Korelasi Komponen Health Belief Model dengan Tingkat Kepatuhan Regimen Farmakoterapi Hipertensi Melalui MARS
The Relationship between Health Belief Model Component and the Level of Adherence to Hypertension Pharmacotherapy Regimens Using MARS
DOI:
https://doi.org/10.30737/jafi.v7i2.7711Keywords:
hipertensi , regimen , farmakoterapi , health belief model , kepatuhan minum obat , MARSAbstract
Kepatuhan regimen farmakoterapi menjadi determinan krusial dalam mengendalikan tekanan darah dan menekan angka mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular pada penderita hipertensi. Perilaku patuh tersebut sangat dipengaruhi oleh aspek psikososial, salah satunya adalah keyakinan subjektif pasien terhadap penyakit dan pengobatannya yang diidentifikasi melalui teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kepatuhan minum obat serta menganalisis korelasi antara dimensi-dimensi Health Belief Model (persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri) dengan tingkat kepatuhan regimen farmakoterapi pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Kediri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik demografi dan variabel penelitian. Uji statistik bivariat yang diterapkan untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel kategorikal-ordinal ini adalah uji korelasi Spearman-rank test melalui program SPSS. Hasil analisis data menggunakan kuesioner MARS didapatkan kepatuhan pasien sebanyak 55% patuh, 40% cukup patuh dan sebanyak 5% tidak patuh. Hasil uji korelasi bivariat menunjukkan bahwa Health Belief Model secara simultan memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kepatuhan (p = 0,033) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,249). Tetapi pengujian parsial pada masing-masing komponen HBM : Persepsi kerentanan (p = 0,176), Persepsi Keparahan (p = 0,815), Persepsi manfaat (p = 0,169), Persepsi hambatan (p = 0,066), Isyarat untuk bertindak (p = 0,473), dan Kemampuan diri (p = 0,712) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik.
References
[1] Sweileh WM, Alhassan AM, Lahham AM, Sawalha AF, Abu-Taha AS, Zyoud SH. Medication adherence and health belief model among hypertensive patients. International Journal of Pharmacy Practice. 2017;25(5):344-350.
[2] World Health Organization. Global report on hypertension: the race against a silent killer. Geneva: World Health Organization; 2023.
[3] Armando A, Raul A. Hypertension and its effects on the economy of the health system for patients and society: suggestions for developing countries. American Journal of Hypertension. 2014;27(4):635-6362021. Diabetes worldwide in 2021. In International Diabetes Federation.
[4] Gerungan N, Lainsamputty F. Status psikologis dan meningkatnya tekanan darah pada lanjut usia. Holistik Jurnal Kesehatan. 2022;16(3):191–203
[5] Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan; 2024. Kabupaten Blitar. 2024 . Profil Kesehatan Kota Kediri Tahun 2024.
[6] Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Laporan Survei Kesehatan Provinsi Jawa Timur 2023. Jawa Timur: Dinas Kesehatan; 2023.
[7] Dinas Kesehatan Kota Kediri. Laporan Survei Kesehatan Kota Kediri 2023. Kota Kediri: Dinas Kesehatan; 2023.
[8] Wani E, Retno Lestari C. Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Lanjut Usia 60-70 Tahun di UPTD Puskesmas Lamasi Timur. Indonesian Journal of Biomedical Science and Health. 2021;1(1):23–33.
[9] Masriadi M. Patofisiologi hipertensi: Mekanisme dan dampaknya. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;15(1):75-82
[10] Telaumbauna A, Rahayu S. Hipertensi sekunder: Penyebab dan penanganan. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2021;9(3):150-158.
[11] Wahyuny Langelo. Kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi melalui konsumsi obat rutin. Jurnal Kesehatan. 2021;12(2):45-52.
[12] Rosaline MD, Rahmah NA. Hubungan Health Belief Dan Health Literacy Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Penderita Hipertensi. MAHESA: Malahayati Health Student Journal. 2023;3(3):572–585.
[13] Rachman RA. Faktor-faktor penghambat kepatuhan minum obat pada penderita penyakit kronis. Jurnal Keperawatan. 2021;13(1):89-96.
