GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DEMAM PADA MASYARAKAT DI DESA X KABUPATEN KEDIRI

Authors

  • Neni Probosiwi Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jafi.v3i1.2313

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan dapat diperoleh melalui pendidikan formal maupun informal sedangkan Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek tertentu melalui indera yang dimilikinya. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga) dan indera pengelihatan (mata). Demam merupakan keadaan suhu tubuh di atas suhu normal, yaitu suhu tubuh di atas 38ºC. Swamedikasi adalah suatu pengobatan sendiri oleh masyarakat terhadap penyakit yang umum diderita, dengan menggunakan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran atau obat keras yang bisa didapat tanpa resep dokter dan diserahkan oleh       apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil swamedikasi dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat di Kelurahan X Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, menggunakan sampel sebanyak 130 orang. Responden yang digunakan pada penelitian ini mulai usia 17 tahun – >65 tahun yang merupakan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu responden usia dewasa awal  (37%), memiliki jenis kelamin perempuan (73%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMA (63,9%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,9%). Gambaran profil swamedikasi menunjukkan penyakit yang sering ditangani dengan swamedikasi adalah penyakit Flu (39%) dengan durasi selama 3 hari (67,7%). Mayoritas responden mendapatkan informasi mengenai obat melalui media sosial (64%) dan membeli obat di apotek (57,7%).Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi masyarakat di desa X Kabupaten kediri yaitu 66,5% berpengetahuan baik, 25% berpengetahuan cukup dan 8,5% berpengetahuan kurang. Hasil analisi rank-spreman dan chi-square dari hasil semua variabel menunjukkan hasil lebih dari 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan tingkat pengetahuan.

Author Biography

Neni Probosiwi, Universitas Kadiri

Fakultas Ilmu kesehatan

References

Atmadani, R. N., Nkoka, O., Yunita, S. L., & Chen, Y. H. (2020). Self-medication and knowledge among pregnant women attending primary healthcare services in Malang, Indonesia: A cross-sectional study. BMC Pregnancy and Childbirth, 20(1), 1–11.

Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Indonesia. Jakarta : BPS

Balitbang Kemenkes RI. 2019. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS : Departemen Kesehatan RI. Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2019. Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Dan Ketrampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan.

Dhea Putri Indra Kusuma, (2019).Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Pada Masyarakat Di Desa Sinduharjo Kabupaten Sleman

Dinkes Provinsi Jawa Timur. 2016. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2016. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Dwicandra, N. M. O., & Wintariani, N. P. (2018). PREVALENSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK. Jurnal Ilmiah Medicamento, 4(2), 83-93. https://doi.org/10.36733/medicamento.v4i2.856

Harahap NA, Khairunnisa, Tanuwijaya J. (2017) Tingkat pengetahuan pasien dan rasionalitas swamedikasi di tiga apotek Kota Panyabungan. J Sains Farm Klin. 2017;3(2):186-92.

Hays, S. (1998b). The cultural contradictions of motherhood. Yale :University Press.

Hening, P. et al. (2017)' Pengaruh edukasi apoteker terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat terkait teknik penggunaan obat, Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, Des 2017, 5(2), 44-49. 10.26874/kjif.v5i2.107

Ismoedijanto, I. (2016). Demam pada Anak. Sari Pediatri, 2(2), 103.https://doi.org/10.14238/sp2.2.2000.103-8

Khomsan A, n.d, 2000. Teknik Pengukuran Pengetahuan Gizi.

Kristina, Isminah, Wulandari L. 2008. Kajian Masalah Kesehatan Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Badan Peneliti dan pengembangan Kesehatan Depkes RI.

Kurniawan Robert , Muhammad Lutfi H.D Jaya, Achmad Fauzi Bagus Firmansyah, Rivan Destyanugraha, Siti Mariyah ., (2017). Deteksi Dini Kasus Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Cuaca di DKI Jakarta Menggunakan Metode Zero Truncated Negative Binomial. Buletin Penelitian Kesehatan. 2017;45(3):161-168. http://dx.doi.org/10.22435/bpk.v45i3.6355.161-168

Lei, X., Jiang, H., Liu, C., Ferrier, A., & Mugavin, J. (2018). Self-medication practice and associated factors among residents in Wuhan, China. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(1).

Mendra dkk, 2016. Hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan masyarakat RT.01 dan 18 Ledok Code Mengenai Swamedikasi Diare.

Muharni, Septi., Aryani, Fina.,, Mizanni, Maysharah., 2015. Gambaran Tenaga Kefarmasian dalam Memberikan Informasi Kepada Pelaku Swamedikasi di Apotek-apotek Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. Vol 2(1), 47–53.

Nilamsari, N., & Handayani, N. (2018). Tingkat Pengetahuan Akan Mempengaruhi Tingkat Depresi Penderita Kanker. Journal of Health Sciences, 7(2). https://doi.org/10.33086/jhs.v7i2.498

Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.

Panero, Cinzia.,, Persico, Luca., 2016. Attitudes Toward and Use of Over The Counter Medications among Teenagers: Evidence from an Italian Study. International Journal of Marketing Studies. Vol 8(3).

Pariyana. et al. (2021), Perilaku Swamedikasi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Palembang. Jurnal Syedzasaintika. 2021;1(1): 403-415.

Prabandari, S.,, Febriyanti, R., 2016. Sosialisasi Pengelolaan Obat DAGUSIBU Di Kelurahan Pesurungan Kidul Kota Tegal Bersama Ikatan Apoteker Indonesia Tegal. Jurnal Ilmiah Farmasi. Vol 5(1).

Pratiwi, Hening., Choironi, Nur, Amalia.,, Warsinah., 2017. Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terkait Teknik Penggunaan Obat. Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5(2), 44–49.

Supadmi, W., 2013. Gambaran pasien geriatri melakukan swamedikasi di kabupaten sleman. Pharmaciana 3. 430

Ulfa AM, Abidin Z., Hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri (Swamedikasi) yang rasional oleh pengunjung apotek “X†Kota Bandar Lampung. J Dunia Kesmas. 2014;3(2):91-6.

Utari D, Setiono W. HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN PERILAKU PENGOBATAN SENDIRI (SELF-MEDICATION). Media ilmu kesehatan [Internet]. 2019Nov.9 [cited 2022Jan.25];5(1):7-13. Available from: https://ejournal.unjaya.ac.id/index.php/mik/article/view/139

Yusuf, Mashuri, Subur Widodo, and Aqbar Raka Irwansyah. 2020. “Analisa Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Terhadap Penggunaan Obat Influenza Dan Batuk Secara Swamedikasi Di Desa Muara Burnai I Kabupaten Ogan Komering Ilirâ€. JFL : Jurnal Farmasi Lampung 9 (2):125-30. https://doi.org/10.37090/jfl.v9i2.341.

PlumX Metrics

Published

2022-02-19

How to Cite

Probosiwi, N. (2022). GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DEMAM PADA MASYARAKAT DI DESA X KABUPATEN KEDIRI. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI), 3(1), 27–37. https://doi.org/10.30737/jafi.v3i1.2313

Most read articles by the same author(s)