concrete. The method used in this research is an experimental method by combining 0%, 10%, 20%, and 30% of brass powder in the manufacture of concrete. In the experimental results, the standard concrete slump value has decreased to 16 cm. At the optimum, the best combination of brass powder is 30%, which is 8.2 cm. The compressive strength of standard concrete at the age of 14 is 226 kg / cm2 and 250 kg/cm2 at a period of 28 days. The value of the compressive strength of concrete increases after the combination of brass powder. The optimum combination value is 10% with a compressive strength value of 242 kg/cm2 at 14 days of age and 276 kg/cm2 at 28 days.

Beton merupakan suatu media bahan yang dalam pengaplikasiannya dapat digunakan sebagai penunjang bangunan konstruksi. Campuran dalam pembuatan struktur beton yang sering digunakan antara lain adalah semen portland, agregat halus, agregat kasar dan air. Beton sebagai bahan bangunan sudah lama digunakan dan diterapkan secara luas oleh masyarakat. Kebutuhan bahan dasar beton pada saat ini berangsur–angsur menipis, untuk itu perlu inovasi bahan pengganti media baku pembuatan struktur beton. Limbah produksi kuningan memiliki wujud menyerupai pasir dengan tekstur gradasi sesuai dengan spesifikasi agregat halus pembuatan beton, dengan demikian bahan tersebut dapat digunakan sebagai material pembuatan beton. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimen dengan melakukan kombinasi bahan serbuk kuningan sejumlah 0%, 10%, 20% dan 30% dalam pembuatan beton. Pada hasil percobaan nilai slump beton normal mengalami penurunan hingga 16 cm. Pada nilai optimum terbaik kombinasi serbuk kuningan adalah 30% yaitu 8,2 cm. Kuat tekan beton normal pada usia 14 hari adalah senilai 226 kg/cm2 dan 250 kg/cm2 pada usia 28 hari. Nilai kuat tekan beton meningkat setelah dilakukan kombinasi serbuk kuningan. Nilai kombinasi optimum adalah 10% dengan nilai kuat tekan 242 kg/cm2 pada usia 14 hari dan 276 kg/cm2 pada usia 28 hari.


Keywords


Concrete; Brass Powder; Slump; Compressive Strength

Full Text:

PDF

References


et al Rompas, “Pengaruh Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi Parsial Semen Dalam Campuran Beton Ditinjau Terhadap Kuat Tarik Lentur Dan Modulus Elastisitas,” J. Sipil Statik, vol. 1, no. 2, pp. 82–89, 2013.

D. F. M. Ahmad Dumyati, “Analisis Penggunaan Pasir Pantai Sampur Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton,” J. Fropil, vol. 3, no. 1, pp. 1–13, 2015.

A. Ridwan and A. Chandra, “Jobmix Beton Mengunakan Pasir Lumajang Dan Penambahan Additive Masterpozzolith®402R,” J. CIVILA, vol. 3, no. 2, p. 192, 2018, doi: 10.30736/cvl.v3i2.263.

I. M. Salain, “Pengaruh jenis semen dan jenis agregat kasar terhadap kuat tekan beton,” Teknol. dan Kejuru., vol. 32, no. 1, pp. 63–71, 2009.

C. S. Isma Evrilyana, A. Ridwan, and Y. Cahyo, “Penelitian Campuran Aspal Beton Menggunakan Pasir Vulkanik Gunung Kelud Dengan Limbah Botol Plastik,” J. Manaj. Teknol. Tek. Sipil, vol. 1, no. 2, 2018, doi: 10.30737/jurmateks.v1i2.384.

S. Wallah, “Pengaruh Perawatan Dan Umur Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbasis Abu Terbang,” J. Ilm. Media Eng., vol. 4, no. 1, p. 97126, 2014.

C. DALAM BETON UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BETON MENAHAN BEBAN TEKAN Studi Kasus and P. Homestay Singonegaran Kediri Sigit Winarto, “Pemanfaatan Serat Ijuk Sebagai Material,” vol. 1, no. 1, pp. 1–38, 2017.