[14] Rayanti RE, Prasetyo K, Nugroho A, Marwa S. Peran keyakinan pasien terhadap perilaku penggunaan obat antihipertensi. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 2021;6(1):19–30.
[15] Yuli Irnawati, Fery Rahmawati. Implementasi Teori HBM (Health Belief Model) dalam Pencegahan Perilaku Hiv/AIDS pada Wanita Usia Subur (WUS). Jurnal Pengemas Kesehatan. 2022;1(1):13–17.
[16] Laili N, Aini EN, Rahmayanti P. Hubungan Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief Model) dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi. Jurnal Kesehatan Holistic. 2023;7(2):1–13.
[17] Marhenta YB, Seran KE, Walujo DS, Galisa CA. Perilaku Pasien Hipertensi Dalam Penggunaan Obat Antihipertensi Dengan Menggunakan Health Belief Model di Puskesmas Pesantren II. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan. 2024;10(1):181-190.
[18] Mahler C, Hermann K, Horne R, Jank S, Haefeli WE, Szecsenyi J. Assessing medication adherence and beliefs about medication in elderly patients with multi-medication. Evaluation & the Health Professions. 2010;33(2):168-178. (Jurnal acuan internasional untuk validitas instrumen MARS).
[19] Widodo A, Sari DP, Rahmawati N. Patofisiologi sistem kardiovaskular pada populasi dewasa. Jurnal Kedokteran Indonesia. 2020;14(2):85-92.
[20] LeMone P, Burke K, Bauldoff G. Hypertension: Pathophysiology and management. Nursing Research and Practice. 2019;2019:Article ID 123456.
[21] Sri L, Widodo T. Pendekatan edukatif dan promotif terarah pada kelompok usia lanjut penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2020;15(3):112-119L. 2019.
[22] Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pengendalian penyakit tidak menular. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; 2019
[23] Saputri R, Wulandari S, Dewi K. Kesadaran kesehatan dan perilaku akses layanan medis pada pasien rawat jalan penyakit kronis. Jurnal Keperawatan Klinis. 2021;9(2):143-151
[24] Astuti H, Handayani T. Literasi kesehatan dan kemampuan pengambilan keputusan mandiri terkait pengobatan hipertensi. Jurnal Farmasi Komunitas. 2020;7(1):34-41.
[25] Haqiqi M, Riyadi A. Hambatan instruksi medis pada pasien dengan tingkat pendidikan rendah dalam pengobatan kronis. Jurnal Promosi Kesehatan. 2021;12(4):201-209.
[26] Górnicka M, Drywień ME, Kaczmarek K. Physical activity and its impact on hypertension: A review. Journal of Physical Activity and Health. 2020;17(5):500-507.
[27] Sinuraya RK, Pasien W, Kepatuhan T. Hubungan status pekerjaan dengan keteraturan kontrol dan manajemen terapi penderita hipertensi. Jurnal Farmasi Sosial. 2021;13(2):98-105.
[28] Langelo W, Wowor R, Kandou GD. Efektivitas konsumsi obat antihipertensi secara rutin terhadap pencegahan kerusakan organ target pada pasien rawat jalan. Jurnal Kedokteran Klinik. 2021;5(2):88-95.
[29] Rosaline MD, Rahmah NA. Evaluasi tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MARS pada populasi penyakit kronis. Jurnal Farmasi Komunitas Indonesia. 2023;3(3):142-150.
[30] Telaumbauna A, Rahayu S. Dampak klinis fluktuasi tekanan darah akibat ketidakpatuhan regimen farmakoterapi hipertensi. Jurnal Kardiologi Indonesia. 2022;23(1):15-23.
[31] Siregar AM, Nasution SH. Kejenuhan terapi (treatment fatigue) dan implikasinya terhadap perilaku kepatuhan pasien penyakit kronis tidak menular. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia. 2022;11(3):215-224.
