Evaluasi Rasionalitas Pemakaian Obat dan Hasil Terapi Pada Pasien Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Jalan Di RSUD X, Kraksaan

Authors

  • Tsamrotul Ilmi Universitas Kadiri
  • Tiara Pertama Sari Universitas Kadiri
  • Neni Probosiwi Universitas Kadiri
  • Nur Fahma Laili Universitas Kadiri

DOI:

https://doi.org/10.30737/jafi.v5i1.5084

Abstract

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) adalah penyakit peradangan pada paru-paru yang berkembang dalam waktu lama dan jangka panjang, ditandai dengan hambatan aliran udara dalam saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas pemakaian obat dan hasil terapi pada pasien PPOK rawat jalan di RSUD X, Kraksaan pada bulan Februari-Maret 2023. Jenis penelitian observasional bersifat analisis deskriptif. Pengumpulan data secara prospektif dengan menggunakan rekam medis dan kuisioner COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) Assesment Test (CAT) untuk mengukur hasil terapi.. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan didapatkan sampel sejumlah 55 pasien. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien PPOK terbanyak adalah laki-laki 72,7% dan berusia 56-65 tahun 50,9%. Terapi obat yang digunakan yaitu seretide diskus inhalasi sebesar 19,25%, kapsul racikan (salbutamol, aminofilin, metil prenisolon, cetirizine) sebesar 11,8%, dan N-acetylcystein sebesar 4,69%. Berdasarkan evaluasi pemakaian obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat obat 65,45%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, dan tepat interval waktu pemberian 100%. Penilaian rasionalitas pemakaian obat berdasarkan rata-rata kriteria 5 tepat adalah sebesar 93,09%.  Hasil terapi pada pasien menunjukkan hasil efektif 67,3%, cukup efektif 27,3%, dan tidak efektif 5,5%.PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) adalah penyakit peradangan pada paru-paru yang berkembang dalam waktu lama dan jangka panjang, ditandai dengan hambatan aliran udara dalam saluran pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas pemakaian obat dan hasil terapi pada pasien PPOK rawat jalan di RSUD X, Kraksaan pada bulan Februari-Maret 2023. Jenis penelitian observasional bersifat analisis deskriptif. Pengumpulan data secara prospektif dengan menggunakan rekam medis dan kuisioner COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) Assesment Test (CAT) untuk mengukur hasil terapi.. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan didapatkan sampel sejumlah 55 pasien. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien PPOK terbanyak adalah laki-laki 72,7% dan berusia 56-65 tahun 50,9%. Terapi obat yang digunakan yaitu seretide diskus inhalasi sebesar 19,25%, kapsul racikan (salbutamol, aminofilin, metil prenisolon, cetirizine) sebesar 11,8%, dan N-acetylcystein sebesar 4,69%. Berdasarkan evaluasi pemakaian obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat obat 65,45%, tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, dan tepat interval waktu pemberian 100%. Penilaian rasionalitas pemakaian obat berdasarkan rata-rata kriteria 5 tepat adalah sebesar 93,09%.  Hasil terapi pada pasien menunjukkan hasil efektif 67,3%, cukup efektif 27,3%, dan tidak efektif 5,5%.

References

Global Initiative fro Chronic Obstructive Long Disease

PlumX Metrics

Published

2023-12-31

How to Cite

Ilmi, T., Pertama Sari, T., Probosiwi, N., & Laili, N. F. (2023). Evaluasi Rasionalitas Pemakaian Obat dan Hasil Terapi Pada Pasien Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Rawat Jalan Di RSUD X, Kraksaan. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI), 5(1), 19–29. https://doi.org/10.30737/jafi.v5i1.5084

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>