E. Gardjito, “Pengendalian Jadwal Dan Anggaran Terpadu Dengan Metode Earned Value Analysis Pada Pekerjaan Konstruksi,” UKaRsT, vol. 1, no. 1, pp. 19–26, 2017.

P. Pemanfaatan et al., “Pengaruh pemanfaatan abu terbang ( fly ash ) dari pltu ii sulawesi utara sebagai substitusi parsial semen terhadap kuat tekan beton,” J. Sipil Statik, vol. 2, no. 7, pp. 352–358, 2014.

H. Canakci, M. Hamed, F. Celik, W. Sidik, and F. Eviz, “Friction characteristics of organic soil with construction materials,” Soils Found., vol. 56, no. 6, pp. 965–972, 2016, doi: 10.1016/j.sandf.2016.11.002.

N. Kholis, A. S. Srie Gunarti, and R. Sylviana, “Stabilisasi Tanah Lempung Menggunakan Semen dan Renolith,” BENTANG J. Teor. dan Terap. Bid. Rekayasa Sipil, vol. 6, no. 1, pp. 62–77, 2018, doi: 10.33558/bentang.v6i1.535.

S. P. R. Wardani, M. Muhrozi, A. R. A. Setiaji, and D. R. Riwu, “Stabilisasi Tanah Ekspansive dengan Menggunakan Tanah Putih untuk Tanah Dasar di Daerah Godong Kabupaten Grobogan Jawa Tengah,” Media Komun. Tek. Sipil, vol. 24, no. 1, p. 1, 2018, doi: 10.14710/mkts.v24i1.16275.

E. Gardjito, A. I. Candra, and Y. Cahyo, “Pengaruh Penambahan Batu Karang Sebagai Substitusi Agregat Halus Dalampembuatan Paving Block,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, p. 35, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i1.374.

M. Zaenuri, R. Romadhon, and A. Gunarto, “Penelitian Penggunaan Batu Gamping Sebagai Agregat Kasar Dan Filler Pada Aspal Campuran Ac-Bc,” UKaRsT, vol. 2, no. 1, p. 26, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i1.357.

J. T. Sipil and P. N. Jakarta, “Stabilisasi Tanah Ekspansif Dengan Penambahan Kapur (Lime): Aplikasi Pada Pekerjaan Timbunan,” Stabilisasi Tanah Ekspansif Dengan Penambahan Kapur Apl. Pada Pekerj. Timbunan, vol. 11, no. 2, pp. 101–108, 2009, doi: 10.15294/jtsp.v11i2.1718.

A. I. Candra, “STUDI KASUS STABILITAS STRUKTUR TANAH LEMPUNG PADA JALAN TOTOK KEROT KEDIRI MENGGUNAKAN LIMBAH KERTAS,” UKaRsT, vol. 2, no. 2, p. 11, 2018, doi: 10.30737/ukarst.v2i2.255.

B. M. Das and R. F. Craig, “Mekanika Tanah 1,” 1989.

Wahyu Kartini, “PENGARUH COPPER SLAG SEBAGAI CEMENTITIOUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON,” J. Tek. Sipil Unika Soegijapranata, vol. 6, no. 1, pp. 1–8, 2009.

M. Suhardiman, “Kajian Pengaruh Penambahan Serat Bambu Ori Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Beton,” J. Tek., vol. 1, no. 2, pp. 88–95, 2011.

R. Syamsuddin, A. Wicaksono, and F. Fazairin, “Pengaruh Air Laut Pada Perawatan ( Curing ) Beton Terhadap Kuat Tekan Dan Absorpsi Beton Dengan Variasi Faktor Air Semen Dan Durasi Perawatan,” Jur. Tek. Sipil Univ. Brawijaya, vol. 5, no. 2, pp. 68–75, 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks.v1i1.142

Article Metrics

Abstract view : 453 times
PDF - 146 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


EMAIL : jurmateks@unik-kediri.ac.id


 

Lisensi Creative Commons
JURMATEKS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.