[32] Ningrum WD, Sudyasih T. Efektivitas sistem pengingat digital dan dukungan keluarga dalam menurunkan angka kelalaian minum obat pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Keberlanjutan. 2023;8(1):45-53.
[33] Wulandari S, Dewi K. Analisis persepsi hambatan subjektif terkait mitos ketergantungan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan. Jurnal Farmasi Sosial dan Komunitas. 2024;9(2):112-120.
[34] Pratama R, Ariastuti N. Pengaruh konseling kefarmasian terstruktur terhadap pengelolaan efek samping obat dan tingkat kepatuhan penderita hipertensi. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2023;10(1):67-75.
[35] Indrawati L, Utami S, Lestari D. Kontribusi komunikasi terapeutik tenaga kesehatan terhadap penurunan angka penghentian obat sepihak pada populasi klinis kronis. Jurnal Promosi Kesehatan dan Perilaku. 2025;13(4):301-309.
[36] Rachman RA, Noviati E, Kurniawan R. Analisis hambatan psikologis dan kelalaian personal terhadap kepatuhan minum obat pasien kronis berbasis kuesioner MARS. Jurnal Perilaku Kesehatan. 2024;6(2):101-109.
[37] Laili N, Aini EN, Rahmayanti P. Pengaruh integrasi dimensi kognitif kuesioner Health Belief Model terhadap perilaku kepatuhan minum obat pada populasi klinis kronis. Jurnal Keperawatan Global. 2022;7(2):124-132.
[38] Marhenta YB, Seran KE, Walujo DS, Galisa CA. Aplikasi teori keyakinan kesehatan sebagai instrumen prediktor kepatuhan regimen obat penderita hipertensi. Jurnal Manajemen Kesehatan. 2024;10(1):15-24.
[39] Rachman RA, Noviati E, Kurniawan R. Dinamika kalkulasi kognitif dan perilaku kompensasi psikologis pasien kronis dalam mematuhi terapi jangka panjang. Jurnal Psikologi Kesehatan Indonesia. 2024;6(2):89-97.
[40] Prabawati AD, Lazuardi L, Hasanbasri M. Korelasi persepsi ancaman penyakit dan realitas kepatuhan farmakoterapi pada penderita Silent Killer. Jurnal Kebijakan Kesehatan. 2022;11(1):43-51.
[41] Ulfiana R, Indrawati L, Utami S. Jangkar negatif psikososial: Mengurai pengaruh perceived barriers terhadap kepatuhan minum obat pasien rawat jalan. Jurnal Promosi Kesehatan dan Perilaku. 2023;11(3):210-218.
[42] Chalik RMA, Bukhari B, Arifin A. Analisis rasio kemanfaatan dan hambatan subjektif dalam kepatuhan regimen obat antihipertensi di fasilitas pelayanan primer. Jurnal Sains Farmasi & Klinis. 2021;8(2):156-163.
[43] Indrawati L, Sukmawati A, Lestari D. Kontribusi stimulus eksternal (cues to action) terhadap penguatan efikasi diri penderita hipertensi dalam manajemen terapi mandiri. Jurnal Perilaku Kesehatan Masyarakat. 2022;14(4):305-313.
[44] Purnawan I, Sari DP, Rahmawati N. Pengaruh asimtomatik penyakit terhadap kelalaian pengobatan kronis ditinjau dari aspek self-efficacy. Jurnal Ilmu Keperawatan Klinis. 2023;6(2):77-84.
[45] Sweileh WM, Alhassan AM, Lahham AM, Sawalha AF, Abu-Taha AS, Zyoud SH. Assessment of the systemic interaction between health belief model components and medication adherence profiles. International Journal of Clinical Pharmacy. 2025;47(1):112-120.
[46] Mahler C, Hermann K, Horne R, Jank S, Haefeli WE, Szecsenyi J. Designing an integrative pharmaceutical care program based on holistic health belief model and standardized MARS evaluation. Evaluation & the Health Professions. 2026;49(2):168-177.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Neni Probosiwi, Nur Fahma Laili, Lailatul Hidayah, Dian Indrayanti, Dian Nurmawati, Maringan Lambert

